Brilio.net - Komedian sekaligus presenter terkenal Denny Cagur merasakan duka mendalam atas meninggalnya ibunda tercinta, Eny Sumatni. Ibu Denny Cagur mengembuskan napas terakhir pada Senin (18/1), di rumah Sakit Sentra Medika, Depok, Jawa Barat.

Kepergian sang ibu untuk selamanya itu tentu dirasa berat bagi Denny Cagur sekeluarga. Apalagi sebagai seorang ibu dan anak, keduanya tentu saja dekat dan sering menghabiskan waktu bersama.

Dilansir dari Kapanlagi.com, Selasa (19/1), Denny Cagur yang ditemui usai pemakaman ibunya di TPU Tipar, Depok, Jawa Barat itu mengatakan sang bunda belakangan ini memang sering bolak-balik rumah sakit. Denny menyebutkan penyakit diabetes yang diderita ibunya sejak lama pada akhirnya mengganggu fungsi ginjal.

kronologi meninggalnya ibu denny cagur © Berbagai Sumber

foto: Kapanlagi.com/Bayu Herdianto

Loading...

"Sebenernya tuh beberapa waktu ini memang ada intensif bolak-balik ke RS sebulan ini. Walaupun sebenarnya sakit mama itu udah sangat lama diabetnya udah lama, tapi akhirnya mengganggu fungsi ginjal sehingga mama harus rutin cuci darah, seminggu dua kali gitu," ungkap Denny Cagur.

Pria berusia 43 tahun itu juga menyebutkan bahwa kondisi ibunya sempat membaik. Tetapi tak berselang lama saat sudah di rumah, ibunda harus kembali mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, hingga akhirnya tutup usia.

kronologi meninggalnya ibu denny cagur © Berbagai Sumber

foto: Instagram/@mamah.eny

"Kondisinya kemarin sempat membaik, terus sampai rumah nggak lama pinggangnya sakit, kembali ke RS melakukan perawatan kembali sampai kemarin sore semakin drop, sampai akhirnya malam mama nggak ada (meninggal)," ujar Denny.

Kepergian sang ibunda tampaknya sudah diikhlaskan oleh Denny. Sebab menurutnya, almarhum sudah tidak sakit lagi. Denny merasa itu bisa jadi obat buat sang ibunda karena sudah tidak sakit dan bisa tenang.

kronologi meninggalnya ibu denny cagur © Berbagai Sumber

foto: Instagram/@mamah.eny

"Mama sudah nggak kesakitan lagi. Karena mama sempat bilang 'Den mama capek', karena kita harus bawa ke RS pasang alat cuci darah, tiap dua hari balik lagi," tuturnya.

"Sempat ngomong gitu sih, mama capek den mama capek. 'Iya ma, sabar, jalanin aja'. Pada saat itu kita lebih ngerasa mungkin bisa jadi obat buat kita mama sudah nggak sakit lagi, mama sudah tenang, mama sudah beristirahat, bahkan kita melihat seperti orang tidur," tutupnya.

RECOMMENDED BY EDITOR