Brilio.net - Kementerian Luar Negeri menyatakan 78 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak di kapal pesiar Jepang, Diamond Princess, sampai saat ini masih berada di atas kapal yang dikarantina akibat virus Corona. Sampai saat mereka dinyatakan negatif virus Corona (Covid-19).

"Terkonfirmasi tidak ada WNI yang terinfeksi. 78 WNI sampai saat ini dalam keadaan sehat," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha dikutip Liputan6.com.

Judha mengatakan pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo terus berkoordinasi dengan lembaga setempat untuk mengetahui perkembangan penanganan karantina di kapal pesiar tersebut.

Selain rutin mengirim bantuan logistik berupa makanan instan dan vitamin C, Judha juga menuturkan KBRI di Tokyo telah membentuk grup WhatsApp dengan para WNI di kapal pesiar untuk memudahkan komunikasi.

Kemlu RI juga disebut bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan RI untuk berkoordinasi dengan dua perusahaan yang memberangkatkan para WNI tersebut untuk memastikan pelindungan bagi mereka.

Loading...

"Kemlu juga telah menghubungi keluarga para kru WNI untuk menyampaikan perkembangan terakhir," bunyi pernyataan Kemlu RI.

Pihak berwenang Jepang menuturkan jumlah penumpang Diamond Princess yang terinfeksi virus Corona bertambah jadi 218 orang, termasuk petugas karantina. Jumlah korban bertambah setelah Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan 44 kasus baru, Kamis (13/1) lalu.

Dikutip dari BBC, Menteri Kesehatan Katsunobu Kato mengatakan dari 44 korban, 43 merupakan penumpang, dan satu awak kapal. Kapal Diamond Princess menjadi tempat karantina virus Corona setelah salah satu penumpang yang turun di Hong Kong dinyatakan positif Corona pada Januari lalu.

Kapal pesiar itu kemudian dikarantina di tengah perjalanan mereka di lepas pantai Yokohama sejak 3 Februari lalu, tetapi kini dibolehkan berlabuh untuk proses pemindahan penumpang yang terinfeksi ke tempat isolasi. Berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber fakta WNI yang negatif Corona dari berbagai sumber, Sabtu (15/2).

1. 218 orang positif terjangkit virus Corona di kapal pesiar yang dikarantina Jepang.

Fakta WNI yang negatif Corona di kapal pesiar Instagram

foto: Liputan6.com

Dikutip Liputan6.com, Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan lonjakan kasus virus Corona di kapal pesiar Diamond Princess yang sedang dikarantina. Sebanyak 44 orang di kapal pesiar yang dikarantina di perairan Jepang itu telah dipastikan positif virus Corona. Ini berarti sejauh ini sudah 218 orang yang terinfeksi virus Corona di kapal pesiar tersebut, termasuk seorang petugas karantina.

2. 78 WNI awak kapal pesiar Jepang negatif virus Corona.

Fakta WNI yang negatif Corona di kapal pesiar Instagram

foto: Liputan6.com

Setelah Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan sebanyak 218 orang positif terkena virus Corona, Kementerian Luar Negeri menyatakan 78 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak di kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan negatif virus Corona (Covid-19). Namun sampai saat ini mereka masih berada di atas kapal yang dikarantina akibat virus Corona.

"Terkonfirmasi tidak ada WNI yang terinfeksi. 78 WNI sampai saat ini dalam keadaan sehat," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, melalui pesan singkat, Jumat (14/2).

3. WNI di kapal pesiar minta mi instan dan cairan pereda masuk angin.

Fakta WNI yang negatif Corona di kapal pesiar Instagram

foto: Twitter/@KBRITokyo

Setelah dinyatakan 78 Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess dinyatakan bebas virus Corona (Covid-19), ternyata awak kapal tersebut tidak sepenuhnya dalam kondisi sehat. Hal tersebut terungkap dari Twitter @KBRITokyo. Pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo mengungkapkan pihaknya harus mengantarkan obat cairan masuk angin yang diminta para ABK yang masih dalam karantina hingga hari ini.

@KBRITokyo: "KBRI Tokyo (12 Feb) mengantar cairan Pereda Masuk Angin yang diminta WNI yang sedang di atas kapal Diamon Princess yang sedang dikarantina utk observasi di Yokohama, sekaligus Mie Instan dan Vitamin C. Foto: barang di antar staf KBRI Tokyo ke petugas pelabuhan. #NegaraMelindungi."

Tidak hanya obat masuk angin, pihak KBRI Tokyo juga mengantarkan mi instan dan vitamin C.

4. Kru di kapal pesiar tetap bekerja.

Fakta WNI yang negatif Corona di kapal pesiar Instagram

foto: Twitter/@KBRITokyo

Dikutip dari Liputan6.com, sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikarantina di kapal pesiar di Jepang akibat virus Corona mengisahkan keseharian hingga kekhawatiran mereka. Sasa, salah satu warga Indonesia yang bekerja sebagai kru di Diamond Princess awalnya ragu menceritakan kondisi di dalam kapal.

Dirinya menuturkan para penumpang tidak diperbolehkan untuk keluar kamar, kecuali jika kamar mereka tidak mempunyai jendela. Meski pun diperbolehkan untuk ke luar kamar, Sasa yang bekerja di bagian restoran kapal pesiar mengatakan, ada batas waktu bagi mereka.

Sasa menuturkan, dia terbiasa bekerja dengan melayani pesanan penumpang melalui telepon, dan mengantarkan makanan mereka ke kamar. Karena itulah, dia mengaku khawatir dengan kesehatannya.

"Kami para WNI ini harus bekerja di lingkungan orang yang positif virus Corona," ujarnya dikutip Liputan6.com.

5. Meski negatif virus Corona, WNI di kapal pesiar tetap dalam pantauan pemerintah.

Fakta WNI yang negatif Corona di kapal pesiar Instagram

foto: Liputan6.com

Dikutip dari Liputan6.com, sebanyak 78 warga negara Indonesia di kapal pesiar, dinyatakan tidak terkena virus Corona. Meski sudah tidak lagi diobservasi, tetapi pemerintah tetap memantau mereka.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Drg R.Vensya Sitohang mengatakan, observasi kapal yang awalnya diduga terdapat suspect Corona, sudah selesai. Sebanyak 78 WNI di dalam kapal itu, sudah bebas dari observasi dan kembali ke keluarga masing-masing.

"Untuk WNI 78 (orang) di Diamond, dinyatakan sehat. Mereka sudah selesai masa observasi, dan harusnya tak ada lagi perlakuan khusus," kata Vensya dikutip Liputan6.com.

Observasi dilakukan untuk menghindari penyebaran virus yang mematikan itu. Sejumlah 78 WNI yang sudah dinyatakan sehat itu, tetap dipantau oleh pemerintah. Dengan diberi semacam kartu khusus untuk mereka berobat, jika mengalami gangguan kesehatan.

RECOMMENDED BY EDITOR