Brilio.net - Menjadi seorang content creator sekarang lebih mudah dengan bantuan internet. Kamu hanya perlu mengunggah konten ke media sosial seperti Instagram dan YouTube. Tinggal menunggu kontenmu viral, pundi-pundi uang akan menghampirimu. Gampang bukan?

Tapi kenyataan sangat berbeda dengan realita. Membuat sembarang konten tak akan membuatmu otomatis viral. Kamu membutuhkan kreativitas, ide apik, dan eksekusi yang matang agar kontenmu semakin bagus. Belajar secara otodidak saja tidak cukup, kamu butuh seorang mentor agar karier sebagai content creator semakin sukses.

HP Indonesia Mentorship Project menjawab permasalahan ini. Sutradara Angga Dwimas Sasongko, dan fotografer fesyen Nicoline Patricia Malina, didapuk jadi mentor. Prestasi mereka nggak terbantahkan. Angga Dwimas merupakan sutradara dari film terkenal seperti Wiro Sableng 212 dan seri Filosofi Kopi. Nama Nicoline melambung di dunia fotografi fesyen. Karyanya sering tampil di majalah terkenal seperti Harper’s Bazaar Indonesia.

“HP Mentorship Project merupakan bukti komitmen kami untuk mempersiapkan creator content Indonesia seraya memenuhi kebutuhan mereka. Ini adalah platform di mana mereka dapat belajar dari mentor terkemuka di industri kreatif. Mereka juga bisa mengekspresikan kreativitas mereka dengan inovasi terpercaya dan andal yang kami miliki,” tegas Chief Operating Officer HP Indonesia, Hendry Widjaja.

Sudah berlangsung dari awal tahun 2019, HP Mentorship Project kini memiliki seorang juara. Seleksi ketat dan mentoring langsung dari pakarnya menghasilkan karya yang inspiratif.

Digembleng langsung oleh Angga Dwimas dan Nicoline, mereka kini punya gambaran yang jelas tentang bagaimana pembuatan konten berkualitas. Yuk kita ikuti perjalanan mereka dari awal hingga akhir!

1. Seleksi yang ketat.


Dari 17 Januari 2019, HP mencari content creator cemerlang dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta harus memberikan ide proposal konten yang ingin mereka buat. Peserta HP Indonesia Mentorship Project akan digembleng untuk menelurkan karya inspiratif di bidang film dan fotografi. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh anak muda Indonesia. Terbukti, ada lebih dari 1.500 submisi ide kreatif yang masuk.

2. Roadshow campus to campus.


HP juga memberi kesempatan anak-anak muda di berbagai kampus turut belajar bagaimana menjadi content creator sukses. Event ini diadakan di Universitas Pelita Harapan, Universitas Trisakti, Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Indonesia.

Seakan tak mau ketinggalan, antusiasme peserta sangat terlihat dalam roadshow campus to campus ini.

"Dari sini saya bisa ketemu sama bakat-bakat baru yang bisa di-nurture dan mudah-mudahan bisa jadi filmmaker yang handal untuk industri film Indonesia," ujar Angga Dwimas.

3. Finalis HP Mentorship Project punya gambaran jelas tentang karya mereka.


Setelah melalui proses ketat, 10 finalis dari kategori fotografi dan film terpilih. Mereka digembleng langsung oleh Angga Dwimas dan Nicoline pada 6-7 April lalu di Cikini, Jakarta Pusat.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama acara tersebut. Selama workshop, finalis fotografi ditugaskan untuk mempresentasikan seri foto yang diambil ketika mengunjungi kawasan utama seperti Bundaran HI dan stasiun MRT. Finalis film mendapat tugas dari Angga Dwimas untuk membuat production book yang berisi proses produksi video.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Buat @anggasasongko ketemu finalis HP Mentorship Project yang dia pilih langsung, dan bisa bantu produksinya itu menyenangkan. Stay tuned untuk lihat produksi dari para finalis dan pemenang HP Mentorship Project! #HPx360

A post shared by HP Indonesia (@hpindonesia) on

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Di HP Mentorship Project, @npmalina berkesempatan untuk berkenalan dan mengajar langsung para finalis dengan ide-ide out of the box mereka. Penasaran hasil para finalis kategori foto di HP Mentorship Project? Stay tuned #HPx360

A post shared by HP Indonesia (@hpindonesia) on


Belajar banyak, finalis mendapat ilmu proses pembuatan konten yang berkualitas.

“Dapet banget basic fundamental dari bikin sebuah cerita,” ujar salah satu finalis.

“Harus berpikir cepat dan punya ide-ide baru,” tambah finalis lainnya.

4. Ini dia pemenangnya!

Selain mendapat ilmu dari pakarnya, finalis juga mendapat hadiah istimewa dari HP. Masing-masing finalis membawa pulang laptop HP Pavilion X360. Kerennya lagi, mereka juga mendapat dana Rp 10 juta dari HP Indonesia untuk membuat konsep ide mereka menjadi kenyataan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

"Selamat kepada Balqis Az Zahra (@hei.acis) sebagai pemenang Mentorship Project kategori . Swipe kiri untuk sneak peek concept Zahra, sebuah observasi puitis mengenai kota dan cerita para penghuninya. Bagi Zahra, "berkarya adalah hidupku, dan memotret adalah nafasku. Seni fotografi tidak hanya tentang menangkap momen yang tepat, tapi juga memahami objek foto dan menyelami kisah mereka sepenuhnya. HP Pavilion mendukungku mencari dan menangkap inspirasi bagi objek dan proyek foto berikutnya, di mana pun aku beraktivitas." Stay tuned untuk exhibition-nya ya! #KeepReinventing

A post shared by HP Indonesia (@hpindonesia) on


Dari 10 finalis, Bobby Zarkasih keluar sebagai pemenang kategori film. Di kategori fotografi, Balqis Az Zahra berhasil menyabet gelar juara. Karya Bobby berjudul Gedoran Depok berhasil membuatnya jadi pemenang. Balqis menelurkan karya Sense of Place yang bercerita tentang hubungan manusia dan tempat di mana mereka berada.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

"Selamat untuk Bobby Zarkasih (@bobby_zk) yang merupakan pemenang Mentorship Project kategori Swipe kiri untuk teaser project Bobby ya! Melalui projectnya yang bertitel "Gedoran Depok," Bobby bereksperimen dengan format dokumenter dan performative untuk menuturkan kisah yang belum banyak diceritakan: penyerangan brutal terhadap para "Belanda Depok" oleh laskar rakyat di tahun 1945. Sebagai kreator muda, convertible HP Pavilion memberinya kebebasan untuk melakukan berbagai tugas sekaligus. #KeepReinventing

A post shared by HP Indonesia (@hpindonesia) on


"Finalis HP Mentorship Project memiliki potensi besar. Saya senang bisa membantu para content creator untuk menunjukkan bakat mereka," ungkap Angga Dwimas.

“Dua hari terakhir ini menyenangkan sekali, karena saya dapat memahami bagaimana para finalis mewujudkan ide-ide barunya,” ujar Nicoline tak mau ketinggalan.

 

RECOMMENDED BY EDITOR