Brilio.net - Bagi kamu yang pernah kesetrum, pasti saat itu kamu merasakan sensasi tersendiri. Tanganmu bergetar-getar dan seperti merinding. Kamu pasti nggak mau mengalaminya lagi.

Hal itu sangat wajar mengingat ketahanan tubuh manusia akan sengatan listrik itu rendah. Apalagi tegangan listrik yang tinggi bisa membuat organ-organ dalam tubuh menjadi rusak.

Berbeda dengan manusia, tanaman ternyata memiliki ketahanan yang tinggi terhadap sengatan listik. Kerennya, dengan tingkat tegangan tertentu, pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan bisa meningkat. Hal itu sudah diteliti oleh Benni Cahyadi, lulusan Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Untuk menguji ketahanan tanaman akan sengatan listrik, Benni yang warga Bantul, Yogyakarta ini menggunakan tanaman kedelai sebagai tanaman uji. Biji-biji kedelai yang sudah muncul calon akarnya diberi kejutan listrik tegangan tinggi sebesar 25 kV/cm. Beberapa biji diberi perlakuan frekuensi kejut yang berbeda. Setelah itu baru ditanam dan dilihat reaksinya, mau hidup atau tidak.

Kedela-kedelai itu diamati selama 1 bulan tanam. Hasilnya sungguh mencengangkan. "Kedelai-kedelai yang jarang diberi sengatan lebih lama tumbuhnya dari kedelai-kedelai yang nggak diberi sengatan. Eh yang paling sering diberi sengatan malah lebih cepat tumbuh batang dan daunnya dibandingkan yang nggak diberi sengatan," ungkapnya kepada brilio.net (10/4).

Loading...

Awalnya, reaksi tanaman terhadap sengatan listrik sama seperti manusia. Tubuhnya melemah dan beberapa organnya mengalami kerusakan. Namun, semakin sering diberi sengatan listrik, tanaman jadi terbiasa. "Setelah sering diberi sengatan, tanaman mengalami mekanisme adaptasi tersendiri dalam tubuhnya. Pembelahan sel dalam organ tertentu menjadi meningkat supaya bisa tetap eksis. Efeknya ya tumbuhan jadi cepat tumbuh dan berkembang," tutur Benni.

Penelitian Benni ini baru dilakukan skala kecil di kebun milik UGM. Namun cukup menyita perhatian beberapa pemerhati pertanian. Mereka kini mencari formula yang lebih tepat supaya bisa lebih menguntungkan untuk budidaya kedelai skala besar.