Brilio.net - Hujan merupakan fenomena alam yang diberikan Tuhan sebagai karunia. Adanya hujan membuat setiap makhluk hidup tak kekurangan air. Karena itulah hujan merupakan salah satu sumber kehidupan yang patut disyukuri.

Namun bagi sebagian orang, hujan juga dimaknai sebagai bentuk dari perasaan. Setiap tetes hujan dikatakan mampu membawa kenangan. Dengan rangkaian kalimat yang indah, hujan pun berubah menjadi salah satu ungkapan untuk menunjukkan sisi romantis, mengungkapkan rasa rindu, hingga dijadikan nasihat bijak.

Kata-kata tentang hujan ini juga sering dijadikan caption Instagram atau media sosial lainnya. Nah, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Jumat (22/10), inilah kata-kata mutiara tentang hujan yang puitis dan penuh makna.

Kata-kata mutiara tentang hujan romantis.

kata mutiara hujan © 2021 brilio.net

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

foto: Instagram/@ruang_sajak99

1. "Hujan punya alasan kenapa ia jatuh, tapi aku tidak punya alasan mengapa hatiku jatuh kepada kamu."

2. "Hujannya di beri formalin kali ya, awet banget seperti cinta aku ke kamu yang selalu awet tak pernah berhenti untuk mencintaimu."

3. "Derasnya rintik hujan dan gemuruh petir tak ku pedulikan ketika kau tahu bahwa aku mencintaimu."

4. "Kamu bagaikan hujan dan aku hanyalah rintik bumi yang gersang, yang kalau turun turun kamu sirami aku dengan rintik kabahagiaan."

5. "Kamu pernah lihat hujan? coba dech kamu hitung berapa jumlah air hujan yang turun, maka sebanyak itulah sayang dan cintaku kepadamu."

6. "Ketika kau mencintainya dan kau hanya dapat hujan, maka cintailah aku sebagai pelangimu."

7. "Aku sudah bosan mulai bosan menjadi penikmat hujanmu, bisakah kali ini kau tuntun aku menuju altar pelangi pelangi bahagiamu."

8. "Air hujan yang turun bisa hilang oleh waktu, namun cintaku kepadamu tidak akan pernah habis oleh waktu.”

9. "Aku ingin kau tahu, bahwa diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama dalam beribu-ribu rintik hujan, dan aku berharap bahwa masa depanku ini ingin selalu bersamamu."

10. "Cinta yang tulus bagaikan rintikan hujan, selalu menenangkan dari gelisah, selalu menyenangkan dari resah."

11. "Derasnya hujan yang setiap hari turun dari langit dengan memberikan sejuta manfaat bagi manusia, namun derasnya hujan sama halnya sama dengan cintamu kepadaku yang selalu memberikan berbagai macam cerita dalam hidupku."

12. "Hujan selalu kembali walau di telah jatuh berkali-kali, seolah tidak peduli berapa banyak sakit yang dia rasakan."

13. "Kamu tahu hal yang paling romantis dari hujan? Dia selalu mau kembali meski tahu rasanya jatuh berkali-kali."

14. "Kedatangan hujan benar-benar menyejukkan hati, begitu juga padamu. Tapi ketika hujan pergi pamit, aku takut apakah kamu juga akan begitu?"

15. "Saat rintik hujan turun membasahi bumi jangan sampai tetesan air matamu juga membasahi pipi, kamu harus tahu, bahwa air matamu jauh lebih berharga."

16. "Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu. Aku ingin orang itu selamanya."

17. "Senang bisa mencintaimu seperti ini, yang sewajarnya pelangi di antara rintik hujan yang menari-nari."

18. "Kamu seperti hujan. Jatuh pada hati yang tepat, namun diwaktu yang salah."

19. "Kamu itu sedingin hujan, secuek manusia, dan setabah bumi. Tapi dibalik itu, kamu adalah orang yang tetap ada, menemani aku sampai saat ini."

20. "Jatuh cinta padamu itu mudah, aku hanya perlu melewati hujan dan menjadi teduh untukmu."

21. "Setelah hujan yang kita lalui, kisah kita telah terpatri menjadi cerita indah dan semoga abadi."

22. "Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih."

