Brilio.net - Ratna Sarumpaet sempat menghebohkan publik karena mengaku dikeroyok di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September. Ia mengaku akibat pengeroyokan itu mukanya menjadi bengkak. Tidak disangka informasi yang ia ucapkan adalah bohong. Informasi tersebut cukup meresahkan publik.

Tidak disangka, wajah bengkak Ratna Sarumpaet bukanlah dari hasil pengeroyokan. Ia melakukan operasi plastik sehingga wajahnya membengkak. Karena menyebarkan kebohongan itu, Ratna Sarumpaet ditangkap pada 4 Oktober 2019 di Bandara Soekarno-Hatta. Ia kini menyandang status sebagai terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks.

Saat diperiksa di pengadilan, pihak yang berwenang menanyakan perihal operasi plastik yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Terdakwa kasus penyebaran berita bohong ini mengakui telah menjalani operasi plastik sebanyak empat kali.

"Saya sudah operasi empat kali," kata Ratna saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (14/5).

Ratna mengatakan bahwa dirinya mulai operasi plastik sejak berusia 65 tahun. Ratna menceritakan bahwa awalnya merasa malu untuk mengakui bahwa dirinya akan melakukan operasi plastik, walaupun sudah melakukannya beberapa kali.

ratna sarumpaet operasi plastik empat kali ©merdeka.com

foto: merdeka.com

 

"Pada awalnya saya berniat untuk operasi plastik sedot lemak, walaupun saya sudah beberapa kali melakukan hal itu. Mungkin karena saya merasa sudah ada umur dan saya malu, saya berusaha menutupi. Waktu saya berangkat mau ke bina estetika saya bilang ke Bandung," kata Ratna.

Ia juga mengatakan bahwa keempat operasinya tersebut berhasil. Hanya saja efek pasca operasi terakhirnya agak sedikit berbeda dengan operasi-operasi sebelumnya.

"Kalo sebelum yang terakhir ini, ketika hari ketiga sudah bagus" kata Ratna.

Namun di operasi ke empat, terjadi efek pasca operasi yang berbeda dari sebelumnya yang membuat wajah Ratna lebam.

"Dokter mengatakan dampak berbeda-beda pada setiap orang tergantung kondisi, jadi saya pikir saya tidak perlu komplain. jadi bisa saja berubah," ujar Ratna.

Dengan kondisi muka yang lebam pasca operasi, Ratna terpaksa harus pulang karena ada beberapa jadwal yang harus diikuti dan mulai menceritakan kepada 2 anaknya dan beberapa orang stafnya bahwa dirinya dianiaya.

"Saya tidak tau apa sebabnya saya harus mencari alasan. Saya panik mungkin, itu di luar kebiasaan saya," kata Ratna seperti dikutip dari Antara.