Brilio.net - Di masa pandemi Covid-19, masyarakat dianjurkan sering berolahraga untuk meningkatkan imunitas. Nah di masa kenromalan baru ini, banyak event olahraga yang formatnya dikemas secara virtual. Salah satunya Maybank Marathon Anywhere yang digelar pada akhir pekan lalu (28-29/11).

Animo perserta dari berbagai Negara di dunia yang mengikuti marathon virtual ini pun tergolong luar biasa. Menariknya, dari total 19.075 pelari yang ikut serta, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah peserta terbanyak selain Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan China.

MMA © 2020 brilio.net

Sebelumnya jumlah peserta dipublikasikan sekitar 17 ribu pelari. Namun di saat-saat terakhir jelang penutupan registrasi ternyata jumlahnya bertambah. Selain dari kawasan Asia, peserta yang ikut lomba lari yang mempertandingkan kategori 10K, 21K dan 42K ini juga berasal dari Belanda, Perancis, Italia, Afrika Selatan, Estonia, hingga Amerika Serikat dan Argentina.

Para pelari memperlihatkan keseriusannya untuk menyelesaikan tantangan lari di bawah cut off time sesuai standar finishers pada Maybank Marathon, yaitu untuk kategori 42K dengan rata-rata 5 jam 61 menit, kategori 21K dengan 3 jam 53 menit, dan 10K, 2 jam 42 menit.

MMA © 2020 brilio.net

Partisipasi pada Maybank Marathon Anywhere kali sungguh diluar dugaan, tidak hanya dari sisi jumlah peserta saja namun juga keaneka-ragaman negara asal pelari. Ini membuktikan bahwa Maybank Marathon merupakan brand yang diakui di seluruh dunia, khususnya di kancah olah raga lari,” ujar Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Taswin Zakaria.

Sejumlah peserta dari Indonesia sangat antusias. Maklum dalam gelaran ini mereka tidak perlu berlari seperti lomba marathon pada umumnya. Tapi cukup seorang diri di treadmill ataupun secara group berlari melewati rute-rute favorit.

MMA © 2020 brilio.net

Anstusiasme inilah yang diperlihatkan penyanyi senior Hedi Yunus. Padahal personel Kahitna ini sempat putus asa karena mengalami cedera. Namun akhirnya ia bisa menyelesaikan jarak tempuh 10K yang ia ikuti. 

“Udah hopeless hr ini gak bisa ngerjain race 10K krn sampe td mlm kaki kanan msh agak bengkak, sesuai petunjuk bu dokter @ademadjid kmrn sore minum obat alhamdulillah td subuh bengkaknya hilang. Jadilah siang ini lari santuy aja yg penting 10K selesai. Alhamdulillah... malah lbh cepet sedikiitt dr sebelumnya itupun tadi bbrp kali sempet jalan kaki,” ungkap penyanyi Hedi Yunus via akun instagramnya.

MMA © 2020 brilio.net Instagram @hedi_yunus

Sedangkan Agus Hermawan yang berprofesi sebagai jurnalis dan pehobi lari ini juga menyatakan senang akan adanya event lari marathon virtual tersebut. “Bersyukurlah, kita masih bisa virtualan setidaknya nyadar, masa rebahan membuat badan ghinuk-ghinuk dengan tas pinggang kereen...,” tuturnya.

Seorang dokter gigi bernama Nancy Arya Subawa yang juga memiliki hobi lari mengungkapkan kegembiraannya bisa berlari jarak jauh kembali setelah sekian lama vakum. “Maybank Marathon  Anywhere 2020 pas banget momennya buat saya untuk latihan lagi setelah sekian lama vakum lari karena situasi pandemi. Latihan lari jadi lebih semangat karena adanya goal yang ingin dicapai yaitu bisa lari 10 km lagi,” ungkapnya.

MMA © 2020 brilio.net

Ya event lari virtual Maybank Marathon Anywhere tahun ini merupakan bukti upaya Maybank untuk tetap bisa menghadirkan event bagi pehobi olah raga lari yang ingin mengukir prestasi di tengah pandemi yang sarat dengan pembatasan sosial dan fisik. Dengan adanya solusi digital, Maybank Marathon dapat terselenggara secara virtual dan real time, pesertanya bisa berlari di mana saja bahkan melintasi batas Negara.

Maybank Marathon Anywhere menggunakan platform dengan teknologi terkini dan sudah digunakan pada event lari virtual ternama dunia. Platform tersebut menghubungkan tracking device pelari secara online, dan melaporkan hasil lari (ranking dan pencatatan waktu) melalui leaderboard secara live.