Kata-kata mutiara tentang hujan tentang rindu.

kata mutiara hujan © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@katakata__remaja

23. "Heningnya malam ditemani suara hujan, mengingatkan semua kenangan saat itu. Saat kita berjalan dibawah rintik air hujan, dinginnya udara merasuk dalam tubuh dan hilang ketika kau genggam erat tanganku."

24. "Tak jelas apa yang kurasa di tahun ini. Kesenangan yang cukup semu, kebahagiaan yang tak menentu. Rintik lebih banyak terasa, rindu lebih banyak tiba."

25. "Kenangan terindah kita adalah kau dan aku bersama disaat hujan."

26. "Pada rintikan melodi sang hujan yang menjadi penenag diri, teman dalam sunyi dan obat kala merindu, kutitip cerita hari ini untuk kenangan yang tak ada habisnya."

27. "Melihat langit selepas hujan, hawa segar yang kurasakan. Seketika hati menjadi cerah, terlintas kenangan-kenangan yang indah. Terbesit senyum menawanmu, melintas dipelupuk mataku. Seketika bibir ini ikut tersenyum, mengingatmu sebagai orang yang kukagumi."

28. "Ketika aku berusaha untuk tak lagi membahasmu, hujan dengan mudahnya menjatuhkan semua kenangan tentangmu."

29. "Banyak sekali pesan yang tak tersampaikan. Janji yang terhiraukan, kenangan yang terlupakan, dan rindu yang terhapuskan oleh derasnya guyuran hujan."

30. "Bukan hanya hujan, engkau juga dijatuhkan Tuhan ke dalam ingatan yang amat deras oleh kenangan."

31. "Hitunglah ada berapa banyak rintik hujan yang jatuh, maka sebanyak itulah rinduku yang sampai kepada dirimu."

32. "Aku merindukanmu seperti bumi memandang awan, dengan kata paling rahasia ia mendoakanmu menjadi hujan."

33. "Aku titipkan rindu ini pada langit untuk disampaikan kepada mu lewat hujan."

34. "Hujan dan kamu adalah rindu. Kita kan menikmatinya dalam senja-senja beranjak pulang. Dalam rasa sayang yang tak akan pernah hilang. Bahkan saat hujan telah berhenti."

35. "Kepada hujan yang menjamah bumi, dinginmu tak kunjung usai, meski kau telah berlalu. Seperti rinduku, pada seseorang, yang hanya diam. Dari aku, yang belum lelah merindu."

36. "Sebab langit-Nya adalah candu. Terang membawa riang, dan hujan membawa rindu yang tak berkesudahan."

37. "Aku menyampaikan rindu lewat hujan, dan dia mewakili perasaan lewat tetesan."

38. "Sederas apapun ia turun, semenakutkan apapun ia turun, sesakit apapun ia turun, hujan tetaplah air yang akan selalau menghadirkan suatu kenangan dan kelembutan."

39. "Seperti hujan, kamu. Rindu adalah gerimis yang melebat. Mengalitkan kamu ke dalam anganku. Selalu, dan tiba-tiba."

Kata-kata mutiara tentang hujan bijak dan bermakna.

kata mutiara hujan © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@goresanpenadakwah

40. "Setelah hujan, matahari akan muncul kembali. Begitu juga dengan kehidupan, setelah rasa sakit, bahagia akan datang."

41. "Apa yang lebih buruk dari hujan di senin pagi? Kenyataan bahwa kau masih betah hidup dimasa lalu yang kelam."

42. "Hujan di pagi hari, itu juga Anugerah-Nya, tak perlu menggerutu dalam hati, sudah cukup saja disyukuri, semoga hujan membawa berkah pagi ini."

43. "Jika engkau menginginkan pelangi, engkau harus menerima hujan."

44. "Jika mendung pagi ini berakhir dengan hujan, itulah takdir Tuhan. Tapi jika mendung di pikiran mengeliminasi kebahagian, itulah kerugian."

45. "Jika rintik hujan tak mampu menghapus sedihku, maka aku berharap matahari datang esok hari membawa mimpi baru."

46. "Ketenangan bukanlah berdiri di bawah payung ketika hujan, tetapi ketika mampu menari dibawah hujan."

47. "Ketika hujan turun, tidak hanya membawa sejuta kenangan indah bersamamu, namun juga membawa sejuta keberkahan untuk bumi ini."

48. "Pagi, hujan, dan segelas kopi. Kamu punya samudera untuk bahagia, kenapa memilih berenang di kolam kesedihan?"

