Brilio.net - Nabi Zakaria Alaihissalam adalah seorang Nabi yang diutus oleh Allah untuk Bani Ismail. Beliau melanjutkan dakwah dari Nabi Sulaiman dan Nabi Daud. Sebagai seorang yang mendapat risalah, Nabi Zakaria juga memiliki akhlak mulia dan budi pekerti yang luhur. Beliau juga dikenal sebagai pemakmur masjid dan selalu beramal baik. Tak hanya itu, Nabi Zakaria juga merupakan orang yang memelihara dan merawat Maryam, ibu dari Nabi Isa kelak.

Kisah Nabi Zakaria telah banyak dijelaskan dalam Alquran, baik pada surah Maryam dan surah Ali Imran. Nabi Zakaria juga disebutkan dalam Alquran sebagai salah seorang hamba yang shaleh,

"Dan Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas, semuanya termasuk orang-orang yang shaleh" (Al An'am:6)

Berbagai pesan dan hikmah yang terkandung dalam kisah Nabi Zakaria juga patut dijadikan pelajaran. Mulai dari bagaimana Nabi Zakaria memelihara Maryam putri Imran dan bagaimana kesabaran Nabi Zakaria mendapatkan keturunan di usia yang tak lagi muda.


Kisah Nabi Zakaria dan Maryam.

Kisah Nabi Zakaria menanti keturunan freepik.com

foto: freepik.com

Kisah Nabi Zakaria sangat erat kaitannya dengan kisah Maryam. Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa Maryam merupakan putri dari keluarga Imran. Dahulu, istri Imran pernah bernadzar jika ia memiliki anak, maka ia akan menyerahkan anak tersebut ke Baitul Maqdis. Sebagaimana dalam Alquran surat Ali Imran ayat 35 yang artinya:

"(Ingatlah) ketika istri Imran berkata'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu, terimalah (nadzar) itu dari padaku. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Menderngar lagi Maha Mengetahui."

Karena Nabi Zakaria merupakan pemimpin sekaligus pengurus di Baitul Maqdis, maka Maryam pun diserahkan kepadanya. Dibawah pengawasan dan bimbingan Nabi Zakaria, Maryam tumbuh menjadi anak perempuan yang cerdas dan berima kepada Allah. Bahkan dalam Alquran dijelaskan bahwa Maryam selalu mendapatkan makanan dan buah-buahan di mihrab Zakaria, sebagaimana dalam Ali Imran ayat 37:

"Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nadzar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: Hai Maryam, darimana kamu memperoleh (makanan) ini? Maryam menjawab: Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab."


Kisah Nabi Zakaria sabar menanti keturunan.

Kisah Nabi Zakaria menanti keturunan freepik.com

foto: freepik.com

Nabi Zakaria merupakan hamba Allah yang sangat sabar. Sama seperti Nabi Ibrahim, Nabi Zakaria juga mendapatkan keturunan saat usia yang tak lagi muda. Beberapa ulama menjelaskan bahwa usia Nabi Zakaria saat itu 99 tahun, namun ada pula yang menyatakan usianya berkisar 120 tahun.

Meski begitu, Nabi Zakaria terus memohon keturunan dan tak berhenti berdoa kepada Allah. Salah satu doanya termaktub dalam surah Ali Imran ayat 38 yang artinya:

"Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa."

Kemudian doa agar tidak dibiarkan hidup sendiri tanpa keturunan sebagaimana dalam surah Al Anbiya ayat 89 yang artinya:

"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik."

Keinginan Nabi Zakaria pun bukan tanpa sebab, beliau ingin memiliki keturunan karena khawatir dengan mawali yang ditinggalkannya. Mawali adalah orang-orang yang melanjutkan urusan sepeninggalannya. Sebagaimana dalam surah Maryam ayat 2-6:

"(yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria. Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa alam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku,sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya'kub dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai"


Allah menganugerahkan Nabi Yahya sebagai putra Nabi Zakaria.

Kisah Nabi Zakaria menanti keturunan freepik.com

foto: freepik.com

Doa Zakaria pun dikabulkan oleh Allah, sebagaimana dijelaskan dalam surah Maryam ayat 7:

"Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (mendapatkan) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia."


Nabi Zakaria merasa begitu bahagia, namun ia juga ingin mengetahui bagaimana bisa ia memiliki seornag putra sementara istrinya mandul dan ia sudah sangat tua, sebagaimana dalam surah Maryam ayat 8 yang artinya:

"Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sudah tua."

Saat itulah Allah menunjukkan kuasanya. Hal yang menurut manusia tak mungkin, atas izin Allah semua itu sangat mudah.

"Allah berfirman: Hal itu adalah mudah bagiKu, dan sesungguhnya telah aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (diwaktu itu) belum ada sama sekali" (QS Maryam:9)

Meski begitu, Nabi Zakaria masih meminta pertanda kapan istrinya hamil.

"Nabi Zakaria berkata: Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda. Tuhan berfirman: Tanda bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari." (QS Ali Imran : 41)

Semua yang menjadi firman Allah adalah kebenaran. Nabi Zakaria akhirnya mendapatkan tanda tersebut dan istrinya melahirkan seorang putra dengan nama Yahya. Anak Nabi Zakaria juga menjadi memiliki akhlak yang baik sejak kanak-kanak. Beliau juga menjadi Nabi sebagaimana ayahnya.