Brilio.net - Siapa sih, yang nggak kenal Rhenald Kasali? Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, sosok yang selalu membawa ide perubahan.

Namun, pendiri Rumah Perubahan ini nggak melulu ngurusin hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi dan manajemen, lho. Ternyata, di balik kesibukannya sebagai praktisi perubahan, ayah dua anak ini juga dikenal sebagai pecinta puspa langka Indonesia.

Saking cintanya, Rhenald sampai rela menerobos hutan untuk menyaksikan Rafflesia arnoldii mekar di habitat aslinya di Bengkulu, awal Februari 2017.

Tadinya Rhenald baru akan melihat bunga langka itu mekar pada akhir Februari. Namun ada cerita unik yang membuat Rhenald berangkat lebih cepat dari rencana.

Kepada brilio.net Rhenald bercerita. Wahyu, putra salah satu pelestari hutan di sana diberhentikan dari sekolah karena dianggap melawan guru.

Rafflesia Rhenald  © 2017 brilio.net

Menerobos hutan melewati jalur air/foto: dok. pribadi

Sekadar informasi, pelestari hutan di sana adalah tujuh kakak beradik. Mereka kebetulan relawan jaringan Rumah Perubahan, yang sejak lama mencurahkan perhatian untuk pelestarian bunga langka di wilayah tersebut.

Nah, Wahyu diminta memotong rambutnya yang sudah terlihat gondrong. “Anaknya sudah potong (rambut), tapi kata kepala sekolah kurang pendek,” terang Rhenald.

Namun menurut Wahyu, rambutnya sudah lebih pendek dari kepala sekolah. Nah, rupanya pernyataan itu menyinggung si kepala sekolah. Tak pelak, Wahyu dicap anak nakal lalu dikeluarkan.

Mendapat masalah semacam itu, orangtua Wahyu yang sudah putus asa akhirnya meminta bantuan Rhenald. Kebetulan, Rhenald pernah menjadi dosen terbang di Universitas Negeri Bengkulu.

Rafflesia Rhenald  © 2017 brilio.net

Rhenald Kasali puas bisa menyaksikan bunga Rafflesia arnoldii mekar di habitat aslinya di tengah hutan Bengkulu/foto: dok. pribadi

Ia pun lantas minta bantuan rektor Universitas Bengkulu. Dari situ, Rhenald bisa mendapat nomor telepon Bupati di sana. Ia langsung menghubungi orang nomor satu di wilayah itu.

Namun seseorang di seberang sana yang menjawab telepon mengatakan Bupati sudah tidur. Padahal saat itu baru pukul 20.00 WIB. “Saya malah ditanya-tanya, siapa Rhenald Kasali dan tinggal di mana?,” cerita Rhenald.

Namun Rhenald tak putus asa. Esok harinya, ia kembali menghubungi Bupati tapi lagi-lagi nggak mendapat respons. Padahal, Wahyu sudah 10 hari nggak sekolah.

Akhirnya Rhenald meminta bantuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy. Nah, Pak Menteri pun menjanjikan akan mengatasi masalah ini.

Rafflesia Rhenald  © 2017 brilio.net

Bunga bangkai koleksi Rumah Perubahan yang sudah ditanam sejak 10 tahun lalu/foto: dok. pribadi

Namun, setelah tiga hari, Rhenald belum juga mendapat kabar. Lalu ia mulai membuat program bantuan sosial agar Wahyu bisa kembali sekolah.

Rhenald juga justru penasaran ingin melihat langsung, seberapa nakal Wahyu sampai dikeluarkan dari sekolah.

Dari situlah Rhenald akhirnya memutuskan berangkat ke Bengkulu lebih awal, sekaligus ingin melihat mekarnya Rafflesia arnoldii. Wah, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui nih.

Rafflesia Rhenald  © 2017 brilio.net

Bunga bangkai koleksi Rumah Perubahan saat mekar sempurna pada minggu pertama Februari 2016 silam/foto: dok. pribadi

“Saya sampai masuk ke dalam hutan dibantu kakak beradik pelestari tanaman langka itu. Wah, indah sekali. Setelah melewati sela-sela tanaman besar, jalur air dan lumpur yang berat, kami akhirnya bisa melihat bunga rafflesia itu” ujar Rhenald.

Oh ya, Rumah Perubahan juga memiliki koleksi bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) yang mekar pada awal tahun lalu.