Wakil ketua DPR RI Fadli Zon kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini, dirinya disorot lantaran Fadli membuat puisi yang berjudul Doa yang Ditukar. Dalam puisinya tersebut, Fadli Zon menyinggung soal agama yang diobral oleh penguasa tengik. Terkait puisi ini, banyak yang mengaitkannya dengan doa yang dipanjatkan oleh KH Maimun Zubair atau Mbah Moen di salah satu pondok pesantren. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Mbah Moen salah mengucapkan doa saat duduk di samping Jokowi. Mbah Moen justru menyebut nama Prabowo saat melantunkan doa. Tim sukses Jokowi segera mengklarifikasi hal ini. Mbah Moen pun segera merevisi doa yang dilantunkannya tersebut. Sementara itu, para pendukung Prabowo menganggap hal tersebut sebagai pertanda kemenangan pasangan nomor urut 02.
 
Melalui puisinya, Fadli kemudian menyinggung soal doa yang 'direvisi'. Dalam unggahannya di akun Twitter, Fadli Zon menyertakan tagar #doayangditukar. Unggahan puisi Fadli Zon ini mendapat lebih dari 2 ribu like dan diretweet lebih dari 600 kali. 
 

Terkait puisi tersebut, banyak warganet yang memberikan tanggapannya. Sebagian dari mereka mendukung puisi Fadli Zon tersebut, sebagian lagi mempertanyakan maksud dari puisi Fadli yang kontroversial. Tak hanya itu, sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) juga memberikan responsnya terhadap puisi Fadli Zon.
 
Tokoh NU seperti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, putri dari Gus Dus yakni Alissa Wahid, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy tak luput memberikan respons terhadap puisi Fadli Zon ini melalui akun Twitternya.
 
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membalas puisi Fadli Zon dan memintanya untuk mengklarifikasi kata 'kau' yang dimaksud dalam puisi tersebut. Lukman Hakim Saifuddin juga terang-terangan meminta Fadli menjelaskan apakah kata 'kau' yang dimaksud oleh wakil ketua DPR ini merujuk pada KH Maimun Zubair.
 
"Pak @fadlizon Yth, Agar mendapatkan kejelasan, saya mohon tabayyun (klarifikasi): apakah yg dimaksud dengan 'kau' pada puisi tsb adalah Simbah Kiai Maimoen Zubaer?#doayangditukar," tulis Lukman.
 
Terkait pertanyaan Lukman Hakim Saifuddin, Fadli Zon pun telah memberikan jawabannya. Fadli mengungkapkan, bahwa kau yang dimaksud bukanlah KH Maimun Zubair melainkan penguasa dan makelar doa.
 

 

Berbeda dengan Lukman Hakim Saifuddin, putri Gus Dur, Alissa Wahid membalas puisi Fadli Zon ini dengan mempertanyakan bait kedua dalam puisi tersebut.
 

"Ini bait kedua: Doa yang sakral kenapa kau tukar. Direvisi sang bandar. Dibisiki kacung makelar. Siapa bandar? Siapa pembisik? Siapa kacung makelar? Bukan "Kau"," tulis Alissa. 
 
Balasan Alissa Wahid ini ditanggapi santai oleh Fadli Zon. Dirinya justru mengajak putri dari Presiden ke-4 RI tersebut untuk berdiskusi soal puisi dengannya.
 
"Kapan2 kita buat diskusi puisi yuk," tulis Fadli membalas cuitan Alissa Wahid.
 
Sementara itu, Ketum PPP, M. Romahurmuziy memberikan responsnya dengan membuat puisi tandingan. Dalam puisi tersebut, Romy menyinggung soal potongan video yang menghebohkan, dan juga soal merendahkan ulama.
 

"Kau hebohkan dunia
Dengan video potonganmu tanpa
Muat klarifikasi dan lanjutannya
 
Kau terjemahkan doa
Tanpa nahwu-shorof atau gramatika
Ah, kau memang bukan santri
 
Kini kau rendahkan ulama
Padahal sebelumnya kau selalu teriak bela..bela..bela
Ternyata dusta adanya," tulis Romy.
 
Sebelumnya, Fadli Zon juga sempat menjadi perbincangan publik karena puisinya yang ditujukan untuk Ahmad Dhani. Dirinya menyebut bahwa Ahmad Dhani merupakan korban dari rezim dan zaman yang penuh persekusi. Kini, puisinya yang berjudul Doa yang Ditukar membuat beberapa tokoh NU geram.