Brilio.net - Seorang anak pastilah sedih ketika melihat orangtua yang disayanginya terbaring sakit. Inilah yang dirasakan seorang bocah bernama Cao Yinpeng. Ayah Yinpeng, Cao Lei (35) pada Januari lalu didiagnosis menderita leukemia. Melihat kondisi sang ayah, bocah yang masih berusia delapan tahun ini memutuskan untuk melakukan apa saja demi bisa menyelamatkan hidup ayahnya.

Yinpeng kemudian mengambil keputusan untuk mendonorkan sumsum tulangnya guna ditransplantasikan kepada sang ayah. Dikutip brilio.net dari Shanghaiist, Selasa (19/7), keingian Yinpeng untuk mendonorkan sumsum tulangnya juga didukung oleh hasil pemeriksaan dokter.

Cao Yinpeng  © 2016 brilio.net

Yinpeng menjalani transplantasi sumsum tulang sebagai bagian dari pengobatan leukemia.

Awalnya sang dokter mencoba memeriksa apakah seluruh keluarga Yinpeng termasuk sang kakek bisa menjadi pendonor untuk Lei, namun ternyata tak ditemukan kecocokan. Hanyalah sumsum tulang Yinpeng yang cocok dengan sang ayah. Jadi hanya ia satu-satunya harapan bagi sang ayah untuk bisa sembuh.

Loading...

Cao Yinpeng  © 2016 brilio.net

Yinpeng ingin ayahnya sembuh.

Namun keinginan Yinpeng tak bisa dilakukan begitu saja dan butuh usaha yang tak mudah. Ia harus menaikkan berat badannya terlebih dahulu mengingat tubuhnya yang masih terlalu kurus. Yinpeng yang awalnya memiliki berat badan 30 kg harus menambahnya sampai batas minimal 45 kg sebelum melakukan transplantasi secara aman.

BACA JUGA: Coba pecahkan tebak-tebakan emoji ini kalau ngaku suka science

Dibantu sang ibu, ia kemudian mulai menambahkan suplemen dalam menu makan sehari-hari dan rutin berolahraga untuk memastikan kondisi tubuhnya tetap sehat. Dalam dua bulan, akhirnya berat badan Yinpeng bisa melebihi target yaitu 47 kg dengan normal tanpa efek samping.

Cao Yinpeng  © 2016 brilio.net

Yinpeng berhasil menaikkan berat badan lebih dari 10 kg.

Tim medis selanjutnya menegaskan bahwa Yinpeng telah memenuhi persyaratan sehingga ayah dan anak ini bisa menjalani operasi. Operasi transplantasi diketahui sukses dilakukan pada 6 Juli lalu di Rumah Sakit Xuzhou Medical College. Keluarga Yinpeng telah menghabiskan biaya lebih dari USD 60.000 atau Rp 784 juta dan masih membutuhkan jumlah yang sama untuk melanjutkan biaya pengobatan.

Cao Yinpeng  © 2016 brilio.net

Lie masih berada di ruang isolasi selama 12 hari demi menjaga kemungkinan terjadi sesuatu yang tak diinginkan, seperti infeksi atau penolakan sistem imun.

Kini kondisi Lie sudah membaik namun masih ditempatkan di ruang isolasi. Sementara Yinpeng tengah berusaha untuk menurunkan berat badannya. Besar harapan Yinpeng ketika ayahnya sudah sembuh kelak bisa pergi berlibur bersama ke Australia.

Cao Yinpeng  © 2016 brilio.net

Yinpeng berharap bisa liburan bersama sang ayah ketika sudah sembuh total.

RECOMMENDED BY EDITOR