Brilio.net - Aksi teror yang terjadi di Selandia Baru menjadi perhatian dunia. Penembakan yang dilakukan di dua masjid Churchchrist memakan 49 korban tewas. Selain mendapat kecaman dari banyak pemimpin dunia, aksi ini juga dikutuk oleh PBB.

Sementara itu masih mengenai kasus penembakan tersebut, baru-baru ini seorang senator Australia menjadi sorotan. Ia menyalahkan imigran muslim atas serangan teror di dua masjid Selandia baru tersebut. Tentu saja pernyataan senator Fraser Anning tersebut mendapat kecaman dari banyak pihak.

Akibat pernyataannya tersebut, Anning mendapat perlakuan tak menyenangkan dari seorang remaja. Dilansir brilio.net dari laman nytimes, Minggu (17/3), Fraser Anning yang sedang berbicara kepada awak media tiba-tiba kepalanya dipukul dengan sebuah telur oleh pemuda tersebut.

 

Rekaman kejadian yang viral di media sosial itu menunjukkan ada seorang pemuda yang berdiri persis di belakang sang senator. Awalnya remaja yang diketahui berusia 17 tahun terlihat menyimak Anning yang sedang berbicara. Tak lama kemudian ia mengeluarkan ponselnya untuk merekam.

Tapi ternyata ia bukan ingin merekam apa yang Anning bicarakan. Pemuda yang berasal dari Hampton ini kemudian dengan cepat memukul kepala Anning dengan telur yang ternyata sudah digenggamnya sejak tadi. Ia kemudian mendapat pukulan di wajahnya dari senator tersebut. Pemuda ini juga diamankan oleh beberapa staf dan pendukung Anning yang ada di tempat.

Meski demikian aksi pria 17 tahun ini mendapat dukungan dari warganet. Ia yang mendapat julukan Egg Boy ini disebut-sebut sebagai pahlawan. Sebab aksinya itu mewakili apa yang dirasakan oleh banyak orang yang tidak suka dengan pernyataan kontroversialnya tersebut.

aksi bocah pukul telur senator australia © berbagai sumber
foto: Twitter/@95abeer_fahad

Sebelumnya senator Fraser Anning berkomentar terkait tragedi penembakan yang terjadi di Churchchrist. Anning yang menjabat sejak November 2017 ini justru menyalahkan imigran muslim atas kejadian ini. Senator berusia 69 tahun ini mengklaim imigran muslim yang menyulut adanya aksi teror tersebut.

"Penyebab sesungguhnya dari pertumpahan darah di Selandia Baru hari ini adalah program imigrasi yang memperbolehkan kaum fanatik muslim untuk bermigrasi ke Selandia Baru," ujar Anning.