Brilio.net - Pada sepuluh hari terakhir Ramadan, ada suatu ibadah yang amat dianjurkan oleh Rasulullah SAW yaitu iktikaf. Banyak hadis yang menerangkan anjuran tersebut, salah satunya adalah riwayat Ibnu Umar yang menyebutkan bahwa Rasulullah selalu iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Kata asal iktikaf adalah akafa-ya'kufu-ukufan yang berarti tetap pada sesuatu. Dalam agama Islam ibadah iktikaf yang dimaksud adalah menetap dan tinggal di masjid dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah.

Dikutip dari buku Sejarah Ibadah yang ditulis Syahruddin El Fikri, Selasa (14/7), ibadah mengasingkan diri telah dilakukan Muhammad sejak sebelum diangkat menjadi rasul.

"Menurut Dr. Akram Dhiya Al Umuri dalam Shahih Sirah Nabawiyah, Nabi Muhammad mengasingkan diri dari kaumnya yang jahiliyah di Gua Hira yang terletak di Bukit Jabal Nur," tulis Syahruddin.

Di Gua Hira, Rasulullah SAW menyendiri beberapa malam, lau kembali pada keluarga, lalu berangkat lagi untuk menyepi. Ketika itu Nabi Muhammad melakukan tiga ibadah sekaligus yaitu menyepi, beribadah, dan melihat Baitullah. Kebiasaan ini beliau lakukan hingga beliau diangkat pada usia 40 tahun.

Sejak itu, nabi diperintahkan berdakwah dan memanfaatkan masjid sebagai tempat beribadah. Rasulullah tidak pernah meninggalkan kegiatan rutin dengan Rabb-nya termasuk amalan tahunan, salah satunya yaitu menyendiri dan memutuskan hubungan dengan berbagai kegiatan keluarga dan masyarakat.

Diterangkan Syahruddin yang bersumber dari Dr. Ahmad Abdurazzaq Al Kubaisi, Nabi Muhammad menjauhi tempat tidur, mengencangkan ikat pinggang, lalu pergi menyendiri ke masjid untuk rukuk dan sujud guna beribadah kepada Allah dengan khusyuk.

Jauh sebelum masa Nabi Muhammad, iktikaf telah dipraktikkan pada zaman nabi Ibrahim. Pada masa itu pengertian iktikaf adalah menetap di suatu tempat dan berdiam diri tanpa meninggalkan tempat itu baik untuk melakukan amal baik maupun amal jahat, seperti pendapat Sayyid Sabiq yang ditulis Syahruddin El Fikri dalam buku tersebut di atas.

Ini berdasarkan ayat 52 surah Al Anbiya yang berbunyi,"(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: 'Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?'"

Dalam ayat ini terdapat kata 'akifuun di bagian akhirnya, yang menjelaskan bahwa orang-orang pada zaman Nabi Ibrahim menetap untuk menyembah patung-patung.