Brilio.net - Pesawat maskapai Aeroflot melakukan pendaratan darurat dan terbakar di Bandara Sheremetyevo, Moskow, Rusia pada Minggu (5/5). Kebakaran pesawat tersebut memakan korban jiwa. Hingga kini diketahui 41 orang tewas dalam insiden itu.

Video terbakarnya Aeroflot ini tersebar di media sosial. Video itu menunjukkan penumpang menggunakan seluncur darurat untuk melarikan diri dari pesawat yang dilalap api. Dua anak dan seorang pramugari termasuk yang tewas.

 

Seorang saksi mengatakan bahwa sebuah 'keajaiban' bagi yang selamat dari jet nahas tersebut yang membawa 78 penumpang dan lima kru tersebut. Menurut Komite Investigasi Rusia, penumpang dan kru yang selamat berjumlah 37 orang.

Sukhoi adalah perusahaan kawakan yang memproduksi pesawat tempur. Pabrik milik Pavel Sukhoi ini berdiri pada 1939. Sejak berdirinya perusahaa tersebut membuat merger dengan berbagai produk United Aircraft Corporation (Rusia) seperti Mikoyan, Ilyushin, Irkut, Tupolev, dan Yakovlev.

Indonesia sendiri pun menjadi salah satu pemilik pesawat itu. Setidaknya Indonesia punya Sukhoi Su-27. Pesawat jenis ini mempunyai kemampuan maksimal 2.500 kilometer per jam. Canggih bukan? Bayangkan bila pesawat tempur yang begitu cepat, hancur terbakar.

Dikutip dari berbagai sumber pada Senin (6/5) inilah kronologi kejadian pesawat Sukhoi Superjet 100 yang terbakar.

1. Pesawat lepas landas.

Menurut seorang penumpang, pesawat sempat lepas landas Moskow menuju kota Murmansk, Rusia. Namun, tak lama kemudian disusul dengan petir. Kejadian tersebut membuat pesawat sempat kehilangan gelombang radio. Para kru segera menyelamatkan kondisi pesawat dari bahaya petir.

2. Kondisi terbang.

Setelah mengetahui kondisi ini, pilot segera memberi isyarat kepada pihak bandara untuk melakukan pendaratan darurat. Beberapa saat kemudian pesawat kehilangan gelombang radio yang berfungsi sebagai kontrol lalu lintas udara. Sukhoi Superjet 100 ini terbang di udara selama 28 menit. Diduga kejadian ini akibat pesawat tersambar petir saat cuaca sedang buruk.

3. Pesawat mendarat.

Jet berhasil mendarat pada pukul 18.30 waktu setempat (15.30 GMT). Pesawat terbentur ke daratan dengan keras hingga ekor pesawat terbakar. Kemudian pesawat spontan berbelok tajam dan berhenti di dekat pesawat yang siap lepas landas.

Para penumpang menyelamatkan diri melalui pintu darurat saat ekor pesawat terbakar. Evakuasi penumpang dilakukan dalam waktu 55 detik. Sedangkan si jago merah padam setelah satu jam ditangani oleh pemadam kebakaran.