Brilio.net - Fitnah adalah suatu perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Biasanya juga dimaknai sebagai perkataan bohong tanpa dasar kebenaran yang kemudian disebarkan kepada orang banyak dengan tujuan maksud menjelekkan dan menjatuhkan nama baik seseorang.

Kata fitnah juga banyak dibahas dalam Alquran di beberapa surat. Orang yang tidak mengetahui fitnah dan dampak buruknya sangat mungkin jatuh ke dalam suatu fitnah dan bahkan bergelimang dengannya. Hal ini sangat membahayakan hidupnya, namun ia tidak menyadarinya. Jika terus demikian, maka dia akan menyesal.

Dalam bahasa Arab, fitnah berasal dari kata Alfitnatu yang berarti ujian dan cobaan. Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Selasa (9/6), fitnah merupakan suatu kebohongan besar yang sangat merugikan dan termasuk dalam dosa yang tak terampuni oleh Allah SWT. Oleh karenanya, Islam melarang umatnya memfitnah sebab hukumnya haram dan lebih kejam dari pembunuhan.

Dalam surat Al Hujurat ayat 12 Allah berfirman tentang fitnah yang berbunyi sebagai berikut:

Yaa ayyuhallaziina aamanujtanibu kasiiram minaz-zanni inna ba'daz-zanni ismuw wa laa tajassasu wa la yagtab ba'dukum ba'daa, a yuhibbu ahadukum ay ya'kula lahma akhiihi maitan fa karihtumuh, wattaqullaah, innallaaha tawwaabur rahiim

Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Dan pernyataan bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan terdapat dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 217 yang berbunyi:

Yas'alnaka 'anisy-syahril-haraami qitaalin fiih, qul qitaalun fhi kabiir, wa saddun 'an sabiilillaahi wa kufrum bihii wal-masjidil-haraami wa ikhraaju ahlihii min-hu akbaru 'indallaah, wal-fitnatu akbaru minal-qatl, wa laa yazaaluna yuqaatilunakum hattaa yaruddukum 'an diinikum inistataa'u, wa may yartadid mingkum 'an diinihii fa yamut wa huwa kaafirun fa ulaa'ika habitat a'maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhirah, wa ulaa'ika as-haabun-naar, hum fiihaa khaalidun

Artinya:
"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

Loading...



2 dari 3 halaman



Macam-macam fitnah

Dalam Islam, fitnah terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut:

1. Fitnah Syubhat
Fitnah Syubhat merupakan fitnah yang samar-samar dan tidak jelas bahwa telah melakukan fitnah. Dalam fiitnah syubhat, seseorang menjadi rusak ilmu dan keyakinannya sehingga menjadikan perkara ma’ruf menjadi samar dengan kemungkaran, sementara kemungkaran sendiri tidak ia hindari dan justru malah di kerjakan.

Fitnah syubhat merupakan fitnah paling berbahaya oleh karena kurangnya ilmu dan lemahnya bashirah, ketika diiringi dengan niat buruk dan hawa nafsu maka timbullah fitnah besar dan keji. Yang termasuk dalam fitnah syubhat adalah kekafiran, kemunafikan serta bid'ah yang dapat menyebabkan perpecahan antar umat.

2. Fitnah Syahwat
Fitnah syahwat adalah segala perbuatan yang dapat melemahkan dan mengikis iman seseorang disebabkan oleh mengikuti hawa nafsu. Mereka yang terkena fitnah syahwat biasanya malas beribadah serta tidak segan melanggar perintah Allah dan mengerjakan apa yang dilarang. Hal ini disebabkan oleh hawa nafsu beserta andil dari iblis yang senantiasa mengiringi dan membuat iman semakin lemah. Terdapat dalam Alquran surat Ali Imran ayat 14 berbunyi:

Zuyyina lin-naasi hubbusy syahawaati minan nisaa'i wal baniina wal qanatiiril muqantarati minaz-zahabi wal fiddati wal-khailil-musawwamati wal-an'aami wal-hars, zaalika mataa'ul-hayaatid-dunyaa, wallaahu 'indahu husnul-ma'aab

Artinya:
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."

Dalam surat tersebut menjelaskan bahwa fitnah syahwat adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia, kesenangan, dan yang membangkitkan hawa nafsu.



3 dari 3 halaman

Doa agar terhindar dari fitnah

Agar umat muslim terhindar dari fitnah dan kezaliman bacalah doa berikut yang terdapat dalam Alquran surat Yunus ayat 85-86 agar seseorang terhindar dari segala macam fitnah.

Rabbana la taj'alna fitnatan lil qaumidz dzalimin. Wa najjina birahmatika minal qaumil kafirin.

Artinya:
"Ya Tuhan kami.  Semoga Engkau tidak menjadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang dzalim (buruk amal perbuatannya), dan pastinya Engkau pun berkenan menyelamatkan kami dengan rahmat-Mu dari (tipu daya) orang-orang yang kafir (mengingkari dan memusuhi ajaran-ajaran-Mu)."

Doa tersebut merupakan doa Nabi Musa untuk memohon keselamatan dari tipu daya orang kafir dengan rahmat Allah. Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dijelaskan bahwa Nabi pernah bersabda:

"Tidaklah amalannya yang memasukkan salah seorang dari kamu ke dalam surga, dan tidak pula ia menjauhinya dari neraka demikian juga dengan aku (Nabi Muhammad) kecuali rahmat dari Allah."

Banyak cara untuk meraih rahmat Allah. Berdoa dengan memohon rahman dan rahim-Nya adalah cara yang paling mudah. Sebagai umat muslim dapat mengikuti cara Nabi Musa dalam menghindarkan diri dari fitnah dengan membaca doa tersebut.





RECOMMENDED BY EDITOR