Brilio.net - Sosok Sapardi Djoko Damono tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, bahkan anak muda pun begitu mengenal sastrawan satu ini. Terlebih bagi mereka yang fokus pada bidang atau para mahasiswa lulusan sastra.

Sapardi Djoko Damono memiliki banyak karya yang sudah dinikmati banyak orang. Salah satu karyanya yang berjudul Hujan Bulan Juni sudah diangkat dalam layar lebar. Sejumlah penghargaan juga telah diraihnya lewat karya-karyanya yang indah.

Karya Sapardi Djoko Damono terus dikenang dan berhasil membius banyak orang. Bahkan bagi orang yang tak senang dengan sastra saja bisa langsung menyukai karya-karyanya yang luar biasa. Tak jarang karyanya lantas dijadikan quote penyemangat hidup bagi banyak kalangan.

Bagi kamu yang ingin membaca kata-kata romantis Sapardi Djoko Damono yang indah dan menyentuh hati, berikut 40 kata-kata quotes romantis Sapardi Djoko Damono, seperti dihimpun brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (22/7).

1. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikan tiada."

Loading...

2. "Kesepian adalah benang-benang halus ulat sutera yang perlahan-lahan, lembar demi lembar mengurus orang sehingga ulat yang ada di dalamnya ingin segera melepaskan diri menjadi kupu-kupu."

3. "Cemaskan aku kalau nanti air hening kembali."

4. "Dalam diriku mengalir sungai panjang, darah namanya."

5. "Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur."

6. "Nasib memang diserahkan kepada manusia untuk digarap, tetapi takdir harus ditandatangani di atas materai dan tidak boleh digugat kalau nanti terjadi apa-apa, baik atau buruk."

7. "Barangkali sudah terlalu sering ia mendengarnya, dan tak lagi mengenalnya."

8. "Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan."

9. "Tuhan, aku takut. Tolong tanyakan padanya siapa gerangan yang telah mengutusnya."

10. "Katamu dulu kau takkan meninggalkanku. Omong kosong belaka! Sekarang yang masih tinggal hanyalah bulan yang bersinar juga malam itu dan kini muncul kembali."

11. "Lepaskan semua dari pikiranmu garis warna-warni yang silang-menyilang di benakmu itu."

12. "Aku tidak punya hak memilihkan calon istri untukmu. Pilihan penuh ada di tanganmu."

13. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu."

14. "Kita pun menyanyi selepas-lepasnya, sepasang kekasih yang tuli dan buta."

15. "Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni, dibiarkannya yang tak terucapkan, diserap akar pohon bunga itu."

16. "Lalu senyap pula. Berapa zaman telah menderita semenjak ia pun mengusir kita dari sana."

17. "Sesaat adalah abadi. Sebelum kau sapu taman setiap pagi."

18. "Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput."

19. "MencintaiMu harus menjadi aku."

20. "Ia telah meletakkan hidupnya di antara tanda petik."

Setiap kata yang disampaikan Sapardi Djoko Damono biasanya berhasil menenangkan hati orang. Selalu membuat orang terpana akan keindahannya.

Seperti diketahui, Sapardi Djoko Damono mulai menulis ketika dirinya masih di bangku sekolah. Saat itu karya-karyanya sudah sering dimuat di majalah.

quotes romantis Sapardi Djoko Damono © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@nitiptuku.id

Kecintaannya dalam menulis semakin meningkat ketika dirinya memasuki perguruan tinggi. Ia kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tulisan-tulisannya yang puitis, membuat banyak orang kagum.

21. "Dalam diriku meriak gelombang sukma, hidup namanya."

22. "Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang."

23. "Lepaskan semua dari pikiranmu garis warna-warni yang silang-menyilang di benakmu itu."

24. "Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku tak kan pernah selesai mendoakan keselamatanmu."

25. "Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa."

26. "Aku tidak punya hak memilihkan calon istri untukmu. Pilihan penuh ada di tanganmu."

27. "Barangkali sudah terlalu sering ia mendengarnya, dan tak lagi mengenalnya."

28. "pohon-pohon masih tegak, mereka pasti mengerti dendam manusia yang setia tetapi tersisih ke tepi."

29. "Mencintai air harus menjadi ricik..."

30. "Apakah? Mungkin ada juga hujan yang jatuh di lautan. Selamat malam."

31. "Nanti dulu, biarkan aku sejenak berbaring di sini. Ada yang masih ingin ku pandang. Yang selama ini senantiasa luput."

32. "Aku musafir yang sedang mencari air, kamu sungai yang melata di bawah padang pasir."

33. "Pada suatu hari nanti, jasadku tak akan ada lagi. Tapi dalam bait-bait sajak ini kau tak kan kurelakan sendiri."

34. "Tuhan merawat segala yang kita kenal dan juga yang tidak."

35. "Kemiskinan adalah hantu yang setia menjaga kebanyakan rumah di desa."

36. "Mana ada hantu mau tinggal di kampung miskin yang kebanyakan warganya tidak doyan makan hantu?"

37."Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara."

38. "Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi."

39. "Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana."

40. "Duduk di boncengan sepeda Kunto malam-malam, Suti merasa seperti merapat ke tungku hangat."

Sapardi Djoko kini telah tiada. Dia mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu 19 Juli 2020. Pujangga terkemuka itu meninggal dunia di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan pukul 09.17 WIB. Sapardi Djoko meninggal di usia 80 tahun.

RECOMMENDED BY EDITOR