Brilio.net - Apa yang dijalani Fauzi (23) dan Rahma (22) mungkin dialami juga oleh pasangan muda lainnya. Keduanya menikah saat masih kuliah. Tak menyesalinya, keduanya bahkan mengaku happy. Sebentar lagi, keduanya bahkan siap menjadi orangtua.

Fauzi menceritakan, keputusan berani itu diambil saat keduanya menempuh kuliah semester VII di salah satu universitas di Jogja. "Tahun 2013 saat kami menempuh semester VII itulah keputusan diambil. Kesamaan membuat kami sepakat. Kami sama-sama aktivis, suka nonton juga," ungkap Fauzi.

Meski keputusan untuk menikah tidak dilarang, orangtua Fauzi menaruh khawatir. Apalagi persoalan kuliah bisa saja terganggu. "Takut gak bisa nafkahi anak oranglah, ini itu," katanya. Namun kekhawatiran itu ditepis dengan cara memberikan penjelasan secara baik-baik. Restu pun langsung dia kantongi.

Untuk menyakinkan calon mertuanya, Fauzi punya trik jitu. "Bawa aja orang tuaku dan kasih tanggal pernikahan," tuturnya dengan percaya diri. Sebelum bertemu dengan mereka Fauzi berusaha mengenal gambaran kehidupan calon mertuanya ketika muda. "Kalau udah dapet bahan, baru tembak deh," tuturnya.

Menurut Fauzi menikah saat masih berstatus mahasiswa merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri. "Kalau dulu makannya disiapin pedagang, sekarang disiapin orang tersayang," jelasnya. Apalagi kalau dia (istri) kelelahan. "Sekarang sudah ada yang tukang urut," kekehnya. Kabar baiknya, Fauzi dan pasangannya juga sedang menunggu anggota keluarga baru. "Alhamdulilah sudah mau tujuh bulan," ungkapnya soal umur kehamilan istrinya.

Untuk menjaga keberlangsungan bahtera rumah tangganya, Fauzi dan istri berjuang keras. Pasangan muda ini mencoba peruntungannya untuk masuk dalam bisnis kreatif. Bisnis yang mereka geluti meliputi fashion, aksesoris, souvenir, dan jasa desain. Bahkan pelanggannya tidak hanya dari Indonesia. Produknya sudah sampai Hongkong dan Taiwan.

"Dulu modal Rp 70 ribu. Sekarang Alhamdulilah sudah punya alat produksi sendiri," ungkapnya. Pasangan ini juga mempunyai komitmen tinggi dalam membagi waktu antara keluarga, bisnis, dan kuliah.

"Waktu saya kuliah istri yang handle bisnis, gitu aja si," jelas Fauzi soal manajemen waktu. Selain kompak, pasangan ini juga saling melengkapi dan saling tolong menolong. "Karena nikah itu sebenarnya tidak cukup dengan kata ingin tapi harus siap," tandasnya.