Brilio.net - KH Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus merupakan salah satu ulama yang sangat terkemuka di Indonesia. Selain dikenal sebagai ulama, Gus Mus juga dikenal sebagai penyair atau budayawan.

Pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 ini merupakan sosok kyai kharismatik yang multitalenta. Sebagai seorang penyair, ia kerap memberikan nasihat serta quotes bijak lewat media sosial seperti Twitter, Instagram dan Facebook. Jadi, nggak heran jika berbagai kalangan sangat dekat dengan beliau, sebab Gus Mus menunjukkan sikap tak pandang bulu untuk bersosial.

Meski dengan umur yang tidak muda lagi, Gus Mus selalu ingin belajar berbagai hal baru yang ada saat ini. Di media sosial yang dimiliki Gus Mus, ia selalu diserbu followers yang mencintai sosoknya. Quotes bijak yang ia sebarkan, dipercaya mampu memberikan motivasi terutama untuk anak-anak muda jaman sekarang. Berikut 95 quotes Gus Mus tentang kehidupan, dihimpun brilio.net dari berbagai sumber pada Kamis (14/10).

1. Islam adalah agama cinta

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

2. Tapi kebanyakan orang malah berlaku sebaliknya.

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

3. Jangan sibuk cari kekurangan orang lain ya!

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

4. Nah tuh!

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

5. Ada yang seperti ini?

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

6. Eyaa...jangan sampai berburuk sangka dengan Allah.

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

7. Yang terlalu sibuk sampai semuanya aja dititipin

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

8. Bila berduka jangan diumbar di media sosial ya!

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

9. Budi pekerti adalah juru bicara hati yang bersih.

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

10. Takabur, dengki, dan amarah itu musuh yang sering mengganggu manusia.

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

11. Lagi marak banget yang seperti ini, iya kan?

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

Quote Gus Mus © 2016 brilio.net

Quotes Gus Mus tentang kehidupan.

Quotes Gus Mus tentang kehidupan © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

12. "Sering kali pilihan Tuhan untuk kita tidak seperti yang kita inginkan. Baru belakangan kita ketahui bahwa pilihanNYA yang terbaik."

13. "Sombong ialah lebihan ketololan dimana pemiliknya tak tahu harus dikemanakan."

14. "Orang yang tidak mampu melihat kekurangannya sendiri, sulit bisa melihat kelebihan-kelebihan orang lain."

15. "Menghormati orang lain adalah bagian dari menghormati diri sendiri."

16. "Ada yang sibuk memperdebatkan ibadah, hingga tak sempat ibadah."

17. "Sebelum menendang, perlu engkau sadari bahwa engkau akan berdiri dengan satu kaki saja."

18. "Boleh berhenti sekolah, tapi jangan berhenti belajar."

19. "Iman tidaklah sekedar ucapan, tapi amanah dan tanggung jawab."

20. "Masing-masing kita punya kelebihan dan kekurangan. Marilah saling melengkapi dan menyempurnakan untuk mencapai kebahagiaan sempurna, kebahagiaan kita bersama."

21. "Orang yang paling lemah ialah orang yang tidak mampu mendapatkan teman. Lebih lemah lagi: org yg mendapatkannya dan menyia-nyiakannya."

22. “Berkata baik atau diam” adalah pesan Nabi yang sederhana tapi sungguh penting dan berguna untuk diamalkan dan disosialisasikan.”

23. "Orang baik ialah orang yang mengingat kebaikan orang kepadanya dan melupakan kebaikan sendiri kepada orang lain."

24. "Allah pasti mengabulkan doa kita. Atau kah Ia memberi apa yang kita minta, atau menggantinya dengan yang lebih manfaat dari yang kita minta."

25. "Ada yang pikun pada waktunya, ada yang sebelum waktunya. Semoga, jika pun pikun, pikun kita tidak membuat bingung orang."

26. "Sebesar apa pun masalah kita, akan terasa kecil bila kita benar-benar yakin mempunyai.”

27. "Apa pun sebabnya, kebencian kepada sesama hamba Allah, hanya akan merugikan diri sendiri."

28. “Bersikap baik dan berhati-hati terhadap Allah itu termasuk tidak bersikap sembrono terhadap hamba-hambaNya."

29. "Tak ada gunanya kita menyebar aib atau keburukan orang; menutupinya justru bermanfaat bagi kehidupan kita di akhirat, insyaAllah.”

30. "Kalau tidak ingin kehilangan kekasih, pastikanlah kekasihmu adalah Kekasih yang selalu Ada."

31. "Kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Adil itu lebih dekat kepada takwa. Takwalah kepada Allah."

32. "Menurut seorang arif, Orang bijak ialah orang yang tahu kapan mesti bicara; bagaimana berbicara; dan dengan siapa dia bicara."

33. "Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan."

