Brilio.net - Saat akan memasuki waktu sholat, umat muslim di penjuru dunia pasti akan mendengarkan suara adzan berkumandang dan bersahut-sahutan dari masjid satu dengan masjid lainnya.

Adzan merupakan seruan untuk seluruh umat muslim sebagai tanda masuknya waktu sholat fardhu seperti subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya. Ketika sudah mendengar suara adzan, hendaknya setiap muslim segera bergegas untuk mengambil air wudhu dan bersiap sholat berjamaah maupun sendirian.

Adzan secara bahasa menempati kedudukan Mashdar Haqiqi Al Idzan, yang berarti pemberitahuan dan Al Iblagh, artinya penyampaian. Dilansir brilio.net dari berbagai sumber pada Sabtu (20/6), Allah berfirman dalam Alquran surat At Taubah ayat 3 yang berbunyi:

Wa azaanum minallaahi wa rasulihii ilan-naasi yaumal-hajjil-akbari annallaaha barii'um minal-musyrikiina wa rasuluh, fa in tubtum fa huwa khairul lakum, wa in tawallaitum fa'lamuu annakum gairu mu'jizillaah, wa basysyirillaziina kafaru bi'azaabin aliim

Artinya:
"Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih."

Dalam surat tersebut, kata adzan memiliki arti menyampaikan informasi bahwa Allah serta Rasul melepas diri dari orang-orang musyrik.

Adzan pertama kali dikumandangkan oleh Bilal bin Rabbah. Beliau merupakan muazin pertama pada zaman Rasulullah SAW. Bilal dipilih oleh Rasulullah menjadi muazin karena memiliki suara lantang yang merdu, menghayati kalimat-kalimat azan, berdisiplin tinggi dan berani. Sebagaimana dalam sebuah hadits berikut ini:

"Ketika kaum muslim datang ke Madinah, mereka berkumpul. Mereka memperkirakan waktu solat, tetapi tidak ada seorangpun yang menyerukan Sholat. Oleh karena itu, pada suatu hari, mereka membicarakannya. Sebagian diantara mereka berkata, "gunakanlah lonceng seperti orang-orang Nasrani." Sebagian lain berkata: "gunakanlah terompet seperti terompet orang Yahudi." Lalu umar berkata: "mengapa kalian tidak menyerukan seseorang untuk melakukan solat?" kemudian Rasulullah SAW bersabda, "hai Bilal, berdiri dan serukanlah panggilan Sholat." (H. R. AL-Bukhori, Muslim, at Tirmidzi, dan An Nasa’i).

2 dari 3 halaman


Manfaat dikumandangkannya adzan.

foto: freepik.com



1. Sebagai tanda waktu sholat.
Dengan adanya adzan seorang muslim akan mengetahui masuknya waktu sholat fardhu lima waktu seperti subuh, dzuhur, ashar, maghrib, isya. Selain itu adzan juga menjadi pengingat umat muslim untuk menghadap Allah.


2. Dapat mengusir setan.
Apabila azan dikumandangkan, maka setan akan pergi. Sebagaimana Abu Hurairah menceritakan tentang hal ini bahwa Rasulullah bersabda sebagai berikut:

"Apabila diserukan adzan untuk solat, syaitan pergi berlalu dalam keadaan ia kentut hingga tidak mendengar Adzan. Bila mu’adzin selesai mengumandangkan adzan, ia datang hingga ketika diserukan iqomat ia berlalu lagi." (H. R. Bukhori, Muslim)


3. Mendengarkan adzan akan menjadi saksi di hari kiamat.
Sebagaimana riwayat dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah jin dan manusia serta tidak ada sesuatu pun yang mendengar suara lantunan adzan dari seorang muadzin melainkan akan menjadi saksi kebaikan bagi si muadzin pada hari kiamat." (HR. Bukhari no. 609)

3 dari 3 halaman

Keutamaan lantunan adzan.


1. Pengingat untuk melawan hawa nafsu.
Dalam adzan disebutkan hayya alal Falah yang artinya mari menuju kemenangan. Kemenangan ini dimaksudkan untuk diri melawan hawa nafsu. Maksudnya adalah, ketika seseorang merasa malas melakukan jamaah di masjid setelah Adzan dikumandangkan, hendaknya seseorang melawan kemalasan yang timbul dari godaan setan.


2. Mendapat pahala yang sangat besar.
Dari Abu Hurairah r. A. Mengabarkan sabda Rasulullah:

"Seandainya orang-orang mengetahui besarnya pahala yang didapatkan dalam Adzan dan Shaf pertama, kemudian mereka tidak dapat memperolehnya kecuali dengan undian, niscaya mereka rela berundi utuk mendapatkannya." (H. R. Bukhori, Muslim)


3. Diampuni dosa untuk orang yang mengumandangkan adzan.
Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah bersabda:

"Diampuni bagi muadzin di akhir adzannya, dan setiap yang basah dan yang kering yang mendengar Adzannya akan memintakan ampun untuknya." (h. R. Ahmad)


4. Pada hari kiamat leher muadzin akan dipanjangkan.
Seperti yang dijelaskan dalam hadits, Rasulullah bersabda:

"Para muadzin adalah orang yang lehernya panjang pada hari kiamat." (H. R. Muslim)

Muadzin adalah orang yang mengumandangkan adzan sebagai tanda masuk waktu sholat.


5. Allah akan membanggakan muadzin di hadapan malaikat.
Seperti yang dijelaskan dalam hadits, Rasulullah bersabda:

"Tuhanmu takjub kepada seorang pengembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan adzan untuk solat, lalu dia sholat. Maka Allah SWT berfirman: "Lihatlah hambaku ini, dia mengumandangkan adzan dan iqomat untuk solat, dia takut kepadaku, aku telah mengampuni hambaku dan memasukkannya ke dalam surga." (H. R. Abu Dawud dan An Nasa’i)


6. Para muadzin akan dimasukkan ke surga oleh Allah.
Dijelaskan oleh Rasul dalam sebuah hadits yang berbunyi:

Dari Abu Hurairah berkata, "kami pernah bersama Rasulullah SAW, lalu Bilal berdiri mengumandangkan Adzan, lalu ketika selesai, Rasulullah SAW bersabda ‘barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya dia masuk surga."