Brilio.net - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan respons cepat atas dugaan mantan pegawainya yang terlibat dengan The Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Mantan pegawai dengan pangkat terakhir III C itu dideportasi dari Turki karena akan masuk ke Suriah untuk ikut dalam pasukan ISIS.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti, seperti brilio.net kutip dalam siaran persnya Jumat (27/1) mengatakan, “Pada Februari 2016 yang bersangkutan mengajukan pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemenkeu dengan alasan ingin mengurus pesantren anak yatim di Bogor. Sejak saat itu yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.”

Menurut Nufransa dalam siaran pers, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KM) Nomor: 759/KM.1/UP.72/2016, mulai Agustus 2016 yang bersangkutan telah diberhentikan sebagai PNS atas permintaan sendiri.Terhitung sejak diberhentikan, segala kegiatan dan aktivitasinya tidak dapat lagi dihubungkan dengan Kemenkeu dan menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.

"Kementerian Keuangan tidak memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan, menjunjung asa praduga tak bersalah, dan menghormati proses penegakan hukum yang dilaksanakan oleh Kepolisian," ungkap Nufransa.

Mantan pegawai Kemenkeu berinisial TU ini, memiliki riwayat pendidikan yang mencengangkan. Ia meraih gelar Sarjana Sains Terapan (S.ST) dan Akuntan (Ak) di Sekolah Tinggi Akuntansi tahun 2004, Master of Public Administration (MPA) di Flinders University of South Australia pada tahun 2009.

Loading...

Sebelum akhirnya TU mengundurkan diri, ia sempat menjadi ahli ekonomi di bidang Public Policy pada Pusat kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan. Ia juga sempat bekerja di Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) Kemenkeu.

Pada hari Selasa (24/1), TU bersama istri dan tiga anaknya yang berusia antara 3-12 tahun tiba di Bali dengan penerbangan Emirates dari Istanbul. Saat tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali, mereka langsung diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

RECOMMENDED BY EDITOR