Brilio.net - Telenovela sudah menjadi tontonan favorit jauh sebelum drama Korea belum masuk Indonesia. Salah satu dari puluhan telenovela itu adalah Marimar yang tayang pada tahun 2000 lalu. Telenovela tersebut bercerita tentang seorang gadis bernama Marimar yang diperankan apik oleh Thalia.

Dia berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal di gubuk bersama kakek dan neneknya. Walau demikian Marimar tetap menjadi gadis ceria. Perjalanan cintanya dengan Sergio Santibanez tak begitu mulus.

Marimar jatuh cinta pada Sergio, putra dari konglomerat Renato Santibanez. Sergio nekat menikah dengan Marimar tanpa restu ayah dan ibu tirinya, Angelica. Sang mertua begitu membenci Marima karena sikap polosnya dan ketidaktahuannya soal dunia orang kaya. Angelica terus membuat Marimar malu, dan menghinanya. Sergio marah dan memilih pergi agar dia bisa membangun keluarga dengan uang sendiri tanpa bergantung ayahnya dan teror ibu tirinya.

Punya wajah ganteng khas Amerika Latin membuat Sergio Santibanez menjadi idola wanita pada masanya. Santiago diperankan oleh Capetillo Eduardo. Tak banyak yang tahu ternyata sebelum jadi aktor ia adalah penyanyi dan penulis lagu, karya-karyanya banyak yang debut di telenovela.

Dia pernah berpartisipasi dalam Grease versi teater Spanyol, Vaselina, dan merekam telenovela pertamanya pada tahun 1983 berjudul Martin Garatuza loitation needed. Pada tahun 1991 ia menjual lebih dari satu juta salinan album lima lagu, soundtrack dari telenovela Alcanzar una estrella. Kemudian di tahun yang sama dia meluncurkan albumnya Dame Una Noche. Pada tahun 1992 ia kembali sebagai aktor dan penyanyi.

Lebih 20 tahun berlalu, kini usianya lebih setengah abad. Dulu ia kerap tampil dengan style klimis, rapi. Gaya parlente itu lah yang membuat banyak wanita mengidolakannya. Penasaran dengan potret terbarunya usai lebih 20 tahun berselang. Intip ulasan brilio.net dari akun Instagram @capetillo_eduardo pada Sabtu (6/5).

 

[crosslink_1]