Brilio.net - Motto hidup sering digunakan sebagai pengingat tentang tujuan, mimpi, cita-cita, atau impian yang ingin diwujudkan atau digunakan untuk mewakili pribadi seseorang beserta cara pandangnya. Motto hidup biasanya dibuat dari kata-kata bijak yang dapat memotivasi seseorang untuk mengejar impiannya.

Dengan adanya motto, hidup seseorang bisa lebih tertata dan terarah. Pentingnya memiliki motto hidup tidak lain agar bisa fokus dengan impian atau pencapaian yang ingin diraih.

Ada banyak ungkapan yang bisa dijadikan motto hidup. Meski termasuk ke dalam bahasa daerah, bahasa Jawa tidak ketinggalan zaman. Tidak saja digunakan di keseharian, bahasa Jawa juga seringkali muncul dalam buku, film, bahkan lagu.

Selain itu, petuah Jawa juga masih eksis dipakai sebagai pegangan hidup banyak orang sampai saat ini, dan dijadikan motto hidup. Berikut 85 motto hidup bahasa Jawa, dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Kamis (11/11)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Motto hidup bahasa Jawa penuh makna.

Motto hidup bahasa Jawa © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@heniafiyah_

1. "Ojo kuminter mundak keblinger, ojo cidro mundak ciloko."

(Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka)

2. "Ngeluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bhanda."

(Berjuang tanpa membawa massa, menang tanpa merendahkan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kaya tanpa didasari harta)

3. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe, banter tan mblancangi, dhuwur tan nungkuli."

(Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih, cepat tanpa harus mendahului, tinggi tanpa harus melebihi)

4. "Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah."

(Orang sabar rezekinya luas, mengalah hidup lebih berkah)

5. "Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo."

(Cinta terkadang seperti keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-hati dibawa)

6. "Nek lagi nelongso ojo kakean sambat, akeh-akehi dungo ben Gusti percoyo kowe biso."

(Jika sedang susah jangan terlalu banyak mengeluh, perbanyak doa supaya Tugan percaya kamu bisa melewatinya)

7. "Sabar sareh mesthi bakal pikoleh."

(Pekerjaan apa pun jangan dilakukan dengan tergesa-gesa agar berhasil)

8. "Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah."

(Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai)

9. "Dhemit ora ndulit, setan ora doyan."

(Berupa doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, tidak ada suatu halangan dan rintangan)

10. "Tuna sathak bathi sanak."

(Merugi harta, tapi mendapatkan saudara)

11. "Nabok nyilih tangan."

(Menggambarkan orang yang tidak berani menghadapi musuhnya dan meminta bantuan orang lain diam-diam)

12. "Becik ketitik, ala ketara."

(Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga)

13. "Adigang, adigung, adiguna."

(Mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepintarannya)

14. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah."

(Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita)

15. "Pengenku, aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu."

(Aku berharap, aku bisa memutar waktu kembali. Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama)

16. "Cinta dudu perkoro sepiro kerepe kowe ngucapke, tapi sepiro akehe seng mbok buktike"

(Cinta bukan perkara seberapa sering kamu mengucapkannya, tapi seberapa banyak kamu membuktikannya)

17. "Adab lan ilmu iku podo podo pentinge gae nguber urip ing dunyo."

(Adab merupakan akar dari ilmu. Tanpa adab ilmu yang dimiliki bisa jadi tidak beramanat bagi kebaikan orang lain)

18. "Aku ora malam mingguan, sandalku pedot."

(Aku nggak malam mingguan, sandalku putus)

19. "Yen ketemu tonggone kudu sopo aru."

(Jika bertemu tetangga harus menyapa)

20. "Jenenge urip kui mesti akeh cobaan, yen akeh saweran kui jenenge dangdutan."

(Namanya hidup itu pasti banyak cobaan, kalau banyak saweran namanya dangdutan)

21. "Pas dewe podo–podo adoh, siji sing kudu koe ngerti, bakal tak jogo tresno iki sampe matek."

(Saat jarak memisahkan kita, satu hal yang harus kamu tahu, aku akan menjaga cinta ini sampai mati)

22. "Dadi koe ngiri karo aku? Yo wis aku ngalah, aku tak nganan."

