Brilio.net - Saat ini banyak anak muda maupun orang tua yang bercita-cita ingin menjadi pengusaha sukses. Tak sedikit yang memilih menjadi wirausaha dibandingkan bekerja di kantor. Alasannya, memiliki usaha sendiri bisa menjadi cara lain untuk menambah pendapatan dan penghasilan.

Namun, banyak orang ragu saat ingin menjalankan usaha atau bisnis karena tidak memiliki modal yang cukup. Padahal, zaman sekarang, untuk membuka suatu bisnis kamu bisa memulainya tanpa modal. Ya, hal ini bisa kamu lakukan dengan dropshipping.

Dropshipping adalah istilah untuk membantu menjual barang milik orang lain. Kamu dapat melakukan dropshipping dengan mempromosikan barang milik toko lain di media sosialmu. Jika ada pembeli yang tertarik, tugasmu hanya menghubungi seller agar mereka dapat mengirimkan barang ke konsumen tersebut. Sementara orang yang berbisnis dengan sistem dropship dinamakan dropshipper.

Mengawali bisnis dengan cara dropship merupakan langkah tepat bagi pemula. Pasalnya, menjadi dropshipper ini memiliki risiko yang kecil karena tak mengeluarkan modal. Meski memiliki risiko yang kecil, kamu tetap harus bersabar dan telaten untuk meraup untung yang besar walau dalam waktu lama. Berikut 7 cara mendapatkan uang dengan menjadi dropshipper, dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Kamis (13/1).

1. Menentukan produk yang akan dijual.

<img style=

foto: freepik.com

Untuk memulai bisnis dropship, kamu harus mencari tahu produk apa yang kira-kira ingin kamu jual. Sebelumnya, kamu juga harus tau siapa pembeli yang akan kamu targetkan. Caranya, untuk memulai bisnis ini, pilihlah produk yang sedang menjadi tren. Alasannya, produk yang sedang tren sudah memiliki pasar tersendiri. Dengan kata lain, kemungkinan besar produk yang kamu jual akan lebih laku.

2. Mencari supplier barang.

<img style=

foto: freepik.com

Setelah menentukan barang apa yang akan dijual, kamu harus mencari supplier barang yang akan kamu jual. Supaya pembeli tidak kecewa, kamu sebaiknya memilih supplier yang memang berkomitmen menjaga kualitas produknya. Jika tidak, pembeli yang menerima produk tidak berkualitas tentu tidak akan melakukan repeat buying.

Untuk mencari supplier berkualitas, sebaiknya kamu melakukan survey atau riset sederhana untuk mencari tahu kualitas barang yang dijual oleh supplier tersebut. Misalnya dengan cara melihat review pembeli, atau kamu bisa membeli satu produknya agar kamu mengetahui sendiri hasil produk dari supplier tersebut.

3. Cari calon pembeli.

<img style=

foto: freepik.com

Setelah riset dan dapat supplier, cari orang yang berpotensi bisa jadi pembeli daganganmu. Kamu bisa mencari pembeli yang berminat membeli produk supplier yang kamu tawarkan padanya. Setelah itu kamu bisa mencatat nama dan alamat pembeli yang nanti akan kamu butuhkan untuk tahapan selanjutnya.

4. Menyesuaikan harga jual.

<img style=

foto: freepik.com

Salah satu cara untuk memulai bisnis dropshipper adalah menjual produk dengan harga sedikit di bawah pasaran. Hal tersebut cukup berpengaruh bagi pembeli yang ingin membeli dalam partai besar. Namun, kamu juga perlu memperhitungkan persentase keuntunganmu sehingga bisa menjalankan bisnis yang sehat.

5. Membuat toko.

<img style=

foto: freepik.com

Setelah menentukan produk yang ingin dijual, memilih supplier, dan menentukan harga, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah membuat toko. Di era digital saat ini, membuat toko secara online adalah pilihan terbaik. Selain karena tidak membutuhkan modal, toko online juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas dibandingkan dengan toko offline. Kamu bisa menggunakan sosial media Instagram dan Facebook, serta beberapa platform marketplace.

6. Membuat promosi.

<img style=

foto: freepik.com

Promosi merupakan strategi bisnis yang harus dilakukan oleh seorang dropshipper. Promosi bisa kamu lakukan dengan membuat potongan harga dari beberapa produk yang kamu jual. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan layanan gratis ongkir yang sekarang sudah banyak disediakan platform marketplace, seperti Shopee, Tokopedia dan lain sebagainya.

7. Konsisten jalankan bisnis.

<img style=

foto: freepik.com

Ketika semuanya sudah berjalan, yang harus kamu lakukan yakni konsisten dalam menjalankan bisnis. Tak peduli harga barang di pasar sedang naik atau turun, kamu tetap melakukan promosi barang yang kamu jual. Sedikit-sedikit, lama-lama akan jadi bukit kan?