Brilio.net - Sejak beberapa tahun terakhir, profesi sebagai YouTuber memang digilai oleh banyak masyarakat. Pasalnya dengan menjadi YouTuber seseorang bisa lebih cepat terkenal dan meraup untuk dengan cepat. Biasanya, profesi ini digandrungi oleh generasi milenial.

Namun untuk menjadi seorang YouTuber tak semudah itu. Mereka harus membuat konten yang menarik yang tentu saja berbeda dengan YouTuber lain. Bila video itu unik, kan semakin banyak ditonton dan mendatangkan banyak subscriber.

Seperti halnya dengan YouTuber asal Inggris yang membuat konten Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR). Sempat diejek, namun siapa sangka wanita bernama Lottie Fellows justru meraup untung hingga Rp 1 miliar dengan membuat video ASMR tersebut.

Dilansir dari NY Post, Jumat (6/11) lewat video-video yang ia buat, Fellows memiliki lebih dari 170.000 subcribers di YouTube. Mereka secara teratur menonton videonya, yang mulai diunggahnya pada tahun 2018.

Fellows mengatakan awalnya ia tak tahu mengenai ASMR itu, namun ibunya menyarankan dirinya untuk mendengarkan ASMR yang dipercaya dapat mengatasi masalah tidur dan kesehatan mental.

Loading...

“Saya ingat mencarinya di YouTube dan awalnya mengira itu adalah hal yang paling aneh dan lucu. Setelah menontonnya selama beberapa menit, saya kemudian menyadari bahwa itu adalah perasaan sangat rileks yang selalu saya alami tetapi tidak tahu persis apa itu. Saya telah terpikat sejak itu," ucapnya.

Fellows mengatakan bahwa menonton video membuat kepalanya kesemutan, dan ia akan selalu merasa mengantuk.

Fellows memulai videonya dengan membisikkan salam seperti "Halo, sayangku" dan akan memerankan karakter seperti kakak perempuan, stylist, dan praktisi medis.

Meskipun banyak orang menganggapnya seksi, Fellows mengatakan dia melihat videonya itu sebagai cara membantu orang lain.

"Saya mengerti mengapa bisikan pelan atau kata 'role play' bisa disalahartikan sebagai sesuatu yang seksual, dan ada beberapa kreator perempuan yang menunjukkan sedikit belahan dada untuk mendapatkan lebih banyak penayangan," pungkasnya.

RECOMMENDED BY EDITOR