(Jadi kamu iri sama aku? Ya sudah aku ngalah, aku ke kanan)

23. "Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian, mantan wes neng penghulu aku iseh kesepian."

(Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian)

24. "Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih."

(Kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih)

25. "Ikhlas lan sabar, amergo Gusti mboten nate sare."

(Ikhlas dan sabar, karena Tuhan tidak pernah tidur)

26. "Kudu semangat masio gak ono sing nyemangati."

(Harus Semangat Walau Tidak Ada yang Kasih Semangat)

27. "Urip iku urup."

(Hidup itu hendaknya menyala atau memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita)

28. "Sing wes yo wes, rausah digetuni."

(Yang sudah berlalu ya sudah, tidak perlu disesali)

29. "Cekelana impenanmu, amarga yen impen mati, urip iku kaya manuk sing swiwine rusak, mula ora bisa mabur."

(Berpegang teguhlah pada mimpi. Mimpi yang mati ibarat burung yang sayapnya rusak dan nggak bisa terbang)

30. "Gagal niku kuncine sukses, ben kegagalan iku ngajari kene ilmu."

(Kegagalan adalah kunci kesuksesan. Setiap kesalahan mengajarkan kita ilmu)

Motto hidup bahasa Jawa lucu.

Motto hidup bahasa Jawa © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@lorohcok

31. "Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit."

(Dosa yang paling menyedihkan adalah pada mengeluh tidak punya duit)

32. "Uripmu koyo wit gedhang duwe jantung tapi ora duwe ati."

(Hidupmu seperti pohon pisang, punya jantung tapi tak punya hati)

33. "Nek dipikir suwi suwi iku loro, nek dirsake yo tambah loro, loro tambah loro, papat."

(Kalau dipikir lama-lama sakit, kalau dirasakan tambah sakit, dua tambah dua, empat)

34. "Nek ngomong ojo manis-manis, mundak cangkeme dirubung semut."

(Kalau bicara jangan manis-manis, nanti mulutnya diserbu semut)

35. "Kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, tapi ati ora bakal iso diapusi."

(Terkadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah mengucap, tapi hati tak bisa dibohongi dan membohongi)

36. "Sing wis lunga lalekno, sing durung teko entenono, sing wis ono syukurono."

(Yang sudah pergi lupakanlah, yang belum datang tunggulah, dan yang sudah ada syukurilah)

37. "Waktu adalah uang. Yen kancamu mbok jak dolan raono wektu, brarti wonge lagi ra duwe duit."

(Waktu adalah uang. Kalau temanmu tidak ada waktu untuk diajak jalan, artinya ia sedang tidak punya uang)

38. "Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan."

(Niat bekerja, bukan cari perkara. Niat mencari rejeki, bukan cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)

39. "Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih."

(Kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih)

40. "Ikhlas iku koyok keset, dipidek pidek tetep kudu welcome."

(Ikhlas itu seperti keset, walau diinjak-injak tetap harus welcome)

41. "Sak abot-abote masalahmu, nek ditimbang yo ra bakal payu."

(Seberat apa pun masalahmu, kalau ditimbang juga tidak akan laku)

42. "Kabeh tugas kuwi gampang, nek ora usah di garap."

(Semua pekerjaan itu mudah, jika tidak usah dikerjakan)

43. "Moga wae masa depanku sepadang layar Hpne makku."

(Semoga saja masa depanku secerah layar HP ibuku)

44. "Kowe turu we angel opo meneh bahagia."

(Kamu tidur aja susah apalagi bahagia)

45. "Aku mung iso maca buku, durung iso maca atimu."

(Aku hanya bisa membaca buku, belum bisa membaca hatimu)

46. "Iso nembang gak iso nyuling, iso nyawang gak iso nyanding."

(Bisa nyanyi tidak bisa bermain seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi)

47. "Arek lanang iku kuoso milih, arek wadon kuoso nolak."

(Anak laki-laku bebas memilih, anak perempuan bebas menolak)

48. "Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan."

(Tuhan itu dekat meski tubuh kita tidak dapat menyentuhnya, jauh tiada batasan)

49. "Ra usah kakean cangkem, sing penting kui buktine."

(Tidak usah banyak mulut, yang penting itu buktinya)

50. "Beras kui bakale soko pari, kandas kui asale soko ngapusi."

