Brilio.net - Kegiatan seperti menguap, bersin atau tertawa rasanya adalah hal yang memang biasa dilakukan manusia, bahkan setiap hari. Namun harus diketahui bahwa organ tubuh manusia juga memiliki batasan, begitu pun dengan bagian tulang rahang yang bisa menggerakan mulut agar bisa naik turun.

Ketika menguap, biasanya mulut manusia akan terbuka cukup lebar, bahkan lebih lebar dari biasanya. Namun siapa sangka, ternyata menguap terlalu besar atau lebar bisa membuat tulang rahang manusia alami dislokasi.

rahang nggak balik karena nguap Instagram

foto: Instagram/@dr.helmiyadi_hk

Seperti kisah pria yang kini sedang viral di Instagram. Dilansir brilio.net dari akun Instagram @dr.helmiyadi_hk pada Rabu (2/12), Dr. Helmiyadi mengunggah salah satu kasus unik dari seorang pria yang datang ke Klinik HK Medical Center Makassar, dan mengeluh rahangnya nggak bisa kembali rapat.

Loading...

Di video yang diunggah, Dr. Helmiyadi menjelaskan bahwa sang pasien yang berusia 45 tahun ini mengeluh nggak bisa menutup mulut rapat seperti biasa setelah dia menguap. Dr. Helmiyadi menjelaskan bahwa pasien didiagnosa menguap terlalu besar dan terkena dislokasi tulang rahang.

Dislokasi sendi tulang rahang atau tulang lainnya adalah kejadian gawat darurat yang harus segera ditangani dengan segera oleh pihak medis. Semakin cepat penanganan pada cedera dislokasi tulang, maka kemungkinan sembuh akan semakin cepat dan mudah.

rahang nggak balik karena nguap Instagram

foto: Instagram/@dr.helmiyadi_hk

"Dislokasi di sendi mana pun termasuk rahang merupakan kegawatdaruratan yang harus segera ditangani," kata Dr. Helmiyadi kepada brilio.net, Rabu (2/12).

Dislokasi sendi tulang rahang sendiri bisa saja terjadi karena lemahnya otot ligamen pada tulang rahang. Selain itu aktivitas berlebihan pada mulut seperti menguap terlalu besar, tertawa, mengonsumsi makanan yang ukurannya jauh lebih besar dari mulut, menggigit makanan yang terlalu keras, dan muntah hebat menjadi salah satu penyebab dislokasi tulang rahang.

"Over aktivitas (menguap terlalu lebar, tertawa terlalu ngakak, menggigit makanan yang ukuran lebih besar dari mulut, menggigit makanan yang keras, muntah hebat)," jelas Dr. Helmiyadi.

"Riwayat trauma (kecelakaan lalu-lintas, kecelakaan olahraga, ditinju, riwayat dislokasi sebelumnya) dan Penyakit bawaan (epilepsi) juga bisa jadi penyebab dislokasi tulang rahang," tambah Dr.Helmiyadi

Unggahan dari Instagram Dr.Helmiyadi ini sendiri kini tengah viral setelah disaksikan lebih dari 20 ribu kali, dan menuai berbagai komentar warganet. Selain di Instagram @dr.helmiyadi_hk, Dr. Helmiyadi Sendiri memang sosok dokter yang kerap memberikan informasi dan edukasi terkait kesehatan tulang dan sendi lewat Channel YouTube pribadi miliknya, dr.Helmiyadi SpOT.

Video viral tersebut mengundang rasa penasaran warganet, dan tak sedikit yang memberikan komentar.

"Waduhhh ngeri sekali dokter, mana aku kalo ketawa suka labasan," tulis akun @susifarida22

"Bapak saya usia 65 tahun, sering mengalami demikian, jika sudah seperti ini selalu ke UGD. Mungkin ada teknik khusus dok, barangkali bisa kami lakukan sendiri di rumah?," tulis akun @bahrurrozi.

"Dok saya mengalami seperti ini,gara2 nya makan yang keras setahun yang lalu skrang klo buat ngunyah suka aga sakit di bagian telinga,,dan klo makan yang keras2 tidak bisa.supaya normal lagi gimana biar ga sakit," tulis akun @citrariangseptiani

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Helmiyadi Kuswardhana (@dr.helmiyadi_hk)

RECOMMENDED BY EDITOR