Brilio.net - Seorang gadis bernama Inergihar Nurhijra Putri Syuhada didiagnosis memiliki salah satu kelainan genetik paling langka di dunia. Dokter mengatakan bahwa ia menderita sebuah penyakit bernama sindrom Marfam.

Dalam kasus Ine, kelainan genetik tersebut memengaruhi jaringan ikat pada matanya. Mata kirinya pun menjadi buta dan bengkak secara permanen.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga, penderitaan yang dirasakan Ine rupanya tak hanya menyoal sakit fisiknya itu. Dari segi psikologis, ia mengaku jika sering tertekan karena di-bully teman-temannya akibat kondisi matanya itu.

Melalui akun Twitter pribadinya, ia pun mengisahkan perundungan yang diterimanya tersebut.

"Halo:) Namaku ine, kelahiran tahun 2003. Aku salah satu penderita penyakit paling langka di dunia, namanya Sindrom Marfan. Aku pengen bgt punya bnyk temen, karna di rl orang* pada jijik ama aku, kebanyakan dr mereka pada mandang fisik. Adakah disini yg masih mau jadi temanku?" tulisnya.

Loading...

Diagnosis atas penyakit yang dideritanya tersebut didapat saat usianya baru 9 bulan. Namun, kedua matanya baru dioperasi saat usianya sekitar 4 atau 5 tahun, itu pun tidak dalam waktu yang bersamaan.

Sayangnya, dari operasi yang dilakukan dokter tak bisa membuat mata kirinya menjadi normal. Dengan terpaksa, ia pun harus menjalani hidup hanya dengan satu mata saja.

ine-gibran © 2019 brilio.net

foto: Twitter/@inersyuhada

"Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa mata kiriku buta secara permanen. Semua dokter disana sudah angkat tangan tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Orang tuaku hanya bisa pasrah kepada Tuhan," paparnya.

Lebih jauh, para dokter juga mengemukakan bahwa kala itu lapisan jantungnya sangat tipis.

"Kata dokter jantungku itu sangat tipis, bagaikan balon yg ditiup terlalu besar dan akhirnya bisa pecah. Kalo sudah pecah, aku meninggal," jelasnya.

Lepas dari itu, kisah perundungan yang diterimanya dimulai ketika kedua orangtuanya bercerai. Tak lama setelah itu, ibunya pun menikah lagi dan Ine yang ikut bersama ibunya harus pindah ke rumah ayah tirinya dan sekolah baru.

"Kenaikan kelas 5 SD, aku pindah sekolah karna rumahku juga pindah. Aku tinggal dirumah ayah tiriku. Aku mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, dan disitulah aku mulai mendapat bullyan dari temen* baruku. Aku bener* ga punya temen, dikucilkan, & dibully tiap hari. Aku sangat depresi dan sampe kepikiran utk bunuh diri diumurku yg masih 10 tahun itu, tapi aku mencoba utk bertahan," ujarnya.

Membaca kisahnya yang begitu pilu, banyak warganet kemudian memberikan semangat kepadanya. Gibran, putra Presiden Joko Widodo, pun turut memberi semangat positif kepadanya.

Sementara itu, terhitung hingga kini, cuitan yang dituliskan Ine tersebut telah mendapat lebih 40.000 likes dan dicuitkan ulang lebih dari 19.000 kali.

RECOMMENDED BY EDITOR