Brilio.net - Perhelatan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX kini tengah berlangsung di Papua. Para atlet dari berbagai cabang olahraga dari penjuru Tanah Air turut serta dalam pertandingan tersebut, mewakili daerahnya.

Salah satu atlet yang turut serta sebagai peserta PON XX Papua yakni Susanti Ndapataka atlet asal Nusa Tenggara Timur cabang olahraga muay thai. Pada PON kali ini Susanti Ndapataka mendapatkan medali emas. Ia pun lantas kembali ke asalnya, NTT.

Namun kepulangan Susanti ini sempat mencuri perhatian publik. Hal ini lantaran di media sosial beredar sebuah kabar yang menyebut bahwa atlet peraih medali emas untuk Provinsi NTT pada PON XX Papua dijemput di bandara dengan menggunakan sebuah mobil pikap.

Dilansir brilio.net dari akun Twitter @narkosun01, Kamis (7/10), tampak potret Susanti Ndapataka duduk di bagian belakang. Dalam unggahannya tersebut, akun Twitter @narkosun01 menyertakan keterangan bahwa Susanti pulang dari PON tanpa adanya penyambutan dari pihak pemerintah daerah setempat.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

"Ini benar2 keterlaluan dan memalukan. Susanti Ndapataka, peraih medali pertama NTT di PON XX Papua dijemput pick up saat kembali ke rumahnya dari bandara tanpa ada sambutan dari Pemprov NTT. Mana apresiasi dr pemprov NTT dan gubernur? Terlalu!" tulis akun @narkosun01 pada unggahannya.

Atlet PON peraih medali emas asal NTT dijemput pakai pikap © 2021 Twitter

foto: Twitter/@narkosun01

Terkait unggahannya tersebut, kemudian pada Kamis (7/10) akun Twitter @narkosun01 menambahkan cuitan yang mengatakan jika terkait hal tersebut sudah terdapat pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah setempat.

Atlet PON peraih medali emas asal NTT dijemput pakai pikap © 2021 Twitter

foto: Twitter/@narkosun01

Melalui cuitan salah seorang warga setempat dengan akun Twitter @xickhlalotik02 mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah melakukan penjemputan dan mengalungkan bunga untuk Susanti Ndapataka. Akan tetapi pihak pelatih lebih memilih untuk tidak bersama Pemprov lantaran tidak tega dengan aksi spontanitas teman-temannya yang sudah mau menjemput mereka walau dengan mobil pikap.

"Itu dari pemprov menjemput dan mengalungkan bunga namun atlet dan pelatihnya saja yg tidak mau barengan jemputan Pemprov karena merasa tidak tega dengan aksi spontanitas teman2nya yg sudah mau menjemput mereka walau dengan pickup..jadi bukan pemprov gak mau jemput teman2," sahut @xickhlalotik02.

(brl/tin)

RECOMMENDED BY EDITOR