49. "Pelangi yang muncul setelah hujan menjadi janji alam jika masa buruk telah berlalu, dan masa depan akan baik-baik saja."

50. "Pernahkah kau bayangkan, setegar apa embun yang dibasuh hujan di suatu pagi."

51. "Saat hujan turun di pagi hari, aku enggan untuk mengeluh, karena yang aku lihat, Pagi tidak pernah berubah, pagi adalah waktu untuk melangkah Selamat pagi sahabat, selamat beraktifitas."

52. "Semua orang ingin bahagia, tak ada yang ingin bersedih, namun kamu tak akan bisa melihat pelangi tanpa ada hujan."

53. "Semua pasti akan menjadi lebih baik, sekarang mungkin Anda menghadapi badai tapi ingat hujan pasti akan berhenti."

Kata-kata mutiara tentang hujan yang bikin galau

kata mutiara hujan © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@penyuka.hujan

54. "Kamu benar, hujan kali ini nampak berbeda. Dingin rasanya saat hujan membasuh tangan yang lama tak berjumpa denganmu."

55. "Hujan yang jatuh malam ini terasa lebih dalam, mengetuk hati yang mencoba melupakan. Membiarkan raga dan pikiran tuk menyelam, lalu apakah kamu akan datang?"

56. "Nyatanya pergi darimu bukan keahlianku. Hujan dan waktu membawaku lagi ke jalan pulang padamu."

57. "Hujan turun diwaktu yang tepat, ia mampu merobek kembali setiap jahitan luka yang tadinya terlihat kokoh membendung setiap pedih yang dulu sempat menjadi sumber derita."

58. "Hujan kembali hadir menemani bayangmu yang enggan menyingkir. Maaf aku kembali merindu, bisakah setelah ini kita bertemu?"

59. "Semoga hujan kali ini bisa mengobati rindu dan membasuh lara atas peninggalan masa lalu."

60. "Terimakasih telah kembali berteduh. Meski kau tahu, aku tak pantas menjadi tempat kau berlabuh."

61. "Air mata kadang menjadi hujan-hujan yang kusembunyikan."

62. "Banyak kenangan yang jatuh dar langit mengenai mereka yang menilik. Ada yang gagal untuk kembali tegar, meski hati sudah mengikhlaskan."

63. "Bukankah kamu tahu bahwa aku selalu saja jatuh hati padamu. Lalu kenapa kamu selalu angkuh seperti payung yang menghalangi hujan kepada bumi?"

64. "Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh didadaku. Ia memaksaku untuk menjadi sendiri."

65. "Perkara hujan yang tak kunjung datang tak usah dipertanyakan. Pertanyakanlah dirimu yang selalu datang tapi tak kunjung menyatakan perasaan."

66. "Jenuh, ucap hati yang sedang kelabu. Tak lama awan gelap menutupi langit. Ditinggalkannya rintikan hujan yang sedang menggebu, serta kenangan yang mencoba menetap diantara pilu."

67. "Aku menginginkanmu, tarik tanganku dan bawa aku berteduh bersamamu, menepi dari hujan yang membasahi pipiku."

68. "Ketika aku ingin melangkah dekat ke arahmu, hujan selalu saja menghapus jejakmu. Apakah ini waktu yang tepat bagiku untuk tak lagi mengejarmu?"

69. "Tetes hujan semakin riuh seiring dengan rasaku yang mulai runtuh. Mulai saat ini, jangan lagi merayu atau memintaku menunggu. Kita akan baik walau tak lagi bersatu."

70. "Setelah malam demi malam kucoba untuk tak jatuh hati padamu, dengan mudahnya kau datang dengan hujan yang sama seperti dulu."

71. "Aku berharap bisa seperti hujan yang punya satu tujuan untuk jatuh ke bumi meski proses yang dilaluinya berat."

72. "Mungkin aku salah telah melewatkanmu kala hujan. Masihkah ada ruang untukku menjadi teduhmu?"

73. "Berat rasanya ketika jauh darimu sendiri melewati hujan yang tak lagi ramah seperti dulu."

74. "Pada bait ini, bayangmu kembali mengisi. Hujan datang dengan deras tanpa permisi, membawaku kembali tuk sendiri."

75. "Hari ini, hujan semakin deras di balik jendela. Dan tangis yang terisak semakin tak terbendung. Apakah kita sudah sampai pada tujuan?"

