Brilio.net - Pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel dan model majalah dewasa Avriellia ternyata hanya puncak dari gunung es. Di balik Vanessa dan Avriellia, ternyata terdapat puluhan artis dan seratusan model yang menjadi 'klien' dari mucikari ES dan TN. ES dan TN sendiri sekarang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan mengungkapkan, total ada 45 artis dan seratusan model yang terlibat prostitusi dalam jaringan (online) dan dikendalikan mucikari berinisial ES dan TN.

"Bukan hanya dua, tapi ada 45 semuanya oknum artis yang terlibat langsung di bawah kendali dua mucikari ini dengan tugasnya masing-masing," kata Luki saat menggelar konferensi pers di Mapolda Jatim di Surabaya, dikutip antara, Senin (7/1).

Luki menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, mucikari ES fokusnya memasarkan artis bagi pria hidung belang. Sementara mucikari TN lebih fokus mempromosikan seratusan model yang dibawahinya. "Model-model tersebut terdiri dari model majalah populer, model FHM, hingga model iklan," kata Luki.

Terkait nama-nama artis dan model yang terlibat, Kapolda enggan mengungkapkannya. Yang pasti, lanjut Luki, polisi sudah memiliki foto-foto, nama-nama, dan bukti transaksi dari para artis dan model yang terlibat prostitusi online tersebut. "Kita sudah punya foto-fotonya, sudah punya nama-namanya, sudah ada sebagian transaksinya," kata Irjen Luki.

Loading...

Untuk tarif yang dikenakan terhadap para artis dan model ini bervariasi tergantung tingkat kepopuleran artis tersebut. Luki menyebut bisnis ini memiliki jaringan yang cukup besar. "Ada yang (tarifnya) Rp 100 juta, ada yang Rp 80 juta, Rp 50 juta, yang paling kecil Rp 2 juta," katanya.

Berdasarkan keterangan, bisnis prostitusi daring yang melibatkan sejumlah artis dan model ini telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun terakhir atau sejak tahun 2017 lalu. "Semua kota, tergantung sesuai pemesanannya, bahkan dari luar negeri juga," ujarnya.

RECOMMENDED BY EDITOR