Brilio.net - Pandemi Covid-19 memang berdampak besar bagi banyak sektor. Salah satunya adalah sektor pariwista yang paling terkena imbasnya. Pembatasan aktivitas membuat banyak masyarakat tidak bisa berlibur sehingga banyak tempat wisata yang terpaksa tutup.

Salah satunya adalah Saung Angklung Udjo yang belakangan dikabarkan terancam tutup permanen karena tidak adanya pengunjung yang datang. Padahal, Saung Angklung Mang Udjo sendiri memiliki sekitar 1.000 pekerja.

Melihat hal itu tentu menjadi perhatian banyak pihak termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasalnya Saung Angklung Udjo merupakan destinasi wisata yang memiliki daya tarik sendiri. Dengan wisatawan datang ke tempat ini bisa lebih mengenal salah satu warisan budaya khususnya di tanah Sunda yang sangat khas yakni angklung.

Untuk itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan upaya untuk tetap menyelamatkan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif seperti Saung Angklung Udjo dan juga yang lainnya.

“Seperti Pak Taufik yang memiliki 1.000 lapangan pekerjaan di Saung Angklung Mang Udjo yang juga harus menjadi perhatian kita untuk kita selamatkan," ujar Menparekraf Sandaiga Uno dalam konfrensi pers virtual, Rabu (3/2).

Loading...

Ada beberapa hal yang dilakukan Menpar Sandiaga untuk tetap mempertahankan Saung Angklung Udjo. Apa saja yah? Berikut ulasannya seperti dirangkum brilio.net dari konfrensi pers virtual.

1. Membuat jingle

Saung angklung udjo © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@angklungudjo

Menpar Sandiaga mengatakan pihaknya bersama Saung Angklung Udjo akan membuat jingle untuk menggeliatkan kembali para pekerjanya. Meski hal itu mungkin hanya hal kecil, tapi akan berpengaruh bagi kelangsungan pelaku pariwisata.

2. Penerapan CHSE

Saung angklung udjo © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@angklungudjo

Hal yang tak kalah penting untuk mempercayakan pengunjung datang ke tempat wisata adalah adanya dengan mendapat sertifikat protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Direktur Utama PT. Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat, mengatakan dengan adanya pandemi pihaknya melakukan berbagai macam inovasi dan Saung Angklung Mang Udjo menjadi pelaku usaha pertama di Jawa Barat yang memiliki sertifikasi CHSE.

“Konsep dari Saung Angklung Mang Udjo saat ini adalah keep the old the one create the new one, dalam arti kita masih mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalam alat musik angklung, tetapi kita harus create the new one di masa pandemi ini," jelas Taufik.

Dengan pandemi ini, pihaknya menyesuaikan protokol kesehatan antara pemain dan penonton. Seperti diketahui seni budaya tradisional Sunda itu hampir tidak ada jarak antara pemain dan penonton. "Dengan adanya pandemi kita mencoba untuk menyesuaikan dengan standar protokol kesehatan,” tutur Taufik.

3. Gandeng sektor pendidikan

Saung angklung udjo © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@angklungudjo

Selain itu juga melakukan langkah kecil untuk meningkatkan awareness di segala ranah termasuk ranah pendidikan. Bagaimana ekonomi kreatif mampu menciptakan lapangan pekerjaan bahkan di masa pandemi.

4. Mendapat vaksinasi

Saung angklung udjo © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@angklungudjo

Taufik juga berharap para seniman di Saung Angklung Udjo ini mendapatkan prioritas untuk vaksinasi. Dengan adanya vaksinasi ini diharapkan juga bisa memulihkan kunjungan wisatawan ke Saung Angklung Udjo.

"Mungkin yang di Jawa Barat, yang pertama memiliki sertifikat CHSE itu. Tapi kami juga mohon tim saya disegerakan vaksin juga. Karena itu penting sekali untuk menjaga kepercayaan wisatawan tetap berkunjung dan juga menjaga pemain kita," harap Taufik.

RECOMMENDED BY EDITOR