76. "Ketika rintik hujan bicara, tunjukkan arah titik bertemu. Maukah kau temui aku disana, lupakan dunia seperti dulu?"

77. "Kukira kau rumah, nyatanya kau hanya payung yang berbeda."

78. "Lalu siapa kamu? Seseorang yang mencoba menjadi payung saat air mata ini jatuh. Seseorang yang mencoba menjadi payung saat air mata ini jatuh. Seseorang yang mencoba membasuh hati ini saat mulai luruh."

79. "Aku seperti hujan, mudah untuk jatuh tapi butuh waktu lama untuk kembali menjadi awan."

80. "Kau bisa menghapus namanya dalam kehidupanmu, tapi percayalah bahwa kenangan adalah jejak yang tak bisa kau paksa untuk dihilangkan. Indahnya pelangi sekalipun tetap yang kau rindukan adalah hujan."

81. "Dengan bodohnya aku sengaja menari dibawah hujan. Namun kamu malah terdiam ditempat teduh dengannya."

82. "Kadang aku iri dengan mereka yang kau sebut dalam kisah-kisahmu. Tapi sadarkah kau? Aku selalu jadi tempat berteduh saat kau dilanda hujan yang mereka buat."

83. "Kita berada dipijakan yang sama, meski hati tak lagi sama. Aku siap menjadi teduhmu kembali, meski kadang aku yang harus jatuh berkali-kali."

84. "Hujan malam ini terasa berbeda, tak seperti biasanya yang mengingatkanku tentang kita. Ditengah kehampaan ini dirimu hadir dan membuatku bertanya 'kaukah itu?'"

85. "Kukira kau rumah, nyatanya hujan lebih sering jatuh diantara pipi ini karenamu."

86. "Hujan masih turun dengan segudang cerita yang dibawa. Berat rasanya ketika cerita ini harus disimpan sendiri tanpa namamu didalamnya."

87. "Jejak-jejak hujan berserak diantara jalan ketika pulang. Ditinggalnya cerita lama yang mulai menyapa."

88. "Dan kenyataan masih saja menyakitkan, meski terasa lega. Lagi-lagi hujan jatuh dengan segala kecewa yang mencoba untuk berbicara."

89. "Bukan soal yang jatuh, hanya saja hati terasa berat ketika kau jatuh pada dia yang kau sebut dalam ceritamu kali ini."

90. "Hujan datang memberi isyarat bahwa rindu bukan hanya sekedar menunggu, tapi menjaga hati meski rapuh."

91. "Dengan harapan agar temu kembali bertuan, karena rindu datang bagaikan air hujan."

92. "Kamu seperti air hujan yang coba kutangkap malam tadi. Semakin keras kupegang, semakin lihai kau pergi melewati celah gelapnya malam."

93. "Katakan padanya, aku menyukai momen saat memeluknya dibawah hujan, berdua di atas motor. Tak ada suara, hanya saling tatap dari kaca spion. Sederhana, namun aku merindukannya."

94. "Kepada hujan, kutitipkan rindu untuk rasa yang pernah tumbuh dan kenangan yang tak hangus dimakan waktu."

95. "Akhir-akhir ini dunia masih saja kelabu, apakah kamu masih haru setelah dia dengan yang baru?"

96. "Tetesan hujan membuatku mengingat kembali masa itu. Masa disaat kamu adalah prioritasku, namun sekarang aku pun tak tau bagaimana keadaanmu."

97. "Sayangnya aku terlanjur terluka, seperti angin yang berdampingan dengan hujan, namun hanya dianggap sebagai badai."

98. "Kamu benar, nyatanya aku belum siap untuk semua perpisahan ini. Denganmu, hujan, dan semua hal yang ada di cerita ini."

99. "Dan hujan lagi-lagi jadi teman yang setia kala kamu jauh disana."

100. "Saat hujan datang, seseorang kembali merasakan sakit, seseorang menjadi tenang, seseorang mendapat kenangan, seseorang menyapa rindu, seseorang lainnya bahkan tak peduli."

101. "Lelah diri ini menunggumu dengan segudang cerita yang ingin kusampaikan. Pada hujan mulai jatuh kembali, apakah ini tanda untukku jatuh lagi?"

(brl/guf)

RECOMMENDED BY EDITOR