Brilio
×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
BRILIO >> Serius
Nur Luthfiana Hardian (brl/red)

06 September 2019 18:08

Pembantaian satu keluarga di Kupang, pelakunya masih misterius

Korban ditemukan di kamar indekos sekita pukul 17.10 WITA..

Pembantaian satu keluarga di Kupang, pelakunya masih misterius

View Image



foto: ilustrasi merdeka.com

Brilio.net - Masyarakat Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT dihebohkan dengan penemuan jasad dua bocah yang tewas mengenaskan, Kamis (5/9). Tak hanya itu, di sampingnya terdapat seorang ibu yang juga mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.

Jasad dua bocah bernama Angga Masus (5) dan Angki Masus (5), serta sang ibunda Dewi Regina (24) ditemukan di kamar indekos sekita pukul 17.10 WITA. Hingga kini, Dewi masih menjalani perawatan intensif di RS SK. Lerik Kota Kupang.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Didik Kurnianto mengatakan, kondisi ibu dan dua anak ini awalnya ditemukan ayah mereka, Obir Masus (31). Pria asal Lelogama, Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang ini kaget saat mendobrak pintu kamar indekos. Ia mendapati istri dan dua anaknya terlentang bersimbah darah dengan luka benda tajam di sekujur tubuh.

Melihat kejadian tersebut, ia langsung melaporkan kejadian pembunuhan tersebut ke polisi.

Salah satu keluarga, Rosalina Koy (52) mengatakan, dari keterangan pihak rumah sakit, Dewi mendapat dua luka tusukan benda tajam, di bagian leher dan perut.

Loading...

"Di leher 3 cm dan di perut 6 cm," katanya dilansir brilio.net dari liputan6.com pada Jumat (6/9).

Rosalina juga mengaku, sekitar pukul 8.00 WIB pagi, Dewi sempat terbangun dan menanyakan kedua anaknya.

"Dia bangun langsung cabut selang oksigen dan tanya anaknya. Kami jawab, kalau anak-anak di rumah," ungkapnya.

Kakak kandung Dewi, Jefri Imron mengatakan pekan lalu, ia sempat menghubungi suami Dewi, Obir Masus, untuk menyampaikan rencana pesta adat keluarga di Lelogama, Amfoang Selatan.

Saat itu ia meminta berbicara dengan Dewi, namun Obir mengaku masih di tempat kerja. Lewat telepon itu, ia menyampaikan juga soal biaya urusan adat di kampung.

"Ada urusan adat tanggal 22 ini. Saya sampaikan kalau kami semua wajib kumpul uang Rp 400 ribu," katanya.

Pihak kepolisian masih belum mau berkomentar soal siapa dalang di balik pembantaian sadis yang menewaskan dua bocah tidak berdosa. Dan apa motif pelaku melakukan itu.

RECOMMENDED BY EDITOR

Pilih Reaksi Kamu



Tags

Brilio News Kasus Pembunuhan Pembunuhan Sadis Kasus Hukum Kejadian Nyata Peristiwa Aktual
Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE