Brilio.net - Penyebaran Virus Corona masih menjadi pusat perhatian seluruh dunia, tak terkecuali dengan Indonesia. Terbaru, telah ditemukan dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Depok positif Corona. Setelah keduanya sempat berkontak langsung dengan warga Jepang yang datang ke Indonesia.

"Orang Jepang ke Indonesia bertamu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti dilansir dari akun YouTube @Sekretariat Presiden, Selasa (3/3).

Melihat hal itu pemerintah akan terus berupaya dengan segala cara untuk bisa menangani penyebaran Virus Corona. Semua warga diminta untuk tetap tenang dan tetap waspada.

"Kami semua memang sudah mempersiapkan diri sejak kawan-kawan dari Wuhan diobservasi, kita semua dari Kementerian Kesehatan dan seluruh stakeholder lainnya yang pasti akan segera menindaklanjuti," ujar Jaleswari selaku Deputi V Kantor Staf Kepresidenan, seperti dilansir dari Merdeka.com.

3 WNA Singapura Batam liputan6

foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin

Namun kabar mengejutkan datang dari wilayah Batam yang menyatakan status waspada Virus Corona. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama KKP menyatakan status itu berlaku setelah ada tiga Warga Negara Asing (WNA) Singapura dinyatakan positif Corona setelah bepergian dari Batam.

"Ada Warga Negara Singapura sudah dinyatakan positif kena Virus Corona sesudah masuk dari Batam," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, saat jumpa pers di Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan, Batu Ampar, dikutip brilio.net dari Liputan6.com, Selasa (3/3).

Sama halnya dengan kejadian 2 WNI yang positif, perlu adanya waspada siapa saja yang telah berinteraksi dengan ketiga WNA Singapura tersebut saat di Batam. Diketahui ketiganya telah berinteraksi dengan pembantu dan pengemudi angkutan online. Mereka juga berinteraksi dengan penumpang dan awak kapal Feri saat pergi dan pulang ke Singapura.

"Saat ini sedang dilakukan pelacakan dan pengawasan WN yang selama di Batam melakukan kontak berikut dalam Kapal Ferry," ucap Tjetjep.

Tjetjep mengungkapkan, WNA Singapura perempuan berinisial VP, telah dinyatakan positif Virus Corona oleh Kementerian Kesehatan Singapura. Selain VP, suami dan anaknya juga positif virus Corona, sehingga disebut sebagai kasus 01, 02, 03.

VP berada di Batam pada 20-23 Febuari. Kemudian, sepulang dari Batam, pada 26 Februari ia dinyatakan positif.

Pada 1 Maret 2020 Dinas Kesehatan Kapri mendapatkan notifikasi dari NFP (National Focal Point) Indonesia, meneruskan Notifikasi dari NEP Singapura tentang closed contact Kasus virus Corona di Batam.

3 WNA Singapura Batam liputan6

foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin

Pemerintah kemudian mulai mengisolasi dua 2 WNI yang sempat berinteraksi dengan WNA positif Singapura. Closed contact yang dinotifikasi adalah VP, Wanita, 37 tahun, Warga Negara Singapura dan memiliki rumah di Batam. Diketahui, VP melakukan perjalanan ke Batam, pada 20 Februari 2020 dan kembali ke Singapore 23 Februari 2020.

Pada 21 Februari 2020, suami, dua orang anaknya dan asisten rumah tangganya menyusul ke Batam dan kembali ke Singapura 23 Februari 2020.

"Selama di Batam, yang bersangkutan kontak dengan sopir, berinisal P, laki-laki, 33 tahun, WNI dan kedua asisten rumah tangga, CSS, wanita, 39 tahun, WNI," ucap Tjetjep.

Kemudian, pada 26 Februari, VP dikarantina rumah di Singapura karena diduga terjangkit Virus Corona. Pada 1 Maret 2020, dinyatakan positif dan dirawat isolasi di Singapura.

Dia menjelaskan, sejauh ini dinkes setempat juga telah telah menelusuri kedua closed contact di Batam. Keduanya juga telah diwawancara, diambil spesimen laboratorium, dan dilakukan karantina rumah.

"Sampai saat ini, kedua closed contact tidak mengalami gejala demam, batuk, sakit tenggorokan dan sesak napas," ujarnya.

Namun menurut Tjetjep, keduanya tetap tidak diizinkan melakukan kontak dengan siapa pun dan akan menjalani proses karantina di Asrama Haji.

"Sekarang kita awasi. Mereka tidak boleh ke mana-mana dan tidak boleh kontak langsung dengan siapapun. Kita juga sudah melakukan spesimen laboraturium untuk dites. Hasilnya akan keluar paling lama empat hari," ujar Tjetjep lagi.

Sementara itu, Kepala Dinkes Batam Didi Sumarjadi pada kesempatan yang sama mengatakan, sebelumnya tempat observasi dan karantina diusulkan dekat dengan RSBP (Rumah Sakit Badan Pengusahaan) Batam, yakni Guest House.

Tapi karena banyak kerusakan dan ada yang menempati, akhirnya diputuskan karantina dilakukan di Asrama Haji lantai 3.

"Kalau sudah bisa dihubungi semua, akan dibawa ke Asrama Haji. Untuk biaya dan semua kebutuhan selama karantina akan ditanggung oleh Pemkot Batam. Mereka akan diobservasi hingga 8 Maret mendatang atau 14 hari usai kontak terakhir," kata Didi.

(brl/gib)

RECOMMENDED BY EDITOR

(brl/gib)