Brilio.net - Sama seperti bidang lainnya, dunia seni juga mengalami banyak perubahan seiring berkembangnya zaman. Jika pada abad ke-16 kanvas jadi satu-satunya media seni dan abad ke-19 fotografi baru hadir, maka saat ini adalah eranya 3D printing, seni algoritmik, virtual reality, augmented reality, dan artificial intelligence.

Perkembangan teknologi digital di dunia seni selalu menghadirkan tantangan dan peluang baru. Transformasi ini mengharuskan pelaku industri seni beradaptasi lebih cepat. 

Perkembangan teknologi digital mengubah cara pandang melihat dunia. Hal ini termasuk bagaimana perspektif dalam melihat seni, proses seniman berkarya, dan bagaimana penikmat seni berinteraksi dengan karya tersebut.

Teknologi digital juga mampu menghubungkan banyak orang dari berbagai belahan dunia secara bersamaan. Kelebihan teknologi digital dengan online tools ini adalah mempermudah kolaborasi yang sudah jadi bagian penting dari proses kreatif seniman selama berabad-abad. Berkat media digital, kini industri seni mungkin berada di awal era baru kolektif kreatif yang anggotanya tersebar di seluruh dunia.

Dulu, nilai karya seorang seniman hanya ditentukan dari konsep dan proses yang dilewati. Berbeda dengan era digital saat ini, kolaborasi antar seniman juga bisa jadi nilai lebih suatu karya.

Era serba canggih ini semakin membuka peluang kolaborasi yang terjadi dalam menghasilkan satu karya, contohnya virtual exhibition. Dalam prosesnya, virtual exhibition melibatkan kolaborasi banyak pihak, khususnya antara seniman, kurator, 3D artist, dan web developer.

fotodraftamild istimewafoto: shutterstock.com

Bagi para seniman, format menarik dari virtual exhibition memberi mereka kebebasan untuk mengeksplor proses berkarya. Hasil seni yang diciptakan pun bisa dalam bentuk interaktif atau karya-karya yang lebih dinamis.

Biasanya, seniman akan memulai dengan membuat karya dalam format fisik ataupun digital yang nantinya akan diubah melalui proses 3D modelling untuk bisa dinikmati secara virtual. Setelah itu, developer akan merancang desain dari dunia virtual yang akan dibentuk.

fotodraftamild istimewafoto: shutterstock.com

Nggak kalah menarik, perkembangan teknologi digital mengubah interaksi yang terjadi antara karya seni dan penikmatnya. Dulu suatu karya seni mungkin hanya berbicara satu arah, tanpa adanya interaksi. Pengunjung cukup menghayati karya yang mereka lihat dan memaknainya sendiri.

Kini para pengunjung bisa berinteraksi atau bahkan berkolaborasi dengan karya seni yang ia lihat. Teknologi canggih saat ini memungkinkan adanya sentuhan personal untuk menciptakan interaksi dua arah yang menjadi elemen penting dalam menikmati karya seni.

Nah, kalau lo penasaran ingin mencoba berinteraksi langsung dengan karya seniman favorit lo, jangan ragu kunjungi virtual exhibition dengan klik tautan berikut ini!

fotodraftamild istimewa

RECOMMENDED BY EDITOR

 

 

Advertisement