Brilio.net - Menikah bisa menjadi ibadah terpanjang bagi seseorang. Sebab, setiap perbuatannya yang dilakukan bersama pasangannya, menjadi suatu ibadah yang dapat mendatangkan berkah dan pahala.

Menikah dengan pujaan hati tentu merupakan harapan bagi semua orang. Sebelum menikah, seorang pria akan mengajukan lamaran kepada sang pujaan hati.

Dalam Islam, lamaran ini disebut khitbah. Selain sebagai ajang perkenalan (ta'arruf), khitbah juga menjadi ajang silaturrahim antara kedua keluarga calon mempelai.

Sebelum mengajukan lamaran atau mengkhitbah calon pasangan, alangkah baiknya membaca doa terlebih dahulu. Segala tindakan, perbuatan, pekerjaan dalam Islam harus di mulai dengan berdoa agar nantinya akan mendatangkan berkah untuk diri sendiri dan orang lain.

Doa sebelum melamar wanita beserta tata caranya  © 2020 brilio.net

Loading...

Allahumma innaka taqdiru wa laa aqdiru wa laa a'lamu wa anta 'allaamul ghuyuubi. Fa in ra'aita lii fii (.....) khairan fii diinii wa aakhiratii faqdirhaa lii

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Men-takdir-kan, dan bukanlah aku yang men-takdir-kan. Dan (Engkau) Maha Mengetahui apa yang tidak kuketahui. Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Maka jika Engkau melihat kebaikan antara diriku dan (..... [sebutkan nama calon pasangan bin/binti ayahnya]) untuk agama dan akhiratku, maka takdirkanlah aku bersamanya."

Dengan membaca doa ini, diharapkan akan mendapatkan pasangan yang baik menurut Allah SWT. Sebaiknya doa ini dilafalkan oleh seseorang pada malam sebelum khitbah, sesudah melaksanakan sholat hajat, dan sholat istikharah.

Tata cara melamar sesuai syariat Islam

Banyak orang yang ingin melakukan proses lamaran yang sesuai syariat Islam, namun masih bingung tata cara yang harus dilakukannya. Berikut ini tata cara melamar seorang wanita:

1. Mengenali kepribadian calon pasangan.

Sebelum melamar seseorang, tentukan terlebih dahulu wanita mana yang akan dilamar, kemudian mencari tahu bagaimana kepribadiannya. Biasanya tahap ini masuk dalam ta'aruf.

Mengenali kepribadiannya pun tidak boleh dengan cara jalan berdua, karena hal tersebut akan mendatangkan zina. Untuk mengenali kepribadiannya bisa melalui keluarganya ataupun teman-temannya.

2. Pasangan harus single.

Sebelum melamar seorang wanita, pastikan dirinya lajang, tidak berstatus istri orang, ataupun sudah dikhitbah pria lain.

3. Memantapkan hati sebelum melamar.

Sebelum melamar, mantapkanlah hati terlebih dahulu dengan meminta petunjuk dari Allah melalui sholat istikharah.

4. Meminta izin kepada wanita yang akan dilamar.

Untuk meminimalisasi penolakan lamaran dari pihak wanita, sebaiknya meminta izin dulu ke wanita yang akan dilamar. Jika sudah diterima dan bersepakat untuk melakukan acara lamaran, maka sang pria baru meminta izin kepada orang tua si wanita.

5. Meminta izin kepada orang tua calon pasangan.

Tahap selanjutnya adalah meminta izin kepada orang tua dari calon pasangan, terutama kepada sang ayah atau walinya. Jika diizinkan, barulah proses lamaran akan berlanjut pada proses pernikahan antara kedua calon.

Hal tersebut sama dengan sabda Rasulullah yang berbunyi:

"Janganlah engkau menikahkan janda sampai engkau meminta pendapatnya dan janganlah engkau menikahkan perawan sampai engkau meminta izinnya." Para sahabat bertanya, "Bagaimana kita tahu dia mengizinkan?" Beliau pun bersabda, "Dia diam saja." (HR Bukhari dan Muslim).

6. Mendatangi kediaman calon pasangan.

Jika seluruh proses di atas telah lancar dilakukan, maka selanjutnya adalah mendatangi kediaman keluarga calon istri yang akan dilamar. Pihak keluarga besar calon istri akan menyambut kedatangan pihak keluarga besar dari sang laki-laki, di mana dalam proses ini keluarga laki-laki membawa buah tangan berupa seserahan yang diberikan kepada keluarga pihak wanita atau biasanya seserahan ini bisa dijadikan sebagai bahan pelengkap saat hari pernikahan nanti.

7. Menyampaikan maksud dan tujuan.

Setelah tamu (pihak laki-laki) disambut, mereka akan dipersilakan duduk dengan posisi saling berhadapan antar dua keluarga. Di sini akan ada prosesi pembukaan lamaran sekaligus musyawarah di mana pihak keluarga laki-laki dan perempuan saling menanggapi maksud dan tujuan serta membahas rencana untuk pernikahan.

Dalam rangkaian acara musyawarah ini juga akan disampaikan penerimaan dari pihak keluarga perempuan, apakan lamaran diterima atau tidak.

8. Penyerahan hantaran.

Hantaran yang dibawa pihak keluarga laki-laki diberikan kepada keluarga perempuan dengan disaksikan seluruh keluarga secara simbolis, hantaran ini biasanya buah-buahan, atau perhiasan.

9. Penutupan acara lamaran.

Jika acara dan pembahasan untuk menuju ke pernikahan dirasa cukup, maka selanjutnya adalah penutupan acara lamaran.

10. Dua keluarga saling bercengkrama.

Setelah penutupan acara selesai, kedua belah pihak keluarga akan saling bercengkrama untuk lebih mengenal satu sama lain dan supaya akrab, biasanya mereka melakukannya sambil menikmati hidangan yang telah disajikan oleh keluarga perempuan.

RECOMMENDED BY EDITOR