Brilio.net - Willy Dozan atau dikenal juga dengan nama Billy Chong merupakan artis Indonesia yang pernah terkenal melalui film Mandarin yang pernah dibintanginya. Sejak muncul dalam film Pembalasan Si Pitung, namanya sering muncul dari tahun ke tahun. Bahkan, pada 1978, Willy Dozan sudah masuk sebagai pemeran utama dalam film Mandarin, Invincible Monkey Fist (1978).

Tak perlu waktu lama untuk menancapkan nama besarnya. Setahun kemudian, pria kelahiran Magelang tersebut tampil kembali dalam Crystal Fist (1979) dan meneguhkan namanya dalam jagad industri film Mandarin. Sejak saat itu, namanya sebagai Billy Chong selalu tampil di poster film Hong Kong sebagai pemain utama.

Ada tujuh film yang memasang nama Billy Chong sebagai pemeran utama. Antara lain, Crystal Fist (1979), Super Power (1979), Hard Way to Die (1979), Kung Fu Executioner (1980), A Fistful of Talons (1981), Kung Fu Zombie (1982), dan Kung Fu from Beyond the Grave(1982). Yang membanggakan, Willy sempat meraih penghargaan di International Movie Academy Award pada 1980.

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber Jumat (15/10), berikut 7 potret Willy Dozan yang pernah main film Mandarin pada era 80-an. Yuk nostalgia di momen-momen saat Billy Chong eksis di film laga Hong Kong.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

1. Willy Dozan berkarier di film Mandarin pada 1979. Sejak saat itu, namanya kian terkenal dan membintangi beberapa film laga Hong Kong.

Nostalgia Willy Dozan main film Mandarin era 80-an, ini 7 potretnya Instagram

foto: Instagram/@willydozan777

2. Film Crystal Fist (1979) diganjar sebagai Best New Comer pada International Movie Academy Award di Italia pada 1980. Raihan tersebut membuat nama Willy Dozan atau Billy Chong semakin terkenal sebagai artis Mandarin di kancah Internasional.

Nostalgia Willy Dozan main film Mandarin era 80-an, ini 7 potretnya Instagram

foto: Instagram/@willydozan777

3. Selain Hong Kong, Willy Dozan juga meniti karier di beberapa negara seperti Taiwan, Jepang, dan Amerika Serikat untuk menekuni film bergenre laga. Selain itu, ia juga pernah tercatat bersekolah di Kahana's Stunt School di California, Amerika Serikat.

Nostalgia Willy Dozan main film Mandarin era 80-an, ini 7 potretnya Instagram

foto: Instagram/@willydozan777

4. Selain tampil memukau di Crystal Fist (1979), pada tahun yang sama, Willy juga berperan sebagai aktor utama dalam film Super Power. Film ini mengisahkan putra seorang pejabat pemerintah Manchu bersumpah akan membalas dendam pada para ahli yang mengalahkan petinju Manchu.

Nostalgia Willy Dozan main film Mandarin era 80-an, ini 7 potretnya Instagram

foto: Instagram/@willydozan777

5. Dalam film laga A Fist of Full of Talons (1983), penampilan semakin memukau dengan aksi-aksi laga yang tampak nyata.

Nostalgia Willy Dozan main film Mandarin era 80-an, ini 7 potretnya Instagram

foto: Instagram/@willydozan777

6. Di setiap penampilannya, Willy sering terlihat memakai kostum perguruan kung fu atau hanya telanjang dada dengan tubuh yang kekar.

Nostalgia Willy Dozan main film Mandarin era 80-an, ini 7 potretnya Instagram

foto: Instagram/@willydozan777

7. Wajahnya hampir selalu tampak serius sebagai pemeran aktor laga. Hal ini membuatnya mampu mendalami setiap karakter yang diperankannya.

Nostalgia Willy Dozan main film Mandarin era 80-an, ini 7 potretnya Instagram

foto: Instagram/@willydozan777

8. Pada era 80-an, karier Willy Dozan sebagai Billy Chong sedang berada di puncak keemasannya.

Nostalgia Willy Dozan main film Mandarin era 80-an, ini 7 potretnya Instagram

foto: Instagram/@willydozan777

9. Selain tampil di berbagai film Mandarin, Willy Dozan juga sering bermain film Indonesia. Pada 1992, film Narkoba menjadi film terakhir yang dibintanginya sebelum vakum. Willy kembali lagi ke dunia film di Rumah Hantu Pasar Malam (2012) dan kembali ke dunia laga dalam film Duel: The Last Choice (2014). Sampai saat ini, ia masih aktif memerankan beberapa karakter film dan sinetron.

Nostalgia Willy Dozan main film Mandarin era 80-an, ini 7 potretnya Instagram

foto: Instagram/@willydozan777

 

(brl/lea)

RECOMMENDED BY EDITOR

(brl/lea)