Brilio.net - Sholat merupakan tiang agama. Setiap umat muslim pun diwajibkan untuk menunaikan sholat lima waktu. Mulai dari subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya. Meski dalam keadaan sakit pun, sebisa mungkin sholat tidak boleh ditinggalkan, kecuali memang dengan segala keterbatasan melakukannya.

Sebab ketika dalam kondisi sakit, Allah SWT memberikan rukhsah atau keringanan dalam beribadah. Hal inilah yang menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang menghadirkan konsep kemudahan dan tidak menyulitkan kaumnya. Jadi, sangat penting untuk memahami bagaimana tata cara bersuci dan sholat saat sakit.

Sebagai tambahan referensi, berikut tata cara sholat bagi orang sakit, lengkap dengan hukum dan doa meminta kesembuhan yang sudah dihimpun brilio.net dari berbagai sumber pada Jumat (27/3).

Loading...
2 dari 4 halaman

Hukum sholat bagi orang sakit.

foto: Instagram/@aries.abdillah_



Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Islam merupakan agama penuh kemudahan dan tidak menyulitkan, sebagaimana firman Allah dalam Al Baqarah Ayat 286 yang artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

Tentang kewajiban sholat bagi orang sakit ini pun telah banyak dijelaskan dalam hadits. Dari Imran bin Hushain "Aku pernah menderita penyakit wasir. Maka aku bertanya kepada Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam mengenai bagaimana aku sholat. Beliau bersabda: Sholatlah sambil berdiri, jika tidak mampu maka sholatlah sambil duduk, jika tidak mampu maka sholatlah dengan berbaring menyamping." (HR. Al Bukhari).

Dari Jabir bin Abdullah sahabat Nabi Muhammad, "Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam suatu kala menjenguk orang yang sedang sakit. Ternyata Rasulullah melihat ia sedang sholat di atas bantal. Kemudian Nabi mengambil bantal tersebut dan menjauhkannya. Ternyata orang tersebut lalu mengambil kayu dan sholat di atas kayu tersebut. Kemudian Nabi mengambil kayu tersebut dan menjauhkannya.

Saat itu Nabi bersabda: Sholatlah di atas tanah jika kamu mampu, jika tidak mampu maka sholatlah dengan imaa'. Jadikan kepalamu ketika posisi sujud lebih rendah dari rukukmu."

Imaa' dalam hadits tesebut artinya adalah isyarat dnegan anggota tubuh, misalnya isyarat dengan kepala, tangan, dan mata. Jadi, apabila ada orang yang sakit yang tidak sanggup berisyarat dengan kepala untuk rukuk dan sujud maka ia bisa berisyarat dengan matanya. Ia mengedipkan matanya sedikit ketika rukuk dan mengedipkan lebih banyak ketika sujud.

Orang sakit juga diperbolehkan untuk menjama' sholat dan bisa bersuci dengan tayamum apabila tidak memungkinkan untuk berwudlu dengan air.



3 dari 4 halaman


Tata cara sholat bagi orang sakit.

foto: freepik.com



1. Menghadap kiblat.
Sholat bagi orang sakit tetap harus menghadap ke kiblat. Namun apabila tidak sanggup dan tidak ada orang yang bisa membantu, maka diperbolehkan sesuai dengan kondisi.

Sebagaimana dalam hadits, "Orang yang sakit jika ia berada di atas tempat tidur, maka ia tetap wajib menghadap kiblat. Baik menghadap sendiri jika ia mampu atau pun dihadapkan oleh orang lain. Jika ia tidak mampu menghadap kiblat, dan tidak ada orang yang membantunya untuk menghadap kiblat, dan ia khawatir waktu sholat akan habis, maka hendaknya ia sholat sebagaimana sesuai keadaannya."

2. Posisi sholat.
Orang sakit tetap dianjurkan untuk berdiri, bisa bersandar di dinding atau tongkat. Namun apabila tidak sanggup diperbolehkan dengan duduk atau berbaring.