34. "Berpikirlah sebelum bertindak, mencakup juga berpikir sebelum bicara dan sebelum menulis."

35. "Jangan berlebihan membenci. Nanti engkau akan menghalalkan segala cara untuk mendiskreditkan orang yang engkau benci. Dan engkau sendiri yang rugi."

Quotes Gus Mus penuh makna.

Quotes Gus Mus tentang kehidupan © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

36. “Berlebihan dalam mencintai maupun membenci, bisa menghilangkan akal sehat.”

37. "Penampilan luar orang belum tentu menggambarkan pribadinya, bahkan seringkali kita terkecoh kalau hanya melihat penampilan seseorang. Bukankah kita sering melihat orang yang tampaknya sopan dan halus, ternyata tabiatnya suka menghasut."

38. "Malaikat tidak pernah salah, setan tidak pernah benar. Manusia bisa salah dan benar, maka kita dianjurkan saling mengingatkan bukan menyalahkan."

39. "Geram pada malam tak hilangkan kelam, murka pada siang tak sirnakan bayang."

40. "Orang yang hanya mendengarkan suaranya sendiri, apa bedanya dengan orang tuli?"

41. "Berbuat baik sajalah dan biarkan mereka yang menerima kebaikanmu yang mengingatnya."

42. "Caci maki dan fitnah sama sekali bukanlah argumentasi dan jauh dari akhlak Islami."

43. "Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."

44. "Kecantikan batiniahmu dapat memperelok lahiriahmu dan tidak sebaliknya."

45. "Berusahalah membalas kebaikan orang, meski dengan sekedar berdoa baik untuknya. Tapi jangnlah mengharap balasan keabaikanmu kepada orang."

50. "Orang itu kan macam-macam tabiatnya. Ada yang kasar, ada yang lembut. Ada yang sopan, ada yang tidak. Kita sendiri memang harus berusaha menjadi orang yang lembut dan sopan, tapi kan tidak harus membenci mereka yang belum bisa bersikap begitu."

51. "Upayakan agar minimal orang yang engkau sayangi menjadi baik atau lebih baik, setidaknya dengan mendoakannya."

52. "Sering-sering memamerkan kegagahan sering kali malah menunjukkan kekerdilan."

53. "Upayakan agar minimal orang yang engkau sayangi menjadi baik atau lebih baik, setidaknya dengan mendoakannya."

54. "Sebelum Anda menasihati orang banyak, sudahkah Anda menasihati diri Anda sendiri?"

55. "Berbahagialah mereka yang tidak mempunyai sesuatu untuk dikatakan dan diam."

56. "Mensyukuri anugerah tidak cukup dengan ucapan; tapi terutama dengan mempergunakan Anugerah itu semestinya."

57. "Kesombongan tidak mampu menutupi kebodohan, bahkan justru memperjelas. Kebodohan hanya bisa terkikis oleh kerendahan hati untuk terus belajar."

58. "Kebencian yang bercampur dengan iri dengki menyebabkan orang kalap dan seringkali menghalalkan segala cara."

59. "Kalau tidak ingin kehilangan kekasih, pastikanlah kekasihmu adalah Kekasih yang selalu ada."

60. "Wajah terindahmu ialah saat engkau tersenyum. Dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai dan tulus."

Quotes Gus Mus Islami tentang kehidupan.

Quotes Gus Mus tentang kehidupan © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

61. "Kita perlu berusaha selalu berbuat baik kepada hamba Allah; bukan demi mendapatkan balasannya, tapi demi mendapatkan ridlo-Nya."

62. “Asal kita mendahulukan kasih sayang, kita bukan hanya akan masuk surga tapi kita sudah di surga itu sendiri.”

63. "Kita diperintah berikhtiar, namun berhasil atau tidaknya ikhtiar kita, ada di 'tangan' Allah. Maka kita tidak boleh lupa memohon pertolongan kepadaNya."

64. "Jangan menyepelekan dosa terhadap sesama manusia. Dosa kita terhadap Allah mudah dimintakan ampun dan Allah Maha Pengampun; tapi dosa terhadap manusia, tak akan diampuni Allah sebelum manusia yang disalahinya memaafkannya."

65. "Menurut Rasulullah SAW, orang mukmin yang paling sempurna imannya dan paling dekat dengan beliau kelak di Hari Kiamat ialah orang yang paling bagus budi pekertinya."

66. "Bila sebelum menghina hamba Allah kita mengingat-Nya, insyaallah kita tidak akan pernah menghinanya. Maka marilah memperbanyak dzikir kepada-Nya."

67. "Kita berbuat baik kepada orang, sebagaimana Allah. Bukan sebagaimana orang berbuat baik kepada kita."

68. "Boleh jadi dosa yang kita anggap remeh adalah dosa besar di sisi Allah. Maka kita perlu selalu berhati-hati dan banyak beristighfar kepadaNya."

