Brilio.net - Memiliki seorang ayah yang mendukung setiap kegiatan mungkin menjadi impian banyak anak. Apalagi jika sang ayah tidak setengah-setengah dalam mendukung kegiatan tersebut.

Tentu hal ini akan membuat hubungan antar ayah dan anak semakin dekat. Seperti diketahui, mendukung kegiatan yang disukai anak juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang dapat diberikan orangtua.

Seperti yang dilakukan oleh seorang pria bernama Lim Hun Kheng yang mendukung kegiatan ibadah puasa sang anak meski berbeda keyakinan. Ayah dari Mohammad Firdaus Hong Abdullah ini mendukung dengan berbagai usaha agar sang anak dapat beribadah dengan lancar dan memperdalam ilmu agamanya sebagai Muslim.

Tidak main-main, Lim bahkan selalu membangunkan anaknya tepat pukul 05.00 pagi setiap hari untuk memastikan sang anak tidak melewatkan sahur selama Ramadan ini.

"Setiap hari tepat pukul jam 05.00 pagi, saya akan membangunkan dia untuk sahur. Meskipun kita menjalankan agama yang berbeda, saya akan memastikan dia patuh dengan ajaran Islam," jelas Lim seperti dikutip brilio.net dari beritaharian.com.my, Sabtu (11/5).

Setelah sahur, Lim juga akan mengantar anaknya yang baru berusia 12 tahun untuk salat Subuh sebelum mengantarnya ke sekolah. Kemudian di siang hari, Lim akan mengantar Firdaus ke sekolah agamanya KAFA (Kelas Agama dan Fardhu Ain).

Kisah ayah dan anak dari Malaysia ini semakin menyentuh lantaran keinginan untuk memeluk Islam ternyata datang dari Firdaus sendiri. Firdaus pun menyatakan keinginannya untuk menjadi mualaf pada Maret 2018 lalu.

"Saya tidak melarang Firdaus untuk memeluk agama Islam, saya justru memberinya dukungan penuh dan keberanian," ungkap Lim.

Ayah dan anak beda agama © 2019 Istimewa

foto: beritaharian.com.my

Lim menceritakan jika putranya yang dulu bernama Lim Ching Hong itu sudah menunjukkan ketertarikannya pada Islam sejak masih berumur 7 tahun. Firdaus juga kerap mendapat nilai A pada pelajaran Pendidikan Islam.

Maka dari itu, Lim dan istrinya tidak ragu dengan keputusan Firdaus menjadi mualaf. Bahkan Lim juga tidak menghalangi sang anak untuk memiliki keluarga angkat dan berteman dengan mereka agar ia dapat mempelajari Islam lebih baik.

"Saya sama sekali tidak melarangnya. Bahkan saya mengizinkan dia untuk mengubah agamanya menjadi Islam karena dia menunjukkan ketertarikannya yang dalam pada agama itu," ujar Lim.

Ramadan tahun ini menjadi tahun kedua bagi Firdaus menjalankan ibadah puasa. Menurut Firdaus, ia sangat menikmati beribadah selama bulan puasa. Hal ini karena ia dapat bersenang-senang sambil menjalankan ibadah di bulan Ramadan, seperti menunaikan salat tarawih bersama teman-temannya di masjid.

Selain tarawih, Firdaus juga sangat senang ketika mengunjungi pasar Ramadan bersama ayahnya setelah pulang dari KAFA. Firdaus juga paham betul jika ia akan melalui banyak cobaan saat menjalankan agama Islam.

Meski begitu, Firdaus menjelaskan bahwa setelah menjadi mualaf, ia menemukan jawaban yang selama ini berada dalam pikirannya. Dirinya juga senang mendengarkan cerita Nabi Muhammad SAW.

Ia menyadari saat ia belajar Islam hal itu memberinya kedamaian dan ketenangan. Puasa juga mengajarkannya arti kesabaran. Firdaus kini masih belajar Iqra tiga dan sudah bisa menghafal bacaan-bacaan salat.

Kini setiap ada waktu luang atau setiap weekend, Firdaus akan menghabiskan waktunya bersama kakek angkatnya yang berusia 63 tahun, Aziz Isa, untuk belajar lebih dalam tentang Islam. Biasanya ia akan belajar cara salat dari Aziz yang tinggal di Pulau Timbal, Malaysia.

"Banyak orang yang peduli kepadaku, termasuk para guru yang selalu mau membantuku. Sekolahku bahkan membelikanku baju baru untuk Hari Raya," ucap Firdaus.