Brilio.net - Kumandang kalimat takbir menjadi alunan indah yang terdengar di detik-detik sebelum Lebaran. Kalimat pujian kepada Allah SWT ini seakan menjadi pintu masuk untuk bertemu hari kemenangan. Bacaan takbir akan bergema sejak malam takbiran hingga pelaksanaan sholat Idul Fitri. Bukan tanpa sebab, hal ini juga termasuk dalam sunah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana yang diriwayatkan Ibn Abi Syaibah:

"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai sahalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir." (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf).

Maka jangan sampai kamu melewatkan sunah Idul Fitri tersebut. Diharapkan, pahala melimpah dan keberkahan pun bisa didapatkan pada hari raya Idul Fitri. Tapi akan lebih baik kalau kamu nggak sekadar mengetahui bacaannya saja. Pahami arti dan keutamaannya dalam ajaran agama Islam. Simak penjelasan selengkapnya dalam brilio.net dari berbagai sumber pada Jumat (7/5) berikut ini.

Bacaan takbir beserta artinya.

Bacaan takbir, arti, dan keutamaan © freepik.com



foto: ilustrasi

Bacaan takbir merupakan salah satu dzikir yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika bertakbir, seseorang akan mengingat kebaikan dan segala kuasa Allah SWT yang telah memberikan segalanya kepada hambaNya. Ada beberapa jenis bacaan takbir yang bisa kamu kumandangkan, diantaranya:

"Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd"

Artinya:

"Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah."

Selain itu ada pula bacaan takbir secara lengkap seperti berikut ini:

"Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..

Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.

Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,...

wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.

Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu

Mukhlishiina lahuddiin

Walau karihal - kaafiruun

Walau karihal munafiqun

Walau karihal musyriku

Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah.

Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

Allaahu akbar walillaahil - hamd."
Artinya:

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.

Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Maha Besar.

Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran,

Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah."

Jenis bacaan takbir.

Bacaan takbir, arti, dan keutamaan © freepik.com



foto: ilustrasi

Perlu kamu ketahui, ada pembagian jens takbir berdasarkan ketentuan pembacaannya. yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu, karena dianjurkan sepanjang malam. Seperti takbir di malam Idul Fitri dan Idul Adha.

Adapun takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai sholat lima waktu selama hari raya Idul Adha dan hari tasyrik, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Keutamaan membaca kalimat takbir di malam Idul Fitri.

Bacaan takbir, arti, dan keutamaan © freepik.com



foto: ilustrasi

Membaca kalimat takbir bukan sekadar memanjatkan dzikir. Kalimat indah ini memiliki keutamaan khusus terutama jika dibaca pada malam Idul Fitri. Dalam kitab Fathul Qarib disebutkan bahwa disunahkan untuk menggemakan takbir pada malam hari raya.

Sunah ini ditujukan untuk semua orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, mukim ataupun musafir, sedang berada di rumah, masjid, ataupun di pasar. Muhammad bin Qasim Al-Ghazi mengatakan:

"Disunahkan takbir bagi laki-laki dan perempuan, musafir dan mukim, baik yang sedang di rumah, jalan, masjid, ataupun pasar. Dimulai dari terbenam matahari pada malam hari raya berlanjut sampai shalat Idul Fithri. Tidak disunahkan takbir setelah shalat Idul Fitri atau pada malamnya, akan tetapi menurut An-Nawawi di dalam Al-Azkar hal ini tetap disunahkan."

Sunah menggemakan bacaan takbiran saat malam lebaran dikemukakan oleh Rasulullah saw dalam hadisnya yang berbunyi:

"Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir"

Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda Rasulullah SAW:

"Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa."

Disunahkan pula untuk melantunkan takbir selama menuju tempat salat. Tak perlu lantang saat melantunkannya, melantunkan dengan suara lirih atau cukup di dalam hati juga dianjurkan.