- Sholat dengan duduk.
Tata cara sholat dengan duduk bisa dengan cara duduk bersila. Namun apabila tidak memungkinkan boleh duduk dengan kondisi awal. Lalu mulailah takbir dengan dengan mengangkat tangan hingga sejajar dengan telinga, lalu letakkan tangan kanan di atas tangan kiri. Ketika ruku, bungkukkan badan sedikit dengan tangan menempel ke lutut sebagai imaa'. Untuk sujud, jika memungkinkan maka sujudlah seperti biasa. Namun jika tidak, cukup bungkukkan badan lebih banyak daripada ketika ruku'. Selanjutnya untuk duduk tasyahud dengan meletakkan tangan di lutut seperti biasa.

- Sholat dengan berbaring.
Jika tidak sanggup sholat sambil duduk, orang sakit diperbolehkan sholat sambil berbaring bertumpu pada sisi badan menghadap kiblat. Diutamakan bertumpu pada sisi kanan daripada sisi kiri. Usahakan pandangan ke kiblat, namun jika tidak memungkinkan boleh menghadap ke mana saja.

-Sholat dengan telentang.
Jika tidak sanggup sholat berbaring, orang sakit boleh sholat sambil telentang dengan menghadapkan kedua kaki ke kiblat. Dan yang lebih utama yaitu dengan mengangkat kepala untuk menghadap kiblat. Jika tidak sanggup, maka diperbolehkan sholat menghadap ke mana saja.

- Ruku' dan sujud.
Orang sakit wajib melaksanakan ruku' dan sujud sebagaimana pelaksanaan sholat. Jika tidak sanggup, cukup dengan membungkukkan badan pada ruku' dan sujud seperti sholat saat duduk. Ketika posisi menunduk dalam sujud, hendaknya lebih rendah dari ruku'. Orang sakit juga diperbolehkan menggunakan isyarat kepala. Jika tidak sanggup dengan menundukkan kepala ketika ruku’ dan sujud, cukup dengan isyarat mata, dengan memejamkan sedikit ketika ruku' dan pejamkan lebih kuat ketika sujud. Apabila tidak sanggup menggunakan isyarat mata, maka sholat menggunakan hati. Niatkan melaksanakan ruku, sujud, dan sholat seperti biasa.


4 dari 4 halaman


Doa minta kesembuhan.

foto: Instagram/@qahlul



Allah selalu memberikan obat dalam setiap penyakit sebagaimana Rasulullah bersabda dalam haditsnya: "Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Dia menurunkan pula penyembuhnya. Yang diketahui oleh orang yang mengetahui dan diabaikan oleh orang yang tidak mengetahuinya."

Ketika sedang sakit pun, kita bisa memohon untuk meminta kesembuhan dengan berdoa. Berikut beberapa doa-doa meminta kesembuhan.

-Doa memohon kesembuhan.
"Allahumma rabbanaasi adzhibil ba'sa wasy fihu wa antas syaafi, laaa syifaa'a illa syifaauka, syifaa'an yughaadiru saqoma"
Artinya: "Ya Allah, Rabb seluruh manusia. Kumohon hilangkan rasa sakit ini sembuhkanlah karena Engkau Dzat Yang Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan yang sejati kecuali kesembuhan yang Engkau datangkan, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit dan penyakit lainnya."

-Doa agar terhindar dari penyakit berbahaya.
"Allahumma inni a'uudzubika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa min sayyi'il asqoom."
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan penyakit-penyakit mengerikan lainnya."

- Doa meminta kesembuhan untuk orang lain.
"As'alullahal adzima rabbal 'arsyil azhiimi an yassfiyaka"
Artinya: "Aku memohon kesembuhan kepada Allah Yang Maha Agung, Allah Yang Maha Agung akan menyembuhkanmu."


Reporter: Deta Jauda Najmah

RECOMMENDED BY EDITOR