Brilio.net - "Mbah Putri", begitulah ia dikenal. Dia biasa berjualan baju bekas di Pasar Beringharjo Yogyakarta hingga larut malam seorang diri. Mbah Putri biasanya berjualan di bawah jembatan penyeberangan antara pasar Senthir dengan SE di Pasar Beringharjo lantai dua.

Mbah Putri biasanya berjualan baju bekas dengan ditemani seekor kucing kesayangannya. Namun kini kucing kesayangannya tersebut telah tiada karena ditabrak oleh sebuah mobil yang ugal-ugalan. Tidak hanya menabrak, pengemudi mobil tersebut juga bertanggung jawab setelah menabrak kucing tersebut.

Kejadian ini diceritakan oleh Yohannes Pakdjo di akun Facebooknya pada Minggu (13/9). Tepatnya sekitar pukul 23.30 WIB, selepas Yohannes menonton pagelaran Kethoprak Conthong, kemudia ia melihat mbah putri yang sedang terlelap tidur menunggu dagangannya yang tak kunjung laku.

Dari arah belakang melaju sebuah mobil dengan kencangnya berjalan mendahului Yohannes yang kemudian oleng ke kiri hingga melindas seekor kucing yang tertidur di aspal depan trotoar, tepat di depan lapak dagangan mbah putri.

Setelah melaju beberapa meter mobil itu berhenti, namun hanya kepala pengemudi yang ditengokkan keluar jendela mobil. Melihat kucing kecil itu mengejang meregang nyawa, kemudian mobil itu bergerak maju berlalu seolah tak terjadi apa-apa. Yohannes pun meminggirkan tubuh kucing yang sudah tak bernyawa itu dengan sebuah kertas koran yang diberikan salah seorang tukang becak yang juga melihat kejadian tersebut.

Loading...

Kesedihan 'Mbah Putri', kucing kesayangannya mati ditabrak mobil

Pengemudi becak itu pun kemudian membangunkan mbah putri yang masih lelap di antara tumpukan baju bekas dagangannya. Sambil berurai air mata, mbah putri itu mengambil baju lusuh dagangannya dan dibungkusnya anak kucing yang telah tak bernyawa itu, diciumi dan dibelainya, seperti belaian seorang ibu yang lama tak bertemu dengan anaknya.

"Duhhh le gek kowe keno opo iki, koq tegel kowe ninggalke aku dhewe. (Duhhh le -sebutan untuk anak lelaki- kenapa denganmu, kenapa kau tega meninggalkanku)," katanya berulang ulang sambil menitikkan air mata.

Yohannes tak tega melihatnya, demikian juga pengemudi becak tadi. Keduanya membujuk mbah putri untuk tidak menangis yang menyayat hati itu. Satu jam berlalu, Yohannes akhirnya berkata pada pengemudi becak itu untuk mengantar pulang mbah putri ke rumahnya.

"Mas njenengan ngerti griyane simbah niki mboten, nek ngerti mbok tulung diterke bali, mangkih kula le mbayari sing penting njenengaan ngarani (Mas, anda ngerti rumahnya simbah ini, saya minta tolong simbah ini diantarkan pulang ke rumahnya, nanti saya yang mbayari)," kata Yohannes kepada pengemudi becak itu.

"Tidak perlu dibayar Mas, akan saya antar pulang agar bisa menguburkan anak (kucing)nya itu, tapi anda membantu saya memberesi dagangan simbah ya," jawab pengemudi becak tersebut.

Setelah dagangan selesai dinaikkan becak, mbah putri dengan memeluk erat anak kucing itu ikut naik ke becak itu dan meninggalkan kolong jembatan, pulang ke rumahnya. Menyedihkan...

RECOMMENDED BY EDITOR