Brilio.net - Jelang pesta demokrasi yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019 mendatang, kini masyarakat Indonesia tengah menjalani hari tenang. Panasnya musim kampanye pun sudah berakhir, dan giliran masyarakat kini diberikan waktu untuk berpikir dan menimbang kandidat yang akan dipilihnya dalam pemilu kali ini.

Kendati demikian, untuk warga negara Indonesia (WNI) yang tengah tinggal di luar negeri, sebagian dari mereka telah menggunakan hak suaranya. Ya, para WNI yang menetap di berbagai negara di dunia sudah melaksanakan pencoblosan terlebih dahulu. Baik pekerja di luar negeri maupun mahasiswa sama-sama menggunakan hak pilihnya. Tak hanya itu, sejumlah selebriti Tanah Air juga terlihat menjalani pemungutan suara di luar negeri lho.

Pencoblosan di luar negeri ini dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara masing-masing. Tak jauh berbeda dengan di Indonesia, suasana pencoblosan di luar negeri ini juga penuh keseruan dan kisah-kisah unik.

Bahkan, di beberapa negara, para WNI yang menggunakan hak suaranya ini disuguhi berbagai hidangan khas Indonesia. Selain itu, ada hiburan-hiburan khusus yang disediakan oleh panitia penyelenggara untuk para WNI yang menetap di luar negeri ini.

Nah, seperti apa kisah unik para WNI yang menjalani pemungutan suara di luar negeri? Dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Senin (15/4), berikut enam kisah unik WNI yang menggunakan hak suaranya di luar negeri.

1. Pemungutan suara di Kroasia ditemani bakso, siomay dan dangdut.

wni nyoblos di luar negeri © 2019 berbagai sumber

foto: KBRI Kroasia

Komunitas WNI di Kroasia telah melakukan pemungutan suara pada Minggu (14/4) lalu. Menariknya, dalam menyambut pesta demokrasi ini, KBRI di Zagreb, Kroasia menyediakan aneka hidangan khas Nusantara antara lain, nasi uduk, siomay, pempek hingga bakso. Kendati cuaca sangat dingin mencapai 9 derajat Celcius, namun para WNI sangat antusias menjalani pemungutan suara tersebut.

Selain itu para WNI di Kroasia juga menikmati musik dan melakukan karaoke dari lagu pop, rock hingga dangdut. Musik khas Indonesia tersebut tentunya berhasil memeriahkan suasana pencoblosan. Pesta pemungutan suara inipun diakhiri dengan lantunan lagu 'Kemesraan'.

Dikutip dari merdeka.com, Dubes RI di Kroasia menyampaikan, "Meski komunitas Indonesia di Kroasia tidak terlalu besar, tapi yang paling penting harus kompak dan menjaga persatuan," ungkapnya dalam rilis resmi KBRI Kroasia.

2. Pemungutan suara di Rumania dan Moldova dengan hidangan nasi uduk.

wni nyoblos di luar negeri © 2019 berbagai sumber

foto: Twitter/@KBRI_Bucharest

WNI yang menetap di Rumania dan Republik Moldova juga telah menjalani pemungutan suara pada Sabtu (13/4) di Bucharest. Penyelenggaraan ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU. Tercatat ada sekitar 141 WNI di Rumania dan Republik Moldova dan akan memilih langsung di TPS 01 KBRI Bucharest. Sebanyak 84 WNI di kedua negara ini memilih di TPS, sementara 57 lainnya menggunakan hak suaranya melalui pos.

Nah, khusus untuk para WNI yang menyoblos di KBRI Bucharest, mereka disuguhi sajian spesial khas Indonesia lho. Dikutip dari merdeka.com, para WNI tersebut menjadi dapat menyantap hidangan nasi uduk dengan ayam bumbu rica-rica yang disajikan oleh pihak KBRI Bucharest.

3. Santap bakso usai nyoblos di KBRI Dhaka.

wni nyoblos di luar negeri © 2019 berbagai sumber

foto: Twitter/@Kemlu_RI

Pemilihan umum di Bangladesh juga telah dilaksanakan. Tercatat ada 247 orang WNI yang tinggal di Bangladesh. Dari jumlah tersebut ada 186 orang yang menggunakan hak suara mereka langsung di TPS 01 di KBRI Dhaka. Sementara, sisanya memilih melalui surat yang dikirim via pos. Dikutip dari merdeka.com, usai melakukan pencoblosan, para WNI disuguhi masakan khas Indonesia oleh KBRI Dhaka yakni bakso. Sajian ini sekaligus mengobati rasa rindu para WNI pada kampung halaman mereka.

4. Cendol durian dan nastar jadi hidangan untuk para WNI yang menyoblos di Chicago.

wni nyoblos di luar negeri © 2019 berbagai sumber

foto: merdeka.com

Panitia Pemilih Luar Negeri (PPLN) nggak pernah kehabisan cara untuk menarik minat masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019 ini. Di Chicago, pemungutan suara dilakukan pada Sabtu (13/4) lalu. TPS di Chicago dibuka di Indonesian Cultural CenterChicago. Suasana pemungutan suara menjadi sangat asyik dengan sajian berupa cendol durian dan nastar yang disediakan ole KJRI Chicago. Tentunya hidangan tersebut membuat suasana pemungutan suara lebih unik lagi.

5. WNI di Turki mandi hujan es demi menjalani pemungutan suara.

wni nyoblos di luar negeri © 2019 berbagai sumber

foto: Instagram/@sahabaterdogan

Para WNI di Turki sangat antusias menyambut pesta demokrasi 2019. Mereka juga telah menjalankan pemungutan suara di KBRI Ankara. WNI yang rata-rata mahasiswa ini bahkan sebanyak 10 orang rela menempuh jarak hingga 900 kilometer demi menyalurkan hak suara mereka pada Sabtu (13/4) lalu. Dikutip dari merdeka.com, dalam perjalanan mereka diguyur hujan es yang memang kerap melanda Turki di musim pancaroba seperti saat ini. Alhasil, mereka tiba di TPS dalam keadaan basah kuyup.

Uniknya, dalam rangka menyelenggarakan pesta Demokrasi ini, KBRI di Ankara bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki menyediakan berbagai fasilitas seperti photoboot dan makanan ringan ala Turki. Selain itu, selama pemungutan suara juga ada lomba selfie lho.

6. WNI di Belanda ada yang tempuh ratusan kilometer demi Pemilu 2019.

wni nyoblos di luar negeri © 2019 berbagai sumber

foto: Twitter/@_karinandjani

Seorang penulis sekaligus pianis asal Indonesia, Karina Andjani harus menempuh ratusan kilometer dari rumahnya ke satu-satunya tempat pemungutan suara (TPS) di Den Haag. Dirinya harus menempuh jarak 107,5 kilometer dari rumahnya di Kota s-Hertogenbosch. Hal ini dilakukannya karena ia tak kunjung menerima kiriman surat suara melalui pos. Oleh karena itu, dirinya memutuskan untuk menempuh jarak ratusan kilometer.

Dikutip dari merdeka.com, Karina datang ke Den Haag dengan menggunakan kereta. "Di Belanda jarak ratusan kilometer dapat dijangkau dalam hitungan jam menggunakan kereta. Mungkin di sini berbeda dengan kondisi di Indonesia atau di Amerika Serikat, karena di dua negara itu banyak orang masih berpindah memakai mobil," kata Karina. Penulis buku 'Apa Itu Musik?' tersebut juga mengaku dirinya mencari infomasi soal tata cara menyoblos di luar negeri secara mandiri.