Brilio.net - Untuk kamu anak-anak muda yang sehari-hari hanya bermalas-malasan sepertinya kamu harus belajar dari sosok Mbah Temo. Kakek asal Imogiri Timur, Yogyakarta ini sehari-harinya masih sangat semangat berjualan peyek demi menyambung hidup.

Mbah Temo sendiri sebenarnya memiliki empat anak perempuan yang masing-masing sudah menikah. Hanya dua anaknya yang tinggal di Jogja, sementara yang lainnya di Medan dan Jakarta karena harus ikut suami.

Usia senja, Mbah Temo semangat jualan peyek demi untung tak seberapa

"Ini peyeknya harganya Rp 5.000, saya cuma ambil untung Rp 500 per bungkusnya. Ini saya ndak bikin sendiri tapi ambil dari juragan," cerita Mbah Temo pada brilio.net, Jumat (17/4).

Untung yang didapat Mbah Temo karena berjualan peyek ini memang tidak seberapa. Tapi dia bercerita bahwa dengan uang tersebut dia tidak hanya mampu menghidupi dirinya dan juga istri tetapi juga membantu anaknya. "Duitnya ya dibuat saya sendiri sama bantu anak, anak yang di Jogja kemarin bangun rumah ya saya bantu. Yang di Medan sama Jakarta sudah jarang kirim juga, tapi kalau sama anak yang di Jogja masih saling bantu keuangan," jelas Mbah Temo.

Usia senja, Mbah Temo semangat jualan peyek demi untung tak seberapa

Anak Mbah Temo sendiri sehari-harinya ada yang menjadi penjual sayur, sementara menantunya ada yang berprofesi sebagai tukang bangunan. Terlepas dari itu semua, Mbah Temo mengaku cukup bahagia meski pun dia harus berjualan peyek setiap hari karena dia memang merasa masih kuat melakukan hal itu.