Brilio.net - Sholat dhuha merupakan sholat sunah yang dilakukan setelah matahari terbit dan sebelum matahari berada tepat di atas kepala. Meski hukumnya sunah, namun Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan sholat dhuha. Pasalnya terdapat banyak keutamaan jika seseorang melakukannya.

Dalam hadits yang diriwatkan oleh HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, Rasulullah SAW bersabda jika sholat dhuha ditunaikan setiap haru akan mendatangkan banyak keuntungan, "Siapa saja yang menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan."

Keutamaan sholat dhuha Instagram

foto: freepik.com

Sholat dhuha minimal dikerjakan dua rakaat atau empat rakaat. Dalam hadits yang sahih dijelaskan bahwa Nabi SAW, melaksakan sholat dhuha sebanyak 4 rakaat. Terkadang bahkan Rasulullah menambahkan beberapa rakaat sesuai yang dikehendakinya.

Loading...

Ada beberapa keutamaan yang terdapat dalam sholat dhuha, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (20/4).

1. Mendapatkan ampunan dosa.

Keutamaan sholat dhuha Instagram

foto: freepik.com

Orang yang melaksanakan sholat dhuha, maka akan diampunkan dosanya oleh Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam riwayat Imam at Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Rasulullah bersabda: "Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

2. Terbukanya pintu rezeki.

Keutamaan sholat dhuha Instagram

foto: freepik.com

Menjalankan sholat dhuha, maka akan terbukanya pintu rezeki. Dalam hadits riwayat Turmudzi, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman, 'Wahai anak Adam, bersholat lah untuk-Ku empat rakaat pada permulaan siang, niscaya akan Aku cukupi kebutuhanmu pada sore harinya."

3. Sedekah bagi tubuh.

Keutamaan sholat dhuha Instagram

foto: freepik.com

Menjalankan sholat dhuha juga merupakan sedekah bagi yang menjalaninya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

"Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua raka’at," (HR Muslim).

4. Pahala senilai umrah.

Keutamaan sholat dhuha Instagram

foto: freepik.com

Menjalankan sholat dhuha tentunya mendapatkan pahala, pahala sholat sunah satu ini setara dengan pahala mengerjakan umrah.

Sesuai dengan isi hadist dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah." (Shahih al-Targhib : 673).

5. Tidak dianggap orang lalai.

Keutamaan sholat dhuha Instagram

foto: freepik.com

Salah satu cara agar kamu bisa terhindar dari sifat lalai, dalam hal rahmat Allah, maka kerjakanlah sholat dhuha. Rasulullah pernah bersabda yang artinya, "Orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lalai," (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa'i).

Niat sholat dhuha.

Dalam madzhab Maliki dan Hanafi, mengucapkan niat sholat dhuha sebelum mengangkat tangan untuk takbirotul ihram tidak disyariatkan, kecuali bagi orang yang ragu-ragu dengan niatnya.

Kedua madzhab di atas berpendapat bahwa niat sholat dhuha cukup dilafalkan dalam hati saja. Karena hal ini adalah bid'ah (tidak dicontohkan Rasulullah SAW) dan khilaful aula (menyalahi keutamaan).

Sedangkan menurut madzhab Syafi'i dan Hambali, mengucapkan niat sholat dhuha sebelum takbirotul ihram hukumnya sunah. Fungsinya adalah untuk membuat hati lebih khusyu', fokus dan mantap dalam menjalankan sholat.

Berikut lafaz niat sholat dhuha:

"Ushollii Sunnatadh Dhuha Rok'ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa'an Lillaahi Ta'aalaa."

Artinya: "Aku niat sholat sunah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta'ala."

Secara ringkas berikut ini adalah tata cara sholat dhuha:

- Membaca niat sholat dhuha

- Membaca takbiratul ihram, diikuti dengan membaca doa iftitah

- Membaca surat Al Fatihah

- Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surah Asy-Syamsi

- Melakukan ruku' dengan tumakminah

- Melakukan i'tidal

- Melakukan sujud pertama

- Duduk di antara dua sujud

- Melakukan sujud kedua

- Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

- Membaca surat Al Fatihah

- Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surah Ad Dhuha

- Melakukan ruku'

- Melakukan i'tidal

- Melakukan sujud pertama

- Duduk di antara dua sujud

- Melakukan sujud kedua

- Duduk tahiyat akhir

- Mengucapkan salam

Jika rakaat lebih dari dua seperti 4 atau 8 rakaat, sholat dhuha dikerjakan dua rakaat salam, setelah itu baru ditambah 2 rakaat salam. Jadi mengulang 2 rakaat salam, dua rakaat salam. Begitu juga dengan seterusnya.

Waktu mustajab sholat dhuha.

Waktu dhuha sendiri dimulai pada saat matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta mulai dari terbitnya matahari (sekitar jam 7 pagi) sampai beberapa menit sebelum waktu dzuhur tiba.

Menurut Imam Syafi'i dalam fikih manhaji, waktu terbaik untuk melaksanakan sholat dhuha yaitu pada saat padang pasir sudah terasa panas dan unta mulai beranjak.

Dalam Nuzhatul Muttaqin karya Syaikh Musthafa Al Bugha dan empat ulama lainnya menjelaskan bahwa waktu sholat dhuha dimulai sejak matahari beranjak tinggi sampai matahari mendekati posisi tengah. Tetapi, waktu terbaiknya adalah saat matahari meninggi dan sudah terasa panas.

Dari penjelasan di atas lebih banyak dianjurkan untuk melihat tanda-tanda alam karena pada zaman itu belum ada jam. Sehingga orang bisa melihat dari tanda-tanda alam sebagai patokan.

Di Indonesia sendiri waktu sholat dhuha paling tepat menurut kesepakatan ulama adalah pada waktu jam 9 pagi, waktu tengah antara awal mulai sholat dhuha dan akhir sholat dhuha yang mendekati waktu dzuhur.

Awal waktu sholat dhuha.

Awal waktu sholat dhuha dimulai 20 menit setelah matahari terbit. Sesuai pula dengan keterangan hadits yang diriwayatkan oleh 'Amr bin 'Abasah.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kerjakanlah sholat subuh kemudian tinggalkanlah sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari)." (HR. Muslim)

Akhir waktu sholat dhuha.

Akhir waktu sholat dhuha adalah 15 menit sebelum masuk waktu sholat zhuhur. Namun waktu terbaik atau utama mengerjakan sholat dhuha adalah di waktu yang akhir atau seperempat siang, yaitu dalam keadaan yang semakin panas. Itu sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam.

Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan sholat dhuha (di awal pagi). Dia berkata, "Tidakkah mereka mengetahui bahwa sholat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'sholat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan'." (HR. Muslim)

Doa setelah sholat dhuha.

Sebenarnya tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah. Sehingga para ulama tidak mencantumkannya pada kitab-kitab fikih. Kendati demikian, ada doa setelah sholat dhuha populer di kalangan umat Islam.

Meskipun bukan berasal dari Nabi, tapi doa ini boleh dilafalkan. Karena segala sesuatu yang baik itu dibolehkan.

Berikut bacaan doanya:

Allahumma innad dhuha'a dhuha'uka, wal baha'a baha'uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka.

Artinya, "Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu."

All?huma in kana rizqi fis sama'i fa anzilhu, wa inkana fil ardhi fa akhrijhu, wa ink?na mu'siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kana haraman fa thahhirhu, wa inkana ba‘idan fa qarribhu, bi haqqi duha'ika wa baha'ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika. atini ma atayta ‘ibadakas shalih?n.

Artinya, "Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak duha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh."

RECOMMENDED BY EDITOR