Brilio.net - Virus Corona atau COVID-19 masih menjadi pusat perhatian dunia. Virus yang berasal dari Wuhan, China itu telah memakan banyak korban. Pasalnya Corona tidak hanya menyerang masyarakat yang ada di China, namun sudah jadi pandemi.

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) melalui kbbi.kemdikbud.go.id, pandemi secara umum bisa diartikan wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas. Status pandemi tersebut sudah dinyatakan langsung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada Rabu (18/3), pasien yang positif Corona di dunia telah mencapai 198.602 kasus. Sedangkan di Indonesia sendiri, kasus ini mengalami pelunjakan yang cukup signifikan. Berawal dari awal Maret ada 2 WNI (Warga Negara Indonesia) yang positif. Dan kini sudah tercatat ada 227 kasus. Di antaranya ada 19 orang meninggal dunia.

Menanggapi kasus persebaran Corona yang kian parah, masyarakat pun resah dan khawatir dibuatnya. Karena itu pemerintah di berbagai negara terus meminta warganya untuk tidak panik, namun tetap waspada. Muncul beragam pertanyaan dari masyarakat tentang beragam hal terkait dengan Corona.

Berikut beberapa pertanyaan yang sering mengusik warga tentang Corona, seperti dilansir brilio.net dari who.int pada Kamis (19/3).


1. Apa itu Virus Corona?

foto: freepik.com



Virus Corona masih keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa virus Corona diketahui menyebabkan infeksi pernapasan. Mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) dan Sindrom pernapasan Akut Parah (SARS). Virus corona yang paling baru ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.


2. Apa itu COVID-19?

Loading...

foto: freepik.com



COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Corona. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, China, pada bulan Desember 2019.


3. Apa saja gejala COVID-19?

foto: freepik.com



Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap.


4. Bagaimana COVID-19 bisa menyebar?

foto: freepik.com



Orang dapat terkena COVID-19 dari orang lain yang memiliki virus. Penyakit ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan air dari hidung atau mulut, yang menyebar ketika seseorang dengan COVID-19 batuk atau buang napas.

Tetesan bisa mendarat pada benda dan permukaan di sekitar orang tersebut. Orang lain kemudian terkena COVID-19 dengan menyentuh benda atau permukaan benda itu. Lantas ia menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka. Orang juga bisa terkena Corona jika mereka menghirup tetesan batuk dari seseorang dengan COVID-19.


5. Apa yang bisa saya lakukan untuk melindungi diri dan mencegah penyebaran Corona?

foto: freepik.com



Tetap mengetahui informasi terbaru tentang wabah Corona. Semua data tersedia di situs web WHO dan melalui otoritas kesehatan publik nasional maupun lokal.

Kamu juga dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi atau menyebarkan Corona dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana. Adapun langkahnya sebagai berikut:

- Secara teratur membersihkan tangan. Menggosok dengan bahan alkohol atau cuci dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan.

- Pertahankan jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) antara kamu dan orang lain terutama dengan orang yang sakit demam flu. Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika kamu terlalu dekat, kamu bisa menghirup tetesan air, termasuk virus COVID-19 jika orang tersebut menderita batuk.

- Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Tangan telah menyentuh banyak permukaan kotor dan bisa dipenuhi dengan virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuatmu sakit.

- Pastikan kamu dan orang-orang di sekitar mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Yakni menutup mulut dan hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas.

Tetesan menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernapasan yang baik, kamu dapat melindungi orang-orang di sekitar dari virus seperti flu hingga COVID-19. Tetap di rumah jika kamu merasa tidak sehat. Jika kamu mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat.

- Ikuti perkembangan COVID-19 terbaru (kota atau area lokal di mana COVID-19 menyebar luas). Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat-tempat, terutama jika kamu adalah orang yang lebih tua atau menderita diabetes, penyakit jantung dan paru-paru. Karena orang yang punya penyakit tersebut memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena COVID-19 di salah satu area ini.

2 dari 2 halaman



6. Haruskah saya cemas dengan virus Corona?

foto: freepik.com



Penyakit akibat infeksi COVID-19 umumnya ringan, terutama untuk anak-anak dan dewasa muda. Namun, itu dapat menyebabkan penyakit serius, sekitar 1 dari setiap 5 orang yang tertular membutuhkan perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu sangat normal bagi orang khawatir tentang bagaimana wabah Corona akan memengaruhi mereka.

Pertama dan terpenting di antara tindakan-tindakan pencegahan adalah mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh, serta menjaga kebersihan pernapasan yang baik.

Kedua, tetap terinformasi dan ikuti saran dari otoritas kesehatan setempat termasuk pembatasan yang diberlakukan pada perjalanan, pergerakan dan pertemuan.


7. Siapa yang berisiko mengalami sakit yang lebih parah?

foto: freepik.com



Jika kita mempelajari bagaimana COVID-19 menyerang orang-orang dengan riwayat penyakit sebelumnya (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru, kanker atau diabetes), maka Corona akan dirasakan lebih parah dari pada orang lain.


8. Apakah COVID-19 sama dengan SARS?

foto: freepik.com



Tidak. Virus yang menyebabkan COVID-19 dan yang menyebabkan SARS pada 2003 memang terkait satu sama lain secara genetik. Tetapi penyakit yang mereka sebabkan sangat berbeda. SARS lebih mematikan, tetapi jauh lebih tidak menular daripada COVID-19.


9. Haruskah saya mengenakan masker untuk melindungi diri sendiri?

foto: freepik.com



Gunakan masker hanya jika kamu sakit dengan gejala COVID-19 (terutama batuk), atau ketika kamu sedang merawat seseorang yang mungkin positif Corona.

Masker wajah sekali pakai hanya bisa digunakan sekali. Jika kamu tidak sakit atau bukan perawat, maka kamu bisa saja jadi orang yang membuang-buang masker. Karena kasus Corona ini, dunia menjadi kekurangan masker. WHO pun mendesak orang secara bijak dalam penggunaan masker.


10. Berapa lama masa inkubasi Corona?

foto: freepik.com



'Masa inkubasi' atau waktu antara terkena virus dan mulai memiliki gejala penyakit. Sebagian besar perkiraan masa inkubasi untuk Corona berkisar antara 1-14 hari, paling umum sekitar lima hari. Perkiraan ini akan diperbarui saat ada lebih banyak data.



RECOMMENDED BY EDITOR