69. "Allah Maha Pemaaf, suka memaafkan. Bagi kita hamba-hambaNya pun, meminta dan memberi maaf sama-sama mulianya. Dan aku meminta maaf."

70. "Nalar dan Nurani adalah anugerah istimewa dari Allah. Jangan sia-siakan."

71. "Nabi menyuruh orang yang mengimani Allah dan Hari Akhir agar berbuat baik kepada tetangga, memuliakan tamu, dan bicara baik atau diam."

72. "Allah tidak segera menghukum kita ketika kita berbuat dosa, untuk memberi kesempatan kita bertobat dan memperbaiki diri."

73. "Cara mudah untuk saling memberi dan sekaligus bersama mengingat kemurahan Allah ialah saling mendoakan.”

74. "Orang yang merendahkan sesama makhluk Allah, merasa dirinya lebih tinggi, seperti saat Iblis merendahkan Adam."

75. "Nabi Muhammad SAW bersabda: " dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak mulia" Nabi tak berkata bergaullah dengan orang Muslim, atau kerabat, tapi dengan manusia."

76. “Hamba yang percaya dan berbaiksangka kepada Allah, tidak penakut dan tidak kikir."

77. "Mari kita "sembelih hewan" kita dan kita "hidupkan Manusia" kita."

78. "Kita berusaha memperbanyak dzikir lisan sekaligus dzikir hati, sebagaimana makna DZIKIR itu sendiri."

79. "Banyak berdzikir sangat dipujikan dalam agama dan tidak terlalu sulit melakukannya. Nah, sebagai orang beragama, seberapa banyakkah kita sempat berdzikir?"

80. "Tak ada gunanya kita menyebar aib atau keburukan orang; menutupinya justru bermanfaat bagi kehidupan kita di akhirat, insyaAllah."

81. "Menghormati tamu itu merupakan anjuran Rasulullah; jadi siapapun tamu kita, mesti kita hormati. Muslim yang baik ialah yang dapat menundukkan rasa suka dan tidak sukanya demi melaksanakan ajaran Rasulnya."

82. "Allah yang maha pengasih dan penyayang hanya mengasihsayangi hamba-hambanya yang memiliki rasa belas kasihan."

83. "Aku teringat apa yang kubaca tentang tablig Rasulullah SAW yang santun dan lembut. Benar-benar mengajak. Tak pernah Rasulullah tunjuk hidung. Jangan-jangan dalam bertablig panutan mubalig-mubalig itu bukan Rasulullah, pikirku. Lalu siapa?"

84. "Amar makruf dan nahi munkar seharusnya disampaikan dengan cara yang makruf juga."

85. "Menurut keyakinanku, istrikulah perempuan tercantik di dunia. Jika menurutmu, justru istrimulah yang tercantik ya tak masalah. Masing-masing kita kan punya hak berkeyakinan dan sudah memilih. Bukankah pilihan kita sejatinya adalah pilihan-Nya?"

86. "Tak selalu dia kupanggil dengan cinta, istriku. Kadang kupanggil dia dengan lembut, anakku. Tak selalu dia kupanggil dengan santun, istriku. Kadang kupanggil dia dengan nakal, penghiburku. Tak selalu dia kupanggil dengan lantang, istriku. Kadang bahkan kupanggil dia dengan diam, ruhku."

87. “Apa yang tidak mengingatkanmu kepada-NYA? lalu apa yang membuatmu lupa?”

88. “Jika kau bergembira, perlihatkanlah kegembiraanmu, agar orang di sekitarmu ikut gembira. Tapi bila berduka, jangan perlihatkan kecuali kepada-Nya.”

89. “Bila apa yang engkau harap-harapkan lambat datangnya, yakinlah bahwa Allah sedang menguji kesabaranmu.”

90. “Berfikir sama pentingnya dengan berdzikir. Mengapa orang sering dinjurkan untuk berdzikir sedang yang berfikir sering dianggap kafir.”

91. "Akal sehat merupakan anugerah Allah yang tak ternilai agungnya. Maka jangan biarkan kepentingan duniawi apa pun, sebesar apa pun menggusurnya."

92. “Barangsiapa mencari jodoh yang sempurna, maka bersiaplah untuk jomblo seumur hidup."

93. "Allah memuliakan kita dengan menganugerahi kita akal budi; maka tidak selayaknya kita merendahkan diri kita sendiri dengan menyia-nyiakannya."

94. "Santri bukan yang mondok saja tapi siapapun yang berakhlak seperti santri, dialah santri."

95. "Allah pasti mengabulkan doa kita. Atau kah Ia memberi apa yang kita minta, atau menggantinya dengan yang lebih manfaat dari yang kita minta."

(brl/ani)

RECOMMENDED BY EDITOR