Brilio.net - Sejak berdiri pada tahun 2005 lalu, YouTube seolah menjadi platform bagi anak muda untuk mengekspresikan dirinya. Namun seiring berjalannya waktu, platform ini juga banyak digunakan oleh para lintas usia, baik muda, tua bahkan anak-anak. Melalui YouTube, saat ini semua orang dapat mengunggah konten menarik dan meraih pendapatan besar.

Seperti bocah usia 8 tahun asal Texas yang satu ini. Kekayaannya di tahun 2019 ini sudah mencapai USD 35 juta atau sekitar Rp 489 miliar. Ya, ia adalah Ryan Kaji yang memiliki kanal YouTube bernama Ryan ToysReview. Kanal YouTube milik bocah berdarah Jepang yang lahir 6 Oktober 2010 di Texas, Amerika ini, punya hampir 23 juta subscriber.

Berdasarkan laporan Forbes, kanal YouTube yang dikelola sendiri oleh kedua orangtua Ryan tersebut menghasilkan USD 22 juta pendapatan mulai 1 Juni 2017 hingga 1 Juni 2018. Disebutkan juga jika pendapatan ini naik dari USD 11 juta atau sekitar Rp 154 miliar pada tahun sebelumnya.

Kanal YouTube miliknya sebenarnya sederhana. Sesuai namanya, Ryan ToysReview atau yang berati mengulas mainan, Ryan melakukan unboxing mainan dengan durasi lima menit. Meski sederhana, nyatanya kanal miliknya tumbuh cepat.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Tak sampai situ, kanal YouTube Ryan akhirnya juga mendapatkan dukungan dari Michael Bienstock yang merupakan Chief Executive of the Influencer Semaphore. Kanal Ryan telah menampilkan banyak kegiatan lainnya. Selain mereview mainan, Ryan juga melakukan hal lain seperti eksperimen sains, video edukasi, juga video kegiatan seru keluarganya.

Beberapa video bahkan ditonton lebih dari 1 miliar kali. Menurut data situs web analisis Social Blade, secara keseluruhan, konten-konten Ryan sudah ditonton hampir 35 miliar kali sejak pertama kali dibuat.

Nama akun Ryan baru-baru ini diganti setelah organisasi advokasi konsumen, Truth in Advertising, mengajukan laporan kepada Komisi Perdagangan Federal AS (FTC).

Truth in Advertising menuduh kanal Ryan tidak secara jelas menunjukkan video mana yang dibuat untuk kepentingan sponsor, yang berarti ada perusahaan yang membayar video tersebut untuk mempromosikan produk mereka.

Pada awal September 2019, perusahaan induk YouTube, Google, setuju membayar denda 170 juta dolar AS setelah FTC menuduh raksasa internet itu mengumpulkan data pribadi dari para pengguna YouTube tanpa izin. Menurut FTC, platform menggunakan data itu untuk memastikan bahwa pengiklan bisa menargetkan penonton anak-anak.

Akun Ryan juga semakin berevolusi. Seiring bertambahnya usia, kini akun YouTube Ryan menyajikan video bertema pendidikan. Selain itu, ia tetap mempertahankan mempertahankan konten mainan.

Dalam peringkat Forbes, Ryan Kaji mampu melampaui Dude Perfect. Akun yang dijalankan oleh sekelompok pria di Texas ini mengisi kontennya dengan melakukan hal-hal yang sepertinya mustahil. Mulai memasukkan bola basket ke lingkaran dari puncak gedung, bahkan helikopter.

Dude Perfect berada di urutan kedua, naik dari peringkat ketiga pada 2018, yakni dengan penghasilan 20 juta dolar AS, dihitung antara 1 Juni 2018 hingga 1 Juni 2019.

Posisi ketiga diisi oleh kanal YouTube yang juga mengulas mainan anak-anak, yakni Anastasia Radzinskaya. Di usianya yang baru 5 tahun, dia mampu menghasilkan 18 juta dolar AS. Akunnya Like Nastya Vlog dan Funny Stacy memiliki total hampir 70 juta subscriber. Dia menyajikan video berbahasa Rusia, Inggris, dan Spanyol.

(brl/gib)

RECOMMENDED BY EDITOR

(brl/gib)