Brilio.net - Sudah lima belas tahun pasangan Liliana (38) dan Tomy (40) menjalani rumah tangga. Meskipun berbeda agama, orangtua Liliana tetap merestuinya. Tetapi, pernikahan dilakukan secara Islam, seperti kepercayaan Liliana. Oleh karena itu, Tomy menjadi  mualaf setelah menganut ajaran Budha.

Semenjak menikah pada 2000, pasangan ini tidak ada masalah. Liliana juga tidak terusik dengan kepercayaan mertuanya sebagai penganut Budha. Karena sering merawat mertuanya, dia merasakan bahwa ajaran Budha tidak bermasalah dengannya. Apalagi setelah mertua meninggal, mau tidak mau dia juga harus bersembahyang secara Budha.

“Setelah anak kedua lahir, saya memutuskan pindah ke Budha,” ungkapnya kepada brilio.net melalui hubungan bebas pulsa 0800-1-555-999, Rabu (25/11). Memang tidak ada unsur paksaan dengan semua ini. Bahkan dia mengakui bahwa semua agama sama, cuma ajarannya saja yang berbeda.

Ketika banyak orang pusing dengan perbedaan, pasangan ini tidak terlalu bermasalah. Bahkan Liliana mengakui perlakuan mertua, saat dia masih memeluk Islam juga sangat baik. Bahkan sampai saudara iparnya sendiri cemburu dengannya. Wajar saja, Liliana sudah fasih berbahasa Mandarin.

Kini, keluarganya, mulai dari anak-anak hingga suami baik di KTP maupun di KK, agama mereka tertulis Budha. Bahkan, orangtua kandung wanita Sunda ini juga tidak berkomentar saat dia memegang dupa untuk mendoakan mertuanya ketika meninggal.

Loading...

Hikmah yang didapat, perbedaan tidak perlu dibesar-besarkan. Apalagi dalam soal asmara, memang setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Tetapi yang lebih bijak adalah tidak melebih-lebihkannya.

Cerita ini disampaikan oleh Liliana melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.

RECOMMENDED BY EDITOR