Brilio.net - Menyaksikan adu skill olahraga bola basket memang lebih seru secara langsung di lapangan. Namun di masa pandemi Covid-19, tentu saja hal itu nggak bisa dilakukan. Tapi tak usah khawatir. Buat Sobat Brilio pecinta basket, kamu bisa loh ikutan kompetisi adu skill lewat platform aplikasi digital.

Tantangan inilah yang digelar DBL Indonesia dalam kompetisi DBL Play Skills Competition melalui aplikasi DBL Play dengan pendekatan gamification. Ini adalah kompetisi yang menantang anak muda Indonesia memamerkan talenta dan menunjukkan konsistensi mereka dalam bermain basket.

“Masa pandemi ini justru memberikan kami ide untuk memperluas cakupan DBL Indonesia. Bila biasanya kami menggerakkan anak muda bermain basket lewat kompetisi di lapangan, kini mereka bisa bertemu dengan lebih banyak lagi student athlete di seluruh pelosok negeri, bahkan di luar negeri, lewat platform digital,” ujar CEO dan Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda.

Program ini sekaligus menjawab harapan banyak anak muda Indonesia yang menginginkan DBL Indonesia menjalankan program di daerahnya. Lewat program ini, DBL Indonesia bisa melihat talenta basket dari seluruh daerah, tanpa terkecuali.  “Kami menerima permintaan yang tidak terhitung jumlahnya agar DBL ada di Bengkulu, Batam, Ambon, dan masih banyak lagi dari seluruh Indonesia,” lanjut Azrul.  

Pendaftaran DBL kompetisi yang sudah dibuka sejak 18 September 2020 ini akan mulai memberikan tantangan pertama pada 16 Oktober 2020. Semakin awal mendaftar dan semakin konsisten menjalankan tantangan, peserta akan mendapatkan lebih banyak kesempatan memenangkan badge reward dan mengumpulkan poin untuk masuk leaderboard teratas. 

Nah seperti apa ya kompetisi basket digital ini digelar, berikut faktanya yang berhasil dirangkum Brilio.net.

1. Bisa diikuti pelajar

Kompetisi ini dapat diikuti seluruh atlet pelajar Indonesia di manapun mereka berada. Baik dari sekolah umum atau homeschooling, termasuk mereka yang berada di luar negeri.

“Banyak pemain pelajar yang tidak menyangka bahwa skill mereka itu level nasional. Kami juga sering dibuat terkejut. Semoga program ini bisa membantu memberi wadah bagi lebih banyak anak muda Indonesia untuk mengejar mimpinya,” kata Azrul.

2. Penilaiannya bukan cuma skills ya

Basket Virtual © 2020 brilio.net

Kompetisi ini akan memberikan berbagai tantangan terkait skills bermain basket kepada peserta. Saat menjalankan tantangan, peserta diminta membuat video dirinya, dan mengunggahnya ke aplikasi DBL Play. Kemudian akan dinilai setiap unggahan untuk mendapatkan poin serta berbagai tingkatan badge reward sesuai unggahan peserta.

3. Kamu dapat terus tertantang

Basket Virtual © 2020 brilio.net

Dalam kompetisi ini tantangan yang disusun DBL Academy, akademi basket terbesar di Indonesia yang juga bagian dari DBL Indonesia, sengaja dibuat dan diformulasi agar setiap peserta terus tertantang mengikuti kompetisi ini. Bukan cuma itu, di DBL Play, penyelanggara juga menyiapkan berbagai materi latihan basket sesuai tantangan, yang bisa ditonton pemain untuk meningkatkan skills agar bisa mengoleksi lebih banyak badge reward.  

“Setiap misi kami pilih dan desain secara hati-hati, sehingga pemain terus tertantang. Berbagai materi juga dibuat berdasar kurikulum hasil kerjasama DBL Academy dengan World Basketball Association,” ujar Erwin Triono, Basketball Director DBL Academy yang juga mantan pemain dan pelatih basket di liga profesional Indonesia.

4. Kamu bisa masuk leaderboard loh

Basket Virtual © 2020 brilio.net

Direktur DBL Indonesia Masany Audri mengungkapkan, program ini berupaya mendorong anak muda untuk terus bermain basket. Karena itu, platform ini akan menghadirkan leaderboard untuk menunjukkan peringkat seluruh pemain. “Setiap waktu, pemain bisa saling geser posisi. Tidak ada posisi aman. Konsistensi berperan sangat penting untuk bisa terus masuk ke papan teratas,” ujar Masany.

5. Sistem kompetisi nasional berdasarkan wilayah

Basket Virtual © 2020 brilio.net

Kompetisi ini akan dimainkan secara nasional dan berdasarkan conference (wilayah). Terdapat enam conference yaitu, Northwest Conference (seluruh provinsi di Sumatera dan kepulauan sekitarnya), North (seluruh Kalimantan), Northeast (seluruh Sulawesi), West (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat), Central (Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogjakarta, Bali), dan East (NTB, NTT, Maluku, dan Papua). Peserta memiliki ruang waktu enam minggu untuk menjalankan berbagai tantangan di babak kualifikasi. 

6. Memillih DBL Play Elite Players putra-putri

Basket Virtual © 2020 brilio.net

Nantinya, akan dipilih masing-masing lima pemain terbaik putra dan lima putri dari masing-masing leaderboard conference, serta dua puluh pemain terbaik putra dan dua puluh putri di leaderboard nasional, untuk bertarung di Babak Playoff. Total, ada 50 pemain putra dan 50 putri. 

Di Babak Playoff, level kompetisi akan meningkat karena kami akan dicari 10 pemain putra dan putri terbaik di Indonesia. Mereka akan mendapatkan gelar DBL Play Elite Players dan membawa pulang medali emas Elite Players. “Para pemain terbaik ini juga akan mendapatkan hadiah uang tunai total ratusan juta rupiah,” ujar Masany.