(Beras itu ada dari padi, putus cinta ada dari sebuah kebohongan)

51. "Yen urip mung isine isih nuruti napsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu."

(Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, kemuliaan hidup akan makin sulit ditemukan)

52. "Combro bae ana isine, masa atimu kosong."

(Combro saja ada isinya, masa hatimu kosong)

53."Masalah wedokan iku gampang, penting iso nyaur utang sek."

(Masalah perempuan itu mudah, yang penting bisa membayar utang dulu)

54. "Sliramu manis dek, kaya gula."

(Dirimu manis dek, seperti gula)

55. "Ngelih, mangan. Ngantuk, turu."

(Lapar, makan. Ngantuk, tidur."

56. "Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan."

(Jangan mudah sakit hati manakala musibah menimpa diri, jangan sedih manakala kehilangan sesuatu)

57. "Rino wengi aku tansah kelingan, pengenku kowe tak sayang."

(Siang malam aku selalu teringat, inginku kau kucintai)

58. "Gusti paring mergi kangge tyang ingkang purun teng merginipun."

(Tuhan akan memeberikan jalan, bagi mereka yang mengikuti jalan kebenaran)

59. "Urip kang utama, mateni kang sempurna."

(Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya)

60. "Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan."

(Tuhan memberi jalan untuk manusia yang mau mengikuti jalan kebenaran)

Motto hidup bahasa Jawa buat diri jadi bijaksana.

Motto hidup bahasa Jawa © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@jawa_filosofi

61. "Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukmo."

(Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan)

62. "Mohon, mangesthi, mangastuti, marem."

(Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama)

63. "Natas, nitis, netes."

(Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali)

64. "Ala lan becik iku gegandhengan, kabeh kuwi saka kersaning Pangeran."

(Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan)

65. "Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati."

(Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat)

66. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah."

(Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita)

67. "Urip kang utama, mateni kang sempurna."

(Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya)

68. "Ajar seko wulu kelek, meh kecepit tapi tetep tegar bertahan lan tetep tumbuh."

(Belajar dari bulu ketek, meski selalu terhimpit, tetap tegar bertahan dan tetap tumbuh)

69. "Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan."

(Sebaik-baiknya orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi)

70. "Ala lan becik iku gegandhengan. Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran."

(Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan)

71. "Dalan urip lan pangane wis cemepak cedhak kaya angin sing disedhot bendinane."

(Jalan hidup dan rezeki itu sudah disediakan seperti udara yang dihirup setiap hari)

72. "Natas, nitis, netes."

(Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali)

73. "Sabar iku ingaran mustikaning laku."

(Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibarat sebuah hal yang sangat indah dalam sebuah kehidupan)

74. "Aja keminter mundhak keblinger, aja cidra mundak cilaka."

(Jangan sok pintar nanti salah. Jangan curang, nanti jadi celaka)

75. "Aja mbedakake marang sak sapadha-pada."

(Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)

76. "Ojo milik barang kang melok."

(Jangan tergiur barang yang berkilau)

77. "Ambeg utomo, andhap asor."

(Selalu menjadi yang utama, tapi selalu rendah hati)

78. "Gusti Allah mboten sare."

(Tuhan tidak pernah tidur)

79. "Kuat dilakoni, yen ra kuat madepo marang gusti."

(Kuat dijalani, jika tidak kuat menghadaplah pada Tuhan)

80. "Aja ngaji kejayaan kang ala rautah."

(Jangan belajar jika untuk kepentingan yang salah dan untuk disalahgunakan)

81. "Singkirna sifat kanden wanci."

(Jauhi sifat yang tidak baik yang akan mencelakakanmu)

82. "Aja lunga layaran ing lautan."

(Jangan berlayar di lautan jika kamu tidak memiliki cukup persiapan)

83. "Nerimo ing pandum."

(Menerima segala pemberian dari Allah dengan ikhlas dan lapang dada)

84. "Wong pinter kalah karo wong beja."

(Orang pintar kalah dengan orang beruntung)

85. "Basa iku busananing bangsa."

(Budi pekerti seseorang bisa terlihat dari tutur kata yang diucapkannya)

(brl/pep)

RECOMMENDED BY EDITOR