Brilio.net - Aktris cantik Happy Salma memang sudah jarang terlihat di layar kaca. Saat ini ia lebih sering menghabiskan banyak waktunya di balik layar dengan terlibat berbagai pertunjukan seni teater.

Ibu dua anak itu memang terkenal memiliki kecintaan yang mendalam terhadap kesenian Indonesia. Tak heran bila baru-baru ini, salah satu hotel bintang lima di Bali, The Apurva Kempinski Bali dengan bangga memperkenalkan Happy Salma sebagai art advisor yang memiliki visi sama untuk melestarikan budaya Indonesia.

Dalam kerterlibatannya ini, wanita berusia 39 tahun ini memiliki tugas memberi masukan dan juga berpartisipasi dalam proyek dan inisiatif seni yang akan dicanangkan bersama-sama dengan hotel tersebut.

Saat ditemui baru-baru ini, Happy Salma mengaku bangga tapi juga deg-degan bisa dilibatkan dengan project ini. Apalagi, ia merasa kagum dengan keindahan hotel. Bahkan saat dirinya pertama kali menginjakkan kaki di hotel tersebut, Salma dibuat berdecak penuh kagum melihat interior design yang dilihatnya.

"Pagi ini saya deg-degan, hal ini yang saya rasakan ketika memasuki Hotel Kempinski di Bali. Saya berpikir, apakah saya mampu? Karena saya rasa ketika datang ke hotel itu, itu sudah mewakilkan segala kekayaan Indonesia miliki. Saya tidak pernah datang ke bangunan yang ada nyawanya. Pas ke lobby, tinggi sekali gebyoknya. Katanya pintu yang ukiran jeparanya ini melibatkan banyak manusia dan keluarga, yang mengeluarkan banyak energi. Nah gimana bisa mewujudkannya? Ini baru ke gebyoknya saja," ujar Salma ketika ditemui dalam preskon an Intimate Session 'The The Apurva Kempinski Bali, di Jakarta.

Loading...

Salma © 2019 brilio.net

Tak hanya itu, Salma pun menceritakan kekagumannya terhadap aksen dan furnitur yang tedapat di dalam hotel tersebut.

"Saya masuk kamar, dinding ada anyaman dari kedebong pisang. Sentuhannya sangat intimated. Kalau semua hotel seperti ini, tidak perlu lagi mencanangkan ayo pakai batik setiap hari. Saya masuk ballroom, ternyata menghadap ke pantai. Kepikiran kalau buat acara di sini gimana ya? Saya sudah kepikiran, lobby dipasangkan karya-karya dari seniman bali. Yang saya mampu dan hadirkan di sini hanya sekelumit atau roh kecil yang sudah nyata ada di Apurva Kempinski ini. Keterlibatan dan keikutsertaan saya hanya memberikan masukan dan sentuhan kecil, sudah terhormat," pujinya lagi.

Menariknya lagi, keterlibatan Salma The Apurva Kempinski Bali tak hanya sampai sampai di situ saja. Bersama dengan brand perhiasan miliknya, ia dipercaya untuk mendesain perhiasan yang diperuntukkan bagi duta Kempinski yang bernama Lady in Red. Didirikan pada tahun 2007, perhiasan Tulola dibuat oleh para pengrajin Indonesia dan setiap produk merupakan kombinasi sempurna antara seni dan karya tangan yang indah.

"Tulola ini mengembangkan teknik membuat perhiasan seni murni. Terinspirasi dari motif komunal dan kita kembangkan teknik yang sudah ada. Desain untuk Lady in Red ini kita buat khusus spesial," pungkasnya.

RECOMMENDED BY EDITOR