Brilio.net - Zaman dahulu, untuk memulai menanam tanaman atau berkebun harus memiliki lahan atau halaman yang luas terlebih dahulu, agar bisa ditanami berbagai macam jenis tumbuhan, dari mulai sayuran, buah, dan tanaman hias.

Namun sejalan berkembangnya zaman, mulai bermunculan metode-metode menanam dan berkebun secara mudah. Di era saat ini, ada beberapa metode penanam sayuran, buah atau tanaman hias dengan mengoptimalkan fungsi lahan atau sudut rumah yang terlihat kosong, sekalipun itu tidak berukuran besar atau lebar.

Salah satu metode berkebun yang saat ini mulai banyak diminati oleh banyak orang adalah vertical garden. Vertical garden adalah berkebun dengan cara menggunakan ruang vertical yang ada di rumah. Taman yang dibangun pada bidang vertical atau berdiri tegak lurus dengan tanah ini biasanya ditempelkan pada dinding, sehingga seringkali vertical garden ini disebut dengan taman dinding.

Tujuan dibuatnya taman vertikal pun bermacam-macam, ada yang menjadikan sebagai penghijauan, kegiatan produktif, hingga estetika. Karena manfaatnya yang multifungsi itulah yang menyebabkan vertical garden kian digandrungi oleh pencinta tanaman. Bahkan vertical garden juga menambah nilai estetis pada rumah, bangunan komersial dan perkantoran.

Pegiat lingkungan dari Urban Hidroponik, M Ismail Saleh, menjelaskan bahwa vertical garden merupakan teknik berkebun yang paling mudah untuk dilakukan oleh masyarakat umum. Artinya, masyarakat yang awam mengenai tanaman, juga dapat menerapkan teknik ini di rumah.

Nah, berikut manfaat dan cara-cara membuat vertical garden di rumahmu, seperti dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Jumat (24/9).

Manfaat vertical garden.

foto: freepik.com



Dilansir dari themicrogardener.com, berkebun secara vertikal memiliki beberapa manfaat, di antaranya sebagai berikut:

1. Memaksimalkan ruang terbatas.

Jika kamu berkebun secara vertikal, kamu dapat meningkatkan ruang tanam di rumahmu terutama pada area kosong yang sangat kecil.

Loading...

2. Menciptakan ruang taman di rumah yang sempit.

Struktur taman vertikal membantu memfokuskan mata pada sesuatu yang berada di balik vertical garden tersebut. Struktur taman vertikal juga memberi kesan ketinggian dan kedalaman pada ruang yang kecil.

3. Meningkatkan aksesibilitas.

Tanaman lebih mudah dijangkau dengan mengangkatnya dari tanah. Berkebun secara vertikal membuat pemupukan, penyiraman, pemangkasan, dan panen jauh lebih nyaman untuk tubuh seseorang.

4. Membuat tanaman lebih sehat.

Sirkulasi udara yang didapat dari vertical garden lebih baik daripada tanaman yang langsung ditanam di pot dan diletakkan langsung pada tanah. Dengan vertical garden, kita juga dapat menghasilkan tanaman yang lebih sehat karena dapat meminimalkan kerusakan tanaman dari hewan peliharaan atau hewan liar yang dapat menggali tanah di kebun.

5. Meningkatkan daya tarik visual pada rumah.

Vertical garden dapat meningkatkan daya tarik visual pada rumah. Dengan menambahkan karakter, variasi, struktur, dan warna pada vertical garden di dinding luar rumahmu, maka akan menarik perhatian orang sekitar saat melewati rumahmu.



2 dari 2 halaman

Cara membuat vertical garden.

foto: freepik.com



Dilansir dari instructables.com, kamu dapat membuat vertical garden sendiri di rumah dengan mengikuti cara dan langkah di bawah ini. Nggak susah kok.

1. Siapkan bahan untuk membuat vertical garden.

Sebelum mulai menanam tanaman membentuk vertical garden, kamu harus menyiapkan peralatan dan kebutuhan apa saja untuk membuat vertical garden. Peralatan dan kebutuhan tersebut meliputi:

- Rangka besi atau rak dari kayu dengan ukuran sesuai ruangan yang tersedia.
- 4-6 buah kayu berukuran kurang lebih 10 cm x 5 cm x 5 cm untuk menahan rak taman dari dinding.
- Selembar plastik
- Kain rami berukuran sama dengan rak taman, ditambah 20 cm di sisi panjangnya.
- Cat kayu
- Sekrup
- Bor
- Palu
- Obeng
- Gergaji

2. Siapkan kayu.

Warnai dan lapisi kayu yang akan dibuat untuk menahan rak taman dari dinding, agar lebih awet dan tahan terhadap cuaca. Papan tersebut akan digunakan untuk melapisi rangka dan membuatnya lebih kokoh menahan beban tanaman pada vertical garden.

Kemudian buat lubang pada kayu menggunakan bor dengan diameter sedikit lebih kecil dari sekrup, kemudian masukkan sekrup pada setiap sisi panjangnya.

3. Menyiapkan rak taman atau bingkai.

Pasang tiga papan ke rangka menggunakan kram besi. Kemudian putar bingkai dan pasang papan di bagian atas bersama-sama, menggunakan strip atau sudut penghubung.

4. Siapkan dinding yang akan digunakan menjadi media vertical garden.

Bingkai akan dipasang ke dinding pada 4 titik: dua sudut atas dan sekitar setengah bagian di tengah pada setiap sisi. Gunakan bingkai untuk menandai titik-titik ini, bor lubang dan pasang steker. Bor dua lubang lagi di sudut bawah, dan buat dua balok kayu lagi untuk memasang bagian bawah bingkai ke dinding.

Untuk melindungi dinding dari akar tanaman dan dari lembap yang masuk ke dinding, letakkan selembar plastik di dinding yang nantinya akan dipasang taman vertikal.

5. Pasang kain rami.

Mulailah dengan mengambil salah satu balok kayu dan kain rami. Pasang sekrup melalui sudut kain rami, lalu kencangkan ke steker yang telah kamu pasang di dinding pada langkah 4. Sebelum kamu memasang balok ke dinding, periksa dulu apakah kamu memiliki cukup rami untuk memasang sisi lainnya.

Kemudian ambil yang kedua dan lakukan hal yang sama. Dua yang terakhir akan lebih sulit dipasang karena kain akan menghalangimu. Tapi meski kain rami tidak elastis, ia cukup fleksibel untuk ditarik ke atas balok saat terpasang kuat di dinding.

6. Terapkan bingkai.

Sekarang ambil bingkai dan beberapa sekrup. Pasang sekrup melalui papan di tempat balok kayu berada, dan gunakan sekrup tersebut untuk memasang bingkai ke balok kayu.

7. Mulai tanam.

Untuk mulai menanam, kamu harus menyiapkan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kompos. Untuk penanaman: gunakan bibit kecil, tetapi tidak terlalu kecil, karena bibit masih sangat rentan. Buat lubang kecil di rami dan masukkan tanaman.

8. Tutup bagian atas taman.

Tutupi bagian atas taman dengan jerami atau jenis mulsa lainnya, untuk mencegah dehidrasi dari bagian atas. Ini juga akan perlahan membusuk dan berfungsi sebagai kompos untuk tanaman pada vertical garden. Selanjutnya siram tanaman vertical garden setiap hari secara teratur.






RECOMMENDED BY EDITOR