Brilio.net - Peristiwa tak biasa baru saja dialami oleh seorang bocah laki-laki asal Banyuwangi bernama Rehan Anta Maulana. Bocah yang masih berusia tiga tahun tersebut dikabarkan baru saja disunat oleh jin.

Dilansir brilio.net dari liputan6.com, Jumat (19/7), ibunda Rehan, Riski Amalia menceritakan kronologi peristiwa aneh tersebut. Pada awalnya, menjelang waktu zuhur Rehan tengah asyik bermain di bawah pohon mangga yang tidak jauh dari rumahnya pada Senin (15/7) lalu.

"Waktu itu Rehan saya ajak tidur, tapi dia enggak mau. Dia malah keluar rumah dan bermain sama tiga orang temannya. Beberapa saat kemudian dua temannya pulang, tinggal anak saya dan seorang temannya bernama Galang," ujar Riski.

Dari dalam rumah, kata Riski, terdengar gurauan Galang dan Rehan. Galang sempat bertanya pada Rehan sambil bergurau apakah dirinya berani disunat. Saat Galang pulang meninggalkan Rehan sendirian, tiba-tiba bocah itu mengeluh sakit pada bagian alat kelaminnya. Nenek Rehan, Hamidah lalu keluar melihat apa yang terjadi.

"Pas ibu saya buka celana alat kelamin anak saya sudah dalam kondisi seperti sudah dikhitan. Kami sudah bertanya pada ustaz, katanya tidak apa-apa," kata Riski.

Loading...

Sang nenek mengaku sangat kaget dengan apa yang dialami cucunya tersebut. Bagaimana tidak, cucunya tidak membuka celana tetapi tiba-tiba alat kelaminnya sudah berubah seolah sudah dikhitan. Waktu pertama dilihat, bekas potongan pada alat kelamin cucunya terlihat sangat rapi. Keluarga percaya, Rehan telah disunat oleh jin.

"Enggak ada bercak darah sedikit pun. Rehan saat itu sama sekali tidak menangis. Dia hanya merintih merasakan sakit," kata Hamidah.

Meski Rehan sudah dalam kondisi disunat, pihak keluarga mengaku tidak akan melakukan tasyakuran. Sebab, warga setempat meyakini jika dikhitan jin tidak boleh dilakukan tasyakuran. Mereka percaya jika dilakukan tasyakuran, maka kondisi alat kelaminnya akan kembali seperti semula seperti sebelum disunat.

"Dulu di sini pernah ada anak dikhitan oleh Jin. Kemudian keluarganya melakukan tasyakuran dan secara besar-besaran hingga mengundang kesenian. Seminggu kemudian, alat kelaminnya kembali seperti sebelum dikhitan. Makanya, kami memutuskan untuk tidak melakukan tasyakuran," kata Paman Rehan, Arif Bombom.

RECOMMENDED BY EDITOR