Brilio.net - Jogja International Heritage Walk 2016 hari pertama sudah terselenggara di Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Acara yang dimulai pukul 06.00 WIB ini diikuti dari sekitar 20 negara, yakni Indonesia, Jepang, Russia, Amerika Serikat, Belgia, Finlandia dan beberapa negara lain.

Acara utama dalam JIHW ke-8 ini adalah jalan sehat tapi ada sub event yang nggak kalah seru, yakni senam jantung sehat, trip edukasi, lomba menggambar mewarnai, pameran tenun, pameran batik, sampai marching band.

Nah, seperti apa keseruan JIHW di Candi Prambanan pada Sabtu (19/11)? Nih, beberapa fotonya dan pendapat beberapa orang yang terlibat dalam acara ini:

1. Pemberangkatan peserta.

Loading...

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

Ini saat panitia memberangkatkan peserta JIHW. Tampak Bupati Sleman, Sri Purnomo (berbaju putih dan bertopi hitam di sisi kanan) turut melepas para peserta.

2. Senam sehat dulu dongs...

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

Inilah sub event JIHW yang diikuti ratusan anggota Senam Jantung Indonesia cabang Yogyakarta.

3. Siap menabuh genderang... Eh drum maksudnya.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

Nih marching band dari UPN Yogyakarta yang mengiringi pelepasan peserta JIHW 'menjelajah'.

4. Lomba mewarnai juga nggak kalah ramai dan seru, lho.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

Wah, asyik ya? Anak-anak juga diberi wadah untuk mengeksplorasi hobi dan menunjukkan kemampuannya dalam menggambar dan mewarnai.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

5. Ini lho peserta termuda JIHW.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

Dua gadis cilik berusia 4 tahun ini adalah peserta JIHW termuda. Kembar Chloe dan Sofie ikut JIHW bersama kedua orangtua dan kakek-nenek. Sang kakek dan nenek sempat menyatakan akan menyelesaikan jarak tempuh sekitar 16 kilometer saja di JIHW.

6. Kata koordinator dokumentasi JIHW.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

"Kalau aku enjoy dan seneng ketemu orang banyak, ketemu orang bule. Walaupun kadang bahasanya kita, bahasanya mereka, agak susah. Selain itu juga ngerasa bangga membawa nama Indonesia ada tim (panitia JIHW) ini," ujar Heru (24) yang sudah dua kali berpartisipasi dalam JIHW, yakni 2015 dan 2016.

7. Peserta Indonesia unjuk suara nih, gengs.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

"Nggak ada persiapan khusus sih, tapi ya tetep jaga stamina. Lagian acaranya pagi, jadi siap-siap dari kos di Bantul juga pagi," ujar Fauzie (sebelah kiri), peserta yang mengikuti JIHW bareng teman-teman segengnya sejumlah tujuh orang.

Fauzie dan Dita (di foto sebelah kanan) sedang menunggu teman-temannya yang lain sampai di Candi Plaosan, Bugisan, Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang dilewati peserta JIHW.

8. Ini kata peserta dari Belgia.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Muhammad Gufron-

Derick (51), sebelah kanan dan berbaju hijau, mengajak keluarga dan teman-temannya sejumlah tujuh orang dari Belgia ikutan JIHW, lho. Di JIHW dia dan kelompoknya mengambil jarak 10 kilometer.

"It's nice," cetusnya singkat saat ditanya tentang satu kata yang menggambarkan acara yang diselenggarakan oleh Jogja Walking Association ini.

Bukan cuma Derick dan koleganya, Sara yang sudah sekitar empat tahun ikut suami tinggal di Yogyakarta, mengaku menyukai acara ini. Apalagi dia mengajak anak-anaknya bergabung dalam acara setahun sekali ini.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

9. Pelajar asing yang studi di Yogyakarta juga ikutan JIHW, nih.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

Haruna (20) adalah pelajar studi Bahasa Indonesia di Universitas Gajah Mada (UGM). Dia dan kawan-kawannya dari Jepang yang ikutan JIHW sudah tiga bulan terakhir tinggal di Yogyakarta.

Saat ditanya tentang acara JIHW, begini ungkapan gadis penyuka nasi goreng ini. "It's exciting."

Haruna juga menambahkan kalau ada JIHW lagi dan masih di Indonesia, dia ingin ikut lagi.

10. Finlandia punya wanita tangguh di JIHW, nih.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

Dua wanita asal Finlandia ini menjadi salah satu peserta yang menyelesaikan jarak tempuh 20 kilometer di hari pertama JIHW, lho.

"Saya akan ikut lagi di Imogiri. Dua puluh kilometer lagi," kata Sari (47), sebelah kiri dan berambut pendek, penuh semangat walaupun baru beberapa menit tiba di tempat finish JIHW Candi Prambanan.

Sedangkan temannya, Anne (49) yang berkacamata, akan melanjutkan ikutan acara marathon di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Minggu (20/11).

11. Pemuda Indonesia memang jempolan, nih.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

Liana (16), sebelah kiri, dan Reni (17), sebelah kanan, dari SMK Yapemda Berbah, Sleman, Yogyakarta ini menjadi volunteer keamanan dalam JIHW.

"Seneng ya, bisa jadi bagian acara ini. Bisa ketemu orang dari mana-mana," ujar Liana kepada brilio.net. Dia bersama Reni sempat berjaga di dekat Candi Plaosan untuk memberi informasi rute jalan JIHW yang melewati persawahan dan rumah warga kepada para peserta.

12. Sosok tangguh dari Belanda, nih.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

Namanya Els Hermans. Wanita 76 tahun ini jauh-jauh dari Belanda buat ikutan JIHW. Els sudah keempat kalinya ikut JIHW, dan dalam dua hari berturut-turut, yakni di Candi Prambanan dan Imogiri.

Bahkan sebelum JIHW, pada tahun 2001 dan 2002, Els juga ikutan acara serupa di kawasan Merapi. Jadi, terhitung enam kali dia ikutan acara jalan sehat di Yogyakarta.

"Besok (Minggu) saya akan ikut lagi di Imogiri," ujar wanita yang hobi jalan-jalan dari satu negara ke negara lain ini. Seminggu lalu di ke Taiwan setelah dari Jepang. Sebelum di kedua negara ini, dia juga melancong ke Washington, Amerika Serikat dan Korea Selatan.

13. Nih, salah satu aksi asyik penyambutan peserta yang baru sampai finish di JIHW Candi Prambanan.

JIHW h1 © 2016 brilio.netfoto: brilio.net/Agustin Wahyuningsih

Wah... Seru ya, JIHW ini? Nggak cuma jalan sehat, para peserta juga diperkenalkan dengan kearifan lokal Yogyakarta, terkhusus di kawasan Candi Prambanan.

Pun para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang di JIHW bisa saling kenalan. Kamu nggak pengen, Sobat Brilio?

RECOMMENDED BY EDITOR