Brilio.net - Baru-baru ini jagat media sosial dihebohkan dengan cerita sosok bayi bernama Shaka. Sosok bayi lucu ini bikin gempar karena sudah tertidur sejak usianya masih 8 bulan dan belum terbangun hingga saat ini usianya sudah 18 bulan. Dengan demikian Shaka berarti sudah tertidur selama satu tahun lamanya.

Dilansir brilio.net dari akun Instagram @makassar_info, Selasa (21/7), orangtua Shaka sudah membawa Shaka berobat ke rumah sakit dan Shaka divonis terkena penyakit Sleeping Beauty Syndrome atau sindrom putri tidur. Namun selama tertidur satu tahunan, Shaka tetap saja bisa makan dan minum sambil tertidur, namun tak bisa melakukan kegiatan lain selain makan dan tidur.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Kisah Pilu Shaka, Bocah Menggemaskan yang Sudah Tertidur Selama Sekitar Setahun Ndang sehat ya dee.. . Seorang ibu menceritakan kisah pilu putranya yang sudah tertidur sekitar setahun. Lewat akun TikTok shaka_17, sang ibu menceritakan bahwa anaknya sudah tertidur sejak usia 8 bulan. . Sekarang, usianya sudah menginjak 18 bulan dan masih belum bisa beraktivitas seperti anak-anak normal lainnya. Namun, Shaka masih bisa makan dan minum. . Dalam berbagai unggahan di TikTok, terlihat keluarga mengajak Shaka melakukan sejumlah aktivitas. Sayangnya, Shaka hanya bisa tertidur di gendongan atau di tempat duduk. Keluarga sudah mencoba membawa Shaka berobat ke dokter dan dia didiagnosis mengidap Sleeping Beauty Syndrome atau Sindrom Putri Tidur. . Ibu Shaka juga pernah membawa anaknya ke Ningsih Tinampi, tapi kala itu Ningsih Tinampi tidak bisa bertemu dengan Shaka. Bocah ini juga sudah coba dirukiyah, namun belum ada hasilnya. . Hingga kini, keluarga hanya bisa berharap ada pengobatan yang bisa menyembuhkan Shaka. Di TikTok, banyak netizen mengirimkan doa demi kesembuhan Shaka. . #Repost @makassar_iinfo . #soloinfo #kotasolo #surakarta #kulinersolo #exploresolo

A post shared by KOTA SOLO || SURAKARTA (@soloinfo) on

Lalu apa sebenarnya Sleeping Beauty Syndrome atau sindrom putri tidur itu?

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Sindrom putri tidur ini sendiri adalah penyakit langka yang biasanya membuat penderitanya merasa terus mengantuk dan waktu tidur yang dibutuhkan biasanya 20 jam per hari. Dilansir brilio.net dari healthline.com, sindrom putri tidur ini bisa menyerang siapa saja, namun dominan menyerang remaja laki-laki, karena 70 persen pengidap sindrom ini adalah laki-laki.

Sindrom putri tidur ini bukanlah sindrom yang ada setiap saat, namun hanya terjadi sesekali. Sindrom ini bisa menjangkit seseorang selama 10 tahun, dan ketika sindrom ini muncul, si pengidap bisa tertidur selama satu hari penuh, satu minggu, satu bulan, dan yang terbaru terjadi pada Shaka sudah tertidur selama satu tahun lebih.

Sindrom putri tidur ini juga ternyata bisa menimbulkan gejala-gejala lain yaitu seperti, halusinasi, emosi tak stabil, nafsu makan tinggi, dan perilaku menjadi kekanak-kanakan. Hal ini sendiri bisa terjadi karena aliran darah menuju otak tidak lancar, ketika si penderita sedang dalam periode tidur panjangnya.

Hingga saat ini, penyebab sindrom putri tidur ini belum diketahui secara pasti, namun dokter dan para pakar percaya kondisi ini bisa ditimbulkan dari cedera hipotalamus.

Hipotalamus sendiri adalah bagian otak yang bekerja untuk mengatur kapan manusia mengantuk, mengontrol nafsu makan, dan juga suhu tubuh. Cede hipotalamus sendiri bisa disebabkan karena terbenturnya bagian kepala saat terjatuh.

Para pakar kesehatan dan dokter juga sempat melakukan penelitian dan menemukan bahwa sindrom putri tidur ini muncul setelah si penderita terkena flu. Dari hasil penelitian tersebut, pakar kesehatan dan dokter menarik kesimpulan bahwa sindrom putri tidur ini bisa timbul karena autoimun.

Gangguan autoimun ini adalah gangguan yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh manusia menyerang jaringan sel sehat pada tubuh lalu merusak jaringan sel sehat tersebut.

Sindrom putri tidur ini sendiri sangat sulit didiagnosa, karena penyakit ini menyangkut pada penyakit kejiwaan. Untuk bisa mendiagnosa penyakit ini secara akurat, dibutuhkan waktu hingga empat tahun.

(brl/gib)

RECOMMENDED